Pelni Ambon Siapkan 12 Armada Layani Mudik Idul Fitri 1447 H

Table of Contents
Pelni Ambon Siapkan 12 Armada Layani Mudik Idul Fitri 1447 Hijriah - RRI.co.id
Pelni Ambon Siapkan 12 Armada Layani Mudik Idul Fitri 1447 H

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ambon memperkuat armada transportasi laut dengan menyiagakan 12 kapal untuk melayani arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran mobilitas masyarakat yang diprediksi akan meningkat dari dan menuju Kota Ambon.

Kepala Cabang Pelni Ambon, Marthin Heryanto, memberikan pernyataan resmi mengenai kesiapan ini pada Jumat, 6 Maret 2026. Ia mengonfirmasi adanya penambahan jumlah armada dari sembilan unit menjadi 12 unit kapal penumpang.

Penambahan Tiga Kapal Kapasitas Besar

Tiga kapal tambahan yang dikerahkan khusus untuk periode Lebaran 2026 adalah KM Gunung Dempo, KM Dobonsolo, dan KM Sinabung. Setiap kapal tambahan tersebut dirancang memiliki kapasitas angkut yang besar, yakni mencapai sekitar 2.000 penumpang per kapal.

Kehadiran tiga kapal bantuan ini melengkapi sembilan armada reguler yang sudah rutin beroperasi di wilayah perairan Maluku. Kapal-kapal tersebut disiapkan untuk melayani rute pelayaran strategis selama periode arus mudik dan arus balik berlangsung.

Adapun daftar sembilan armada reguler lainnya meliputi KM Labobar, KM Nggapulu, KM Dorolonda, KM Ciremai, serta KM Sirimau. Selain itu, terdapat pula KM Leuser, KM Tatamailau, KM Sangiang, dan KM Pangrango yang tetap beroperasi secara normal.

Seluruh armada tersebut dijadwalkan akan secara bergantian menyinggahi Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Penjadwalan ini diatur secara ketat oleh manajemen Pelni untuk meminimalkan risiko penumpukan calon penumpang di dermaga.

Penambahan Tiga Kapal Kapasitas Besar

Standar Keselamatan dan Kelayakan Pelayaran

Marthin menjelaskan bahwa seluruh kapal yang diterjunkan telah menjalani proses perawatan berkala atau docking secara menyeluruh. Pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan seluruh komponen teknis kapal berada dalam kondisi prima saat melayani pemudik.

Selain perawatan rutin, pihak berwenang juga telah melaksanakan ramp check atau uji petik kelaiklautan kapal. Prosedur standar operasional ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keselamatan dan keamanan selama pelayaran berlangsung.

Prediksi Puncak Arus Mudik dan Pola Penumpang

Pelni Ambon memprediksi bahwa puncak arus penumpang pada musim mudik tahun ini akan terjadi pada 13 Maret 2026. Kendati demikian, lonjakan penumpang diperkirakan tidak akan terjadi secara ekstrem dalam satu waktu tertentu.

Fenomena ini dipengaruhi oleh pergerakan masyarakat yang kini cenderung melakukan perjalanan lebih awal sebelum hari raya. Distribusi keberangkatan yang lebih merata ini dinilai sangat membantu mengurangi kepadatan di atas kapal maupun di pelabuhan.

Kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) juga diidentifikasi sebagai salah satu faktor pemicu pergerakan penumpang yang lebih tersebar. Fleksibilitas ini memungkinkan masyarakat untuk menyesuaikan jadwal mudik mereka tanpa harus menunggu cuti bersama resmi.

Pihak Pelni Ambon memastikan pengaturan alur embarkasi dan debarkasi penumpang akan dikelola secara maksimal oleh petugas lapangan. Meskipun saat ini terminal penumpang Pelabuhan Ambon masih dalam proses renovasi, pelayanan bagi para pemudik dipastikan tetap berjalan lancar.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa jumlah total kapal yang disiapkan Pelni Ambon untuk mudik 1447 H?

Pelni Ambon menyiapkan total 12 armada, yang terdiri dari 9 kapal reguler dan 3 kapal tambahan.

Kapan prediksi puncak arus mudik lebaran 2026 di Ambon?

Puncak arus mudik di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon diprediksi terjadi pada tanggal 13 Maret 2026.

Apa saja nama kapal tambahan yang dikerahkan?

Tiga kapal tambahan tersebut adalah KM Gunung Dempo, KM Dobonsolo, dan KM Sinabung dengan kapasitas masing-masing 2.000 penumpang.

Bagaimana kesiapan keamanan kapal Pelni untuk mudik?

Seluruh kapal telah melalui proses docking dan pemeriksaan ramp check tahunan untuk memastikan kelayakan dan keselamatan pelayaran.



Ditulis oleh: Agus Pratama

Baca Juga

Loading...