Konflik AS-Israel vs Iran Meluas ke Arab: Ini Situasi Terkini

Table of Contents
Situasi Terkini Perang AS-Israel VS Iran, Makin Meluas ke Negara Arab
Konflik AS-Israel vs Iran Meluas ke Arab: Ini Situasi Terkini

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei pada Sabtu. Peristiwa ini memicu pembalasan masif dari Teheran, yang meluncurkan rudal menghantam Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di berbagai negara Arab.

Situasi pada Selasa (3/3/2026) menunjukkan eskalasi konflik yang signifikan, dengan serangan militer yang semakin meluas. Laporan penutupan Selat Hormuz dan penargetan fasilitas di negara-negara Arab kini menjadi sorotan utama global.

Pembalasan Iran: Menargetkan Pangkalan AS

Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Selasa melancarkan serangan drone dan rudal skala besar ke pangkalan udara AS di Sheikh Isa, Bahrain. Pernyataan resmi yang dimuat oleh kantor berita IRNA mengkonfirmasi operasi ini yang dilakukan pada subuh hari.

Pasukan elit Iran itu mengklaim telah meluncurkan 20 drone dan tiga rudal dalam serangan tersebut. Mereka menyatakan berhasil menghancurkan markas komando utama pangkalan tersebut, meskipun bukti spesifik belum diberikan.

Serangan Meluas ke Wilayah Arab Saudi

Ibu kota Saudi, Riyadh, turut menjadi sasaran serangan dua drone pada Selasa pagi terhadap kedutaan besar AS. Insiden ini dilaporkan memicu kebakaran kecil dan kerusakan material terbatas pada bangunan tersebut.

Saksi mata sebelumnya mengatakan mereka melihat asap di atas gedung misi AS dan mendengar ledakan keras di kawasan diplomatik. Namun, pertahanan udara Saudi berhasil mencegat empat drone yang menuju Riyadh, menurut sumber militer Saudi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pembalasan Iran: Menargetkan Pangkalan AS

Tak lama kemudian, Kementerian Pertahanan Saudi mengumumkan keberhasilan pencegatan lebih dari setengah lusin drone di dekat ibu kota Riyadh dan kota Al-Kharj. Juru bicara Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengkonfirmasi delapan drone dihancurkan di kedua lokasi tersebut.

Target Lain di Tengah Eskalasi Regional

Di sisi lain, penyiar pemerintah Iran melaporkan dua ledakan di dekat markasnya di Teheran pada hari Selasa. Meskipun demikian, operasi siaran mereka terus berjalan tanpa gangguan di tengah kampanye serangan Israel-AS yang sedang berlangsung.

Militer Qatar juga melaporkan keberhasilan pencegatan dua rudal balistik pada Selasa pagi, menyusul ledakan keras yang terdengar di seluruh Doha. Kementerian Pertahanan Qatar dalam pernyataannya menegaskan ancaman tersebut ditangani segera setelah terdeteksi.

Kelompok Perlawanan Islam di Irak mengklaim telah melakukan "serangan kawanan drone" terhadap sebuah hotel yang menampung pasukan AS di kota Erbil, Irak, seperti dilaporkan Reuters pada hari Selasa. Kelompok yang didukung Iran ini sebelumnya mengatakan telah melakukan 23 operasi dengan puluhan drone menargetkan pangkalan udara AS di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, drone Iran menyerang pangkalan udara Al Minhad dekat Dubai, sebuah fasilitas yang digunakan oleh Australia. Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengkonfirmasi pada Selasa bahwa tidak ada personel yang terluka dalam serangan akhir pekan itu, dan semua dalam keadaan aman.

Peringatan dan Implikasi Global

Presiden AS Donald Trump pada Senin memperingatkan bahwa konflik AS-Israel terhadap Iran dapat berlangsung lebih dari sebulan. Perang ini meluas dengan serangan Israel terhadap Lebanon, yang menghantam kantor Al-Manar TV di Beirut selatan, afiliasi Hizbullah.

Kondisi ini menambah daftar panjang ancaman regional, termasuk penutupan Selat Hormuz dan kekhawatiran Mesir terhadap keamanan Terusan Suez. Situasi ini menggarisbawahi urgensi de-eskalasi untuk mencegah dampak kemanusiaan dan ekonomi yang lebih parah.



Ditulis oleh: Siti Aminah

Baca Juga

Loading...