Hari Musik Nasional: Citra Svara Indonesia Bahas Strategi Kedaulatan Ekosistem Musik

Table of Contents
Hari Musik Nasional, Citra Svara Indonesia Gelar Diskusi 'Beda Masa Satu Rasa' - Boleh Music
Hari Musik Nasional: Citra Svara Indonesia Bahas Strategi Kedaulatan Ekosistem Musik

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Komunitas musik Citra Svara Indonesia menyelenggarakan forum diskusi bertajuk ‘Beda Masa Satu Rasa’ untuk memperingati Hari Musik Nasional. Acara ini bertujuan membahas tantangan dan strategi memperkuat ekosistem musik Indonesia agar lebih berdaulat secara internasional.

Diskusi berlangsung pada 5 Maret 2026 bertempat di CC Cafe at Nancy Place, Jakarta Selatan. Forum tersebut menghadirkan berbagai pelaku industri musik lintas generasi untuk merumuskan peluang industri kreatif di masa depan.

Sinergi Tokoh Musik dan Pemerintah

Acara yang dipandu oleh Lodewiyk Ticoalu ini dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha sebagai pembicara utama. Sejumlah tokoh senior seperti Harry ‘Koko’ Santoso, Connie Constantia, dan Addie MS juga turut memberikan pandangan mereka.

Wamenbud Giring Ganesha dalam sambutannya menekankan pentingnya peran media dalam mempopulerkan karya musik tanah air. Beliau mengenang masa kejayaan MTV dan membandingkannya dengan tren musik berbahasa daerah yang kini sangat diminati masyarakat.

“Setiap harinya saya semakin yakin betapa luar biasanya musik Indonesia. Saat ini, musisi daerah memiliki kesempatan besar untuk mempopulerkan karya mereka secara langsung,” ujar Giring.

Tantangan Infrastruktur dan Dukungan Sponsor

Sinergi Tokoh Musik dan Pemerintah

Harry ‘Koko’ Santoso menyoroti keterbatasan tempat pertunjukan musik di 38 provinsi yang ada di Indonesia. Ia mengusulkan agar 20 persen dari total kapasitas stadion dan gelanggang olahraga dapat dialokasikan untuk kegiatan musik.

“Kami berharap peruntukan fasilitas publik dari Sabang sampai Merauke bisa lebih terbuka untuk industri musik. Hal ini sangat penting guna mendukung distribusi talenta dari berbagai kabupaten dan kota,” tegas Harry.

Selain infrastruktur, Harry juga menyinggung keberpihakan perusahaan besar dan BUMN yang dinilai lebih banyak mendukung artis mancanegara. Ia berharap belanja iklan yang besar dari korporasi nasional dapat dialihkan untuk memajukan musik dalam negeri.

Kedaulatan Ekonomi dan Arus Musisi Asing

Data impresariat menunjukkan lebih dari 20.000 musisi luar negeri masuk ke pasar Indonesia dengan nilai ekonomi yang signifikan. Kondisi ini dianggap sebagai tantangan serius bagi kedaulatan ekonomi dan budaya musik nasional jika tidak diimbangi kesempatan serupa bagi musisi lokal.

“Kedaulatan budaya musik asing sudah mulai mengganggu kedaulatan ekonomi kita. Kita harus memikirkan bagaimana musisi Indonesia juga bisa hadir secara masif di negara mereka,” tambah Harry ‘Koko’.

Citra Svara Indonesia sendiri merupakan wadah bagi pelaku musik yang telah aktif sejak era 1980-an hingga 1990-an. Komunitas ini berupaya menyatukan visi untuk mendorong kolaborasi sehat antar musisi di seluruh Indonesia.

Melalui forum ini, Citra Svara Indonesia berkomitmen menjadi elemen sinergi yang menggali potensi musik sebagai industri yang kuat. Dengan menyatukan energi, diharapkan musik Indonesia mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bersaing global.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan dan di mana forum diskusi 'Beda Masa Satu Rasa' diadakan?

Diskusi ini diadakan pada 5 Maret 2026 di CC Cafe at Nancy Place, Jakarta Selatan.

Siapa saja tokoh yang hadir dalam acara Citra Svara Indonesia tersebut?

Beberapa tokoh yang hadir antara lain Wamenbud Giring Ganesha, Harry ‘Koko’ Santoso, Connie Constantia, Addie MS, dan pelaku industri musik lainnya.

Apa usulan Harry ‘Koko’ Santoso terkait penggunaan stadion?

Harry mengusulkan agar 20 persen peruntukan stadion dan gelanggang olahraga di seluruh Indonesia bisa digunakan untuk pertunjukan musik.

Apa tujuan utama dibentuknya Citra Svara Indonesia?

Tujuan utamanya adalah menjadi elemen sinergi untuk mendukung potensi musik Indonesia menjadi industri dan mendorong kolaborasi sehat antar musisi.



Ditulis oleh: Dewi Lestari

Baca Juga

Loading...