IHSG Volatil, Mengapa Analis Rekomendasikan Saham BBNI dan UNTR?
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan Senin (9/3/2026) akibat tekanan sentimen global yang negatif. Indeks tercatat terkoreksi sedalam 248,318 poin atau setara 3,27 persen ke level 7.337,369 pada penutupan awal pekan ini.
Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah dan tingginya harga minyak dunia. Para investor cenderung bersikap hati-hati sambil menantikan kepastian kebijakan suku bunga terbaru dari The Federal Reserve.
Analisis Volatilitas Pasar Modal Indonesia
Founder Republik Investor, Hendra Wardana, memprediksi fluktuasi indeks saham masih akan berlangsung cukup signifikan dalam jangka pendek. Ia menilai kondisi pasar global saat ini menahan optimisme investor untuk menyuntikkan modal ke negara berkembang.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang konsolidasi sebelum nantinya membangun momentum pemulihan secara bertahap. Hal tersebut disampaikan Hendra menanggapi dinamika pasar yang terjadi pada Senin malam melalui keterangan resminya.
Meskipun pasar sedang mengalami tekanan, Hendra menyebut koreksi ini justru membuat valuasi sejumlah saham blue chip menjadi menarik. Penurunan harga memberikan kesempatan bagi investor untuk melakukan akumulasi pada saham dengan fundamental yang kokoh.
Rekomendasi Saham Sektor Perbankan dan Alat Berat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi salah satu saham pilihan utama di tengah kondisi pasar yang tidak menentu. Bank ini dinilai memiliki pertumbuhan kredit yang stabil serta rasio profitabilitas yang terjaga dengan sangat baik.
Daya tarik BBNI juga didukung oleh rencana pembagian dividen sekitar 65 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. Analis menyarankan strategi speculative buy untuk BBNI dengan target harga berada di kisaran Rp4.500 per lembar saham.
Selain perbankan, PT United Tractors Tbk (UNTR) juga dinilai layak mendapatkan perhatian serius dari para pelaku pasar. Emiten ini memiliki diversifikasi bisnis yang kuat mulai dari alat berat, kontraktor tambang, hingga sektor pertambangan emas.
Saham UNTR direkomendasikan untuk speculative buy dengan target harga yang dipatok pada level Rp31.000 per saham. Posisi neraca yang kuat dan potensi kontribusi dari bisnis mineral menjadi katalis positif bagi kinerja jangka panjang perusahaan.
Proyeksi Saham UNVR, BRMS, dan CMRY
Di sektor konsumsi, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mulai kembali dilirik investor setelah melewati fase koreksi yang cukup panjang. Kekuatan merek dan jaringan distribusi yang luas diprediksi mampu mendorong saham ini menuju target harga Rp2.200.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menyoroti pergerakan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang memasuki area golden ratio. Meskipun ditutup melemah ke level Rp755, indikator RSI menunjukkan bahwa saham BRMS sudah berada pada kondisi jenuh jual.
Sementara itu, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) terpantau sedang menguji pola teknikal three white soldier dengan peningkatan volume. Investor disarankan menunggu konfirmasi harga mampu bertahan di atas level Rp4.370 hingga Rp4.400 sebelum memutuskan untuk masuk.
Terakhir, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat masih berada dalam fase koreksi teknikal setelah turun 2,72 persen ke level Rp3.570. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan BBRI masih melanjutkan pembentukan pola wave koreksi dalam jangka pendek.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa IHSG mengalami penurunan tajam pada awal Maret 2026?
Penurunan dipicu oleh ketidakpastian global terkait konflik di Timur Tengah, tingginya harga minyak dunia, dan sikap wait and see investor terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Apa alasan analis merekomendasikan saham BBNI?
BBNI direkomendasikan karena fundamental kuat, pertumbuhan kredit stabil, serta rencana pembagian dividen sebesar 65% dari laba bersih 2025.
Berapa target harga untuk saham UNTR menurut analis?
Analis menetapkan target harga speculative buy untuk UNTR di kisaran Rp31.000 per saham karena kekuatan neraca dan diversifikasi bisnis mineralnya.
Bagaimana status teknikal saham BRMS saat ini?
Saham BRMS telah memasuki area golden ratio Fibonacci retracement 61,8% dengan indikator RSI yang menunjukkan kondisi jenuh jual (oversold).
Ditulis oleh: Agus Pratama
