Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Capai 201 Jiwa, 747 Luka-Luka

Table of Contents
Korban Tewas Akibat Serangan AS-Israel ke Iran Capai 201 Orang, 747 Luka-Luka - Acehtimes
Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Capai 201 Jiwa, 747 Luka-Luka

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Serangan udara gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) telah menelan sedikitnya 201 korban jiwa. Selain korban tewas, tercatat sebanyak 747 warga lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran yang dimulai sejak pagi hari waktu setempat.

Juru bicara Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) mengonfirmasi data tersebut melalui pernyataan resmi kepada kantor berita Mehr. Ia menyatakan bahwa dampak serangan dahsyat ini meluas hingga mencakup 24 provinsi di seluruh wilayah Iran.

"Serangan AS dan Israel telah menghantam 24 provinsi di Iran, menewaskan sedikitnya 201 orang dan melukai 747 orang," ungkap juru bicara IRCS. Laporan tersebut juga dikutip secara luas oleh media internasional Al Jazeera pada Minggu (1/3/2026).

Mobilisasi Penyelamatan dan Dampak di 24 Provinsi

Menanggapi situasi darurat tersebut, IRCS segera memobilisasi bantuan medis dan logistik ke titik-titik yang paling parah terdampak. Lebih dari 220 tim penyelamat Bulan Sabit Merah telah dikerahkan ke lokasi-lokasi yang menjadi sasaran utama gempuran.

Hingga saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan korban masih terus berlangsung secara intensif di bawah reruntuhan. Petugas medis bekerja di bawah tekanan tinggi untuk menangani ratusan pasien yang menderita luka serius akibat ledakan.

Pemerintah setempat melaporkan bahwa kerusakan infrastruktur sipil terjadi di banyak lokasi, menambah beban bagi tim penyelamat di lapangan. Akses komunikasi di beberapa provinsi yang terkena dampak juga dilaporkan sempat mengalami gangguan teknis.

Mobilisasi Penyelamatan dan Dampak di 24 Provinsi

Klaim Operasi Udara Terbesar dalam Sejarah Israel

Di sisi lain, pihak militer Israel memberikan klaim resmi terkait besarnya skala operasi udara yang mereka jalankan. Mereka menyebut aksi ofensif ini sebagai "penerbangan militer terbesar" dalam sepanjang sejarah angkatan udara negara tersebut.

Sekitar 200 jet tempur canggih dikerahkan secara bersamaan untuk membombardir berbagai fasilitas strategis di wilayah Iran. Operasi ini secara khusus menargetkan sistem rudal dan jaringan pertahanan udara di Iran bagian barat serta tengah.

Jet tempur Israel dilaporkan menjatuhkan ratusan amunisi presisi tinggi ke arah 500 titik sasaran yang telah ditentukan sebelumnya. Fokus utama serangan adalah menonaktifkan kemampuan pertahanan udara agar superioritas udara tetap berada di tangan mereka.

Target Strategis dan Superioritas Udara

"Serangan terhadap sistem pertahanan tersebut memungkinkan perluasan superioritas udara Angkatan Udara Israel (IAF) di wilayah Iran," tulis pernyataan resmi militer Israel. Langkah ini diklaim bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan ofensif Iran, terutama lokasi peluncuran rudal.

Salah satu titik serangan yang dikonfirmasi sangat fatal berada di wilayah Tabriz, yang terletak di Iran bagian barat. Lokasi tersebut merupakan pusat peluncuran rudal permukaan-ke-permukaan yang dianggap sebagai ancaman utama oleh intelijen Israel.

Gempuran terkoordinasi ini menandai eskalasi konflik yang sangat serius di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Dunia internasional kini menanti reaksi balasan dari pihak Teheran menyusul jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar ini.



Ditulis oleh: Siti Aminah

Baca Juga

Loading...