Iran Klaim Serang 14 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Table of Contents
Iran Serang 14 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ratusan Tentara Tewas
Iran Klaim Serang 14 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Teheran - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan besar terhadap 14 pangkalan militer Amerika Serikat. Serangan udara yang dilakukan pada Sabtu (28/2/2026) ini menyasar pusat keamanan dan infrastruktur militer strategis milik AS serta Israel.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran merilis pernyataan resmi mengenai operasi militer yang mengejutkan kawasan tersebut. Pihak militer menegaskan bahwa serangan ini merupakan tindakan balasan langsung atas agresi yang dialami wilayah Iran sebelumnya.

Klaim Ratusan Korban Jiwa dalam Serangan Rudal

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa serangan rudal tersebut menimbulkan kerugian besar bagi pihak lawan. Berdasarkan klaim sepihak dari Teheran, terdapat ratusan personel militer yang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

"Selain pusat keamanan dan militer vital rezim Zionis, serangan juga dilakukan terhadap 14 pangkalan penting AS di kawasan," ujar juru bicara tersebut pada Sabtu (28/2/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi luasnya jangkauan operasi yang dilakukan oleh pasukan elit Iran.

Pihak Iran juga menambahkan bahwa jumlah korban jiwa dari pihak Amerika Serikat dan Israel cukup signifikan. "Ratusan orang dari pasukan agresor AS dan pasukan rezim [Israel] tewas," tegas juru bicara tersebut dalam rilis resminya.

Klaim Ratusan Korban Jiwa dalam Serangan Rudal

Kronologi Eskalasi Konflik di Kawasan

Sebelum Iran melancarkan serangan balasan, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah lebih dulu menggempur sejumlah target di wilayah Iran. Rangkaian serangan udara tersebut dilaporkan sempat menghantam beberapa lokasi penting, termasuk ibu kota Teheran.

Aksi militer awal tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serius pada berbagai infrastruktur publik dan fasilitas negara. Selain kerusakan fisik, dilaporkan pula adanya korban jiwa yang jatuh dari kalangan warga sipil Iran akibat ledakan tersebut.

Sebagai respons cepat, Teheran segera meluncurkan serangan rudal balistik yang diarahkan ke berbagai koordinat pangkalan militer AS. Operasi ini dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap apa yang disebut Iran sebagai tindakan agresor asing.

Reaksi Internasional dan Kondisi Terkini

Hingga laporan ini diturunkan, Pentagon maupun pihak militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah korban yang diklaim Iran. Washington biasanya melakukan penilaian kerusakan (damage assessment) terlebih dahulu sebelum merilis data resmi kepada publik.

Situasi di Timur Tengah saat ini dilaporkan masih sangat dinamis dengan tingkat kewaspadaan militer yang tinggi di seluruh perbatasan. Komunitas internasional mengkhawatirkan adanya eskalasi konflik lebih lanjut yang dapat memicu perang terbuka di kawasan tersebut.



Ditulis oleh: Doni Saputra

Baca Juga

Loading...