Cita Svara Indonesia Serukan Kedaulatan Musik Nasional Jelang Hari Musik 2026
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Komunitas Cita Svara Indonesia (CSI) secara resmi menyuarakan penguatan kedaulatan musik nasional di tengah gempuran arus budaya global. Seruan ini disampaikan dalam gelaran press gathering yang berlangsung di CC Cafe, Jakarta, pada Kamis (5/3/2026).
Agenda ini dilaksanakan sebagai rangkaian menyambut Hari Musik Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Maret mendatang. Melalui momentum ini, CSI berharap musisi lokal mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus bersaing di kancah internasional.
Refleksi 13 Tahun Hari Musik Nasional
Peringatan Hari Musik Nasional tahun 2026 menandai tahun ke-13 sejak pertama kali ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013. Kebijakan yang diinisiasi oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini bertujuan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya anak bangsa.
Kehadiran CSI dalam momentum ini mengusung tagline unik bertajuk “Beda Masa Satu Rasa” untuk menyatukan visi lintas generasi. Organisasi ini menghimpun para pelaku ekosistem musik senior yang telah berkiprah aktif sejak era 1980-an hingga 1990-an.
Misi Penguatan Ekosistem Musik Nasional
CSI lahir dari kesepakatan kolektif untuk membangun kolaborasi sehat antar musisi guna meningkatkan daya saing industri nasional. Pihak organisasi menilai bahwa musik bukan sekadar ekspresi budaya, melainkan aset ekonomi yang sangat potensial.
Kekuatan musik Nusantara dinilai sebagai modal besar untuk menembus pasar global jika didukung sistem industri yang kuat. Oleh karena itu, CSI mendorong kemitraan strategis antara pelaku kreatif, pemerintah, dan media untuk memperkuat identitas nasional.
Dukungan Pemerintah dan Tren Digital
Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, turut memberikan apresiasi atas dinamika musik Indonesia yang kini kian berkembang pesat. Giring menyoroti lonjakan popularitas lagu berbahasa daerah seperti genre campursari dan koplo di berbagai platform digital.
“Kita tidak pernah membayangkan musik berbahasa daerah memiliki penonton luar biasa besar di platform streaming,” ujar Giring dalam kesempatan tersebut. Ia menekankan bahwa musisi era modern wajib menguasai strategi digital, manajemen media sosial, hingga kemampuan storytelling bisnis.
Sinergi Lintas Sektor untuk Masa Depan
Gerakan ini digagas oleh deretan nama besar seperti Connie Constantia, Harry Koko Santoso, Peter Frits Momor, hingga Oleg Sanchabakhtiar. Tokoh-tokoh lain yang terlibat meliputi Jimmy Turangan, Maria Elizabeth, Lodewiyk Cornelis Ticoalu, Tony TSA, Boetje Tenda, Taraz Bistara, Hendrik Agustinus Siagian, Erby Dwitoro, Setiadi Darmawan, Firdaus Fadlil, dan Gideon Momongan.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendukung kolaborasi lintas sektor sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih. Sinergi ini diharapkan mampu membawa karya musisi Indonesia mendominasi pasar global sekaligus mengukuhkan kedaulatan budaya nasional.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan Hari Musik Nasional diperingati?
Hari Musik Nasional diperingati setiap tanggal 9 Maret, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013.
Apa itu Cita Svara Indonesia (CSI)?
CSI adalah organisasi yang menghimpun pelaku industri musik Indonesia dari berbagai lintas generasi untuk memperkuat kedaulatan musik nasional.
Siapa saja tokoh di balik Cita Svara Indonesia?
Beberapa penggagasnya antara lain Connie Constantia, Harry Koko Santoso, Peter Frits Momor, Jimmy Turangan, dan sejumlah praktisi musik senior lainnya.
Apa pesan utama CSI menjelang Hari Musik Nasional 2026?
CSI menyerukan pentingnya kedaulatan musik Indonesia agar tidak hanya menjadi pasar bagi musik asing, tetapi mampu menjadi pemain di tingkat global.
Ditulis oleh: Doni Saputra
