PCNU Surabaya: Imbauan Speaker Masjid Tenang Selama Nyepi 2026
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya telah mengeluarkan imbauan penting mengenai pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan 2026. Imbauan ini bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi, menunjukkan komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama di kota tersebut.
Imbauan ini secara khusus ditujukan kepada pengurus masjid dan musala yang berlokasi di sekitar Pura. Tujuannya adalah untuk menghormati umat Hindu yang sedang menjalani ibadah Nyepi dengan menghindari penggunaan pengeras suara luar selama kegiatan keagamaan.
Jaga Toleransi di Tengah Kebersamaan Ibadah
Ketua PCNU Surabaya, KH Masduki Toha, menjelaskan bahwa pihaknya akan segera menerbitkan Surat Edaran (SE) resmi. Surat ini akan didistribusikan kepada Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) di seluruh Surabaya, menegaskan instruksi penting tersebut.
Tujuan utama imbauan ini adalah untuk memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama menghormati umat Hindu yang merayakan Nyepi. Kiai Masduki menyampaikan, “Kami membuat surat edaran kepada pengurus MWC yang memiliki mushala atau masjid dekat dengan Pura untuk tetap melaksanakan kegiatan Ramadan, tetapi tidak menggunakan speaker luar,” pada acara buka puasa bersama, Sabtu (14/3/2026) malam.
Pembatasan Penggunaan Pengeras Suara Luar
Kiai Masduki lebih lanjut menegaskan bahwa penggunaan pengeras suara luar hanya diperbolehkan untuk azan dan ikamah. Sementara itu, kegiatan keagamaan lainnya seperti tadarus Al-Qur'an tetap dapat dilaksanakan menggunakan pengeras suara dalam.
Berdasarkan data internal PCNU Kota Surabaya, terdapat setidaknya 12 titik MWC yang berlokasi sangat dekat dengan tempat ibadah umat Hindu. Area-area ini menjadi fokus utama perhatian dalam implementasi imbauan toleransi tersebut.
Peran MWC dalam Menjaga Kenyamanan Beragama
Kiai Masduki menekankan pentingnya tindak lanjut, dengan mengatakan, “Besok kita tindak lanjuti dengan surat agar pengurus MWC berpartisipasi menjaga kenyamanan saudara kita yang sedang melaksanakan ibadat agamanya.” Langkah ini menunjukkan komitmen PCNU untuk memastikan imbauan diterapkan secara efektif.
Pesan Persaudaraan di Tengah Perbedaan
Selain isu Nyepi, Kiai Masduki juga menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Syawal atau Idulfitri di kalangan organisasi kemasyarakatan Islam. Ia menyatakan bahwa perbedaan tersebut adalah hal yang wajar dan bagian dari dinamika kehidupan beragama di Indonesia yang kaya.
Kiai Masduki menekankan pentingnya menjaga toleransi dan memperkuat tali silaturahmi antar umat beragama. Beliau berpesan, “Pesan untuk lebaran tahun ini, yang penting kita kuatkan silaturahmi dan persaudaraan; jika hubungan antarumat sudah bagus, maka bangsa ini akan menjadi lebih baik,” menyoroti esensi kerukunan nasional.
Ditulis oleh: Dewi Lestari
