Iran Hujani Pangkalan AS di Teluk dengan Rudal Balistik dan Drone
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Arab pada Sabtu (28/2). Operasi ini merupakan aksi balasan langsung atas serangan gabungan AS-Israel yang menargetkan wilayah kedaulatan Iran beberapa jam sebelumnya.
Serangan bertajuk Operasi “Truthful Promise 4” ini secara spesifik menyasar instalasi militer vital milik Washington di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). IRGC mengonfirmasi bahwa pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, menjadi salah satu target utama dalam gelombang serangan tersebut.
"Rudal-rudal IRGC telah menghantam markas besar Armada Kelima dan pangkalan Amerika lainnya dengan pukulan telak," bunyi pernyataan resmi IRGC melalui kantor berita Tasnim. Pihak Teheran menegaskan bahwa kampanye militer ini tidak akan berhenti hingga musuh mereka dinyatakan kalah secara telak.
Saksi mata di Bahrain melaporkan kepulan asap hitam pebal membumbung tinggi dari area pangkalan Angkatan Laut di Manama pasca ledakan hebat. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Qatar mengaktifkan sistem pertahanan Patriot untuk mencegat proyektil yang mengarah ke Pangkalan Udara Al Udeid.
Dampak Serangan di Uni Emirat Arab dan Israel
Eskalasi juga merembet ke pusat komersial di Uni Emirat Arab, di mana sedikitnya lima ledakan keras terdengar di dekat Pelabuhan Jabal Ali, Dubai. Kementerian Pertahanan UEA menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan sejumlah rudal, meski serpihannya menewaskan seorang warga sipil di Abu Dhabi.
Selain menyasar aset Amerika, Iran juga meluncurkan gelombang rudal balistik ke arah wilayah Israel yang memicu sirene bahaya di kota Haifa. Langkah ini diambil menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai dimulainya "Operation Epic Fury" untuk melenyapkan ancaman rezim Teheran.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa operasi tempur besar tersebut bertujuan menghancurkan total industri rudal dan angkatan laut Iran. Militer Israel mengklaim serangan awal mereka adalah langkah pencegahan yang telah direncanakan selama berbulan-bulan bersama pihak Gedung Putih.
Meskipun Benjamin Netanyahu mengisyaratkan adanya kemungkinan tewasnya pemimpin tertinggi Iran dalam serangan ke Teheran, klaim tersebut segera dibantah pihak Iran. Juru Bicara Kemenlu Iran, Esmaeil Baghaei, memastikan Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi selamat.
Respons Internasional dan Situasi Terkini di Kawasan
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk keras eskalasi militer ini dan mendesak semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan. Dampak langsung dari pertempuran ini adalah penutupan wilayah udara secara mendadak oleh otoritas penerbangan di UEA, Kuwait, dan Yordania.
Bandara internasional di Dubai telah menghentikan seluruh operasional penerbangan demi alasan keamanan bagi warga sipil dan maskapai komersial. Para analis keamanan memperingatkan bahwa periode 72 hingga 96 jam ke depan akan menjadi fase paling kritis dalam menentukan arah konflik terbuka di Timur Tengah.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa nama operasi serangan balik yang diluncurkan oleh Iran?
Iran menamakan serangan balasan ke pangkalan AS tersebut dengan sandi Operasi “Truthful Promise 4”.
Pangkalan militer AS mana saja yang menjadi target serangan Iran?
Target utama meliputi pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, serta pangkalan militer di Uni Emirat Arab.
Apa pemicu utama serangan rudal Iran ke pangkalan AS?
Serangan ini dipicu oleh operasi gabungan AS-Israel bernama "Operation Epic Fury" yang menargetkan wilayah Iran dan kompleks keamanan di Teheran.
Bagaimana status pemimpin tertinggi Iran setelah serangan awal Israel?
Kementerian Luar Negeri Iran memastikan bahwa Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian dalam keadaan selamat dan sehat.
Ditulis oleh: Budi Santoso