Kapolda Kepri Pimpin Peringatan HUT Humas Polri ke-70: Meneguhkan Transparansi di Balik Dinding Underpass Pelita
BATAM – Di bawah infrastruktur ikonik Underpass Pelita, Kota Batam, sebuah momentum bersejarah bagi Korps Bhayangkara tersaji. Kapolda Kepri, Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si, memimpin langsung jalannya peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Humas Polri yang ke-70. Perayaan ini bukan sekadar seremoni angka, melainkan sebuah pernyataan sikap institusi di tengah arus deras teknologi informasi.
Dengan tema "Humas Polri Siap Menjawab Tantangan di Era Teknologi Informasi Aktual Menuju Polri yang Presisi", acara yang berlangsung pada Sabtu (30/10/2021) ini menjadi panggung sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil.
Simbolisme Syukur: Dari Tumpeng hingga Estafet Generasi
Puncak acara ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Irjen Pol Aris Budiman. Namun, ada pemandangan menarik yang sarat makna filosofis. Kapolda tidak memberikan potongan tumpeng tersebut kepada pejabat senior, melainkan kepada anggota Bid Humas Polda Kepri termuda dan wartawan termuda.
Langkah ini dilihat oleh banyak pihak sebagai simbol estafet tanggung jawab. Kapolda seolah ingin menitipkan pesan bahwa masa depan keterbukaan informasi kepolisian berada di pundak generasi muda yang lebih akrab dengan dunia digital. Didampingi oleh Wakil Gubernur Kepri Hj. Marlin Agustina dan Danrem 033/WP Brigjen Pol TNI Jimmy Ramos Manalu, suasana penuh khidmat tersebut sekaligus mempertegas soliditas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kepulauan Riau.
Underpass Pelita: Saksi Bisu Polri yang Tidak "Anti-Kritik"
Salah satu agenda yang paling mencuri perhatian dalam peringatan yang dipimpin Kapolda ini adalah Bhayangkara Mural Festival (BMF) 2021. Berbeda dengan pendekatan keamanan konvensional, kali ini Polri justru mengundang para seniman jalanan untuk "menyerang" mereka dengan karya seni.
Dalam dialog interaktif melalui video conference, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, yang dipantau langsung dari lokasi oleh Kapolda Kepri, menegaskan visi baru ini:
"Ini merupakan kesempatan dan wadah bagi seniman mural untuk menyampaikan karya seni dan kritiknya kepada Polri. Silakan sampaikan... Ini menunjukkan bahwa kami siap menerima kritik dan tidak anti-kritik."
Keputusan Kapolda Kepri untuk menempatkan kegiatan ini di ruang publik seperti Underpass Pelita menunjukkan keberanian institusi untuk berdialog langsung dengan narasi-narasi publik yang seringkali tajam dan jujur.
Filantropi di Tengah Pandemi: Merangkul Pilar Keempat Demokrasi
Humas Polri menyadari bahwa mereka tidak bisa berjalan sendiri. Di bawah arahan Kapolda, peringatan HUT ke-70 ini juga diisi dengan aksi kemanusiaan yang menyasar langsung jantung kemitraan mereka: para awak media.
Pandemi Covid-19 telah memukul banyak sektor, termasuk industri pers. Sebagai bentuk empati dan solidaritas, Polda Kepri menggelar:
- Vaksinasi Massal: Upaya percepatan herd immunity di wilayah Kepri.
- Bakti Sosial: Penyerahan bantuan kepada jurnalis yang terdampak pandemi.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari implementasi semangat "Presisi". Humas bukan lagi sekadar fungsi dokumentasi, melainkan fungsi yang responsif terhadap kondisi sosial mitra kerjanya.
Analisis Jurnalistik: Transformasi Menuju Polri yang Presisi
Memasuki usia ke-70, tantangan Humas Polri bukan lagi sekadar mengelola rilis berita fisik, melainkan bagaimana menavigasi kebenaran di tengah hutan disinformasi digital. Kepemimpinan Irjen Pol Aris Budiman dalam acara ini menunjukkan bahwa Polda Kepri berupaya memposisikan Humas sebagai garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik (public trust).
Dengan merangkul kritik lewat mural dan memperkuat solidaritas dengan media, Polda Kepri sedang membangun narasi bahwa polisi adalah bagian integral dari masyarakat yang modern, demokratis, dan terbuka.
Kesimpulan
Peringatan HUT Humas Polri ke-70 di Batam memberikan pesan kuat: bahwa institusi kepolisian sedang berupaya meruntuhkan dinding pembatas dengan masyarakat. Melalui seni, aksi sosial, dan teknologi, Kapolda Kepri membawa semangat baru bahwa transformasi menuju Polri yang Presisi bukanlah tujuan akhir, melainkan proses panjang yang menuntut konsistensi dan keterbukaan hati.
