Pentingnya Gizi Bagi Perempuan: Sorotan Herbalife di Hari Perempuan Internasional 2026
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Jakarta - Perusahaan nutrisi global Herbalife Ltd. secara resmi menyoroti persoalan gizi ganda yang saat ini masih dihadapi oleh perempuan di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Hal ini disampaikan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2026 melalui kampanye bertajuk "GiveToGain" yang digelar di Jakarta pada 5 Maret.
Masalah gizi ganda yang dimaksud mencakup fenomena kontradiktif antara meningkatnya angka obesitas dengan masih tingginya prevalensi anemia pada perempuan usia reproduktif. Tantangan kesehatan ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas hidup jangka panjang bagi kaum perempuan.
Investasi Kesehatan Perempuan untuk Generasi Mendatang
Vipada Sae-Lao selaku Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife menekankan pentingnya perempuan berinvestasi pada kesehatan diri mereka sendiri. Menurutnya, manfaat dari kesehatan perempuan akan dirasakan secara luas oleh keluarga, lingkungan kerja, hingga generasi masa depan.
“Sebagai anggota Herbalife Dietetic Advisory Board, saya melihat kenyataan bahwa saat perempuan sehat, seluruh ekosistem di sekitarnya ikut merasakan dampak positifnya,” ujar Vipada dalam keterangannya pada Kamis. Ia juga menambahkan bahwa peran berlapis sebagai profesional dan pengelola rumah tangga seringkali membuat kesehatan pribadi terabaikan.
Mengatasi Beban Gizi Ganda dan Defisiensi Mikronutrien
Kawasan Asia Pasifik saat ini menghadapi beban gizi yang kontras, di mana peningkatan obesitas pada orang dewasa terjadi bersamaan dengan kasus stunting pada anak. Kondisi ini diperparah dengan kekurangan mikronutrien penting seperti zat besi, folat, dan vitamin B12 meskipun asupan kalori harian sudah mencukupi.
Untuk mengatasi anemia, perempuan dianjurkan mengonsumsi sumber zat besi seperti daging tanpa lemak, lentil, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Kombinasi asupan zat besi dengan vitamin C sangat disarankan untuk memastikan penyerapan nutrisi oleh tubuh berjalan secara optimal.
Nutrisi Tepat untuk Masa Transisi Menopause
Memasuki masa transisi menopause, perubahan hormonal dan metabolik dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan bagi perempuan. Pola makan yang kaya akan buah, sayuran, biji-bijian utuh, serta asupan omega-3 menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan jantung.
Selain itu, serat larut dari bahan makanan seperti oat dan apel sangat membantu dalam mengontrol kadar kolesterol serta memberikan rasa kenyang lebih lama. Langkah preventif ini penting dilakukan untuk menghadapi penurunan massa otot atau sarkopenia yang sering muncul pada usia 40-an.
Panduan Gaya Hidup Sehat dan Aktivitas Fisik
Guna menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan metabolik, perempuan disarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan minimal dua liter per hari. Penting juga untuk mulai membatasi konsumsi minuman tinggi gula serta memastikan kualitas tidur tetap terjaga setiap malamnya.
Aktivitas fisik dengan intensitas sedang minimal 150 menit per pekan sangat dianjurkan untuk mendukung kekuatan fisik dan stabilitas emosional. Vipada menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa kesejahteraan jangka panjang sangat ditentukan oleh pilihan pola hidup harian yang diambil sejak dini.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu beban gizi ganda yang dialami perempuan?
Beban gizi ganda adalah kondisi di mana terjadi peningkatan angka obesitas pada orang dewasa namun di saat yang sama masih terdapat angka anemia yang tinggi pada perempuan usia subur dan stunting pada anak.
Mengapa zat besi sangat penting bagi perempuan?
Zat besi sangat dibutuhkan terutama saat masa menstruasi untuk mencegah anemia; asupannya dapat ditemukan pada daging tanpa lemak, sayuran hijau, dan kacang-kacangan yang dikombinasikan dengan vitamin C.
Bagaimana cara mencegah penurunan massa otot pada usia 40 tahun ke atas?
Perempuan disarankan memenuhi kebutuhan protein dari ikan, daging tanpa lemak, atau produk kedelai serta rutin melakukan latihan ketahanan (resistance training).
Apa rekomendasi aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan metabolik?
Disarankan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit dalam satu pekan untuk menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan jangka panjang.
Ditulis oleh: Maya Sari
