BI Sumsel Catat Rp121,4 Miliar Penukaran Uang, Vital Bagi Ekonomi
Pencapaian Penukaran Uang di Sumatera Selatan
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan berhasil mencatat realisasi penukaran uang senilai Rp121,4 miliar. Angka ini merefleksikan tingginya kebutuhan masyarakat akan uang tunai yang layak edar dan dukungan Bank Indonesia terhadap aktivitas ekonomi lokal.
Fasilitas penukaran uang ini menjadi indikator penting dalam menjaga sirkulasi uang yang sehat di masyarakat. Komitmen BI Sumsel memastikan ketersediaan dan kelayakan uang yang beredar, sehingga transaksi dapat berjalan lancar.
Dinamika Ekonomi Nasional dan Sektoral
Secara makro, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia terus diupayakan di tengah tekanan inflasi dan defisit fiskal yang ada. Tantangan ini memerlukan strategi kebijakan yang komprehensif untuk menjaga stabilitas dan mendorong akselerasi ekonomi.
Di sektor perdagangan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan peningkatan total impor pada Januari 2026. Data ini menunjukkan dinamika permintaan domestik dan aktivitas produksi yang membutuhkan bahan baku dari luar negeri.
Sementara itu, ekspor industri pengolahan juga menunjukkan tren kenaikan pada awal 2026. Peningkatan ini memperkuat kontribusi sektor manufaktur terhadap pendapatan negara dan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Transformasi sektor manufaktur turut diperkuat melalui pengembangan industri hijau. Inisiatif ini bertujuan menciptakan produksi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan komitmen global.
Upaya perluasan pasar internasional terlihat dari peningkatan distribusi produk Indonesia ke Kanada. Diversifikasi pasar ekspor menjadi kunci untuk menjaga stabilitas neraca perdagangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Inisiatif Ekonomi Lokal dan Pajak
Di tingkat daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menggratiskan kios untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Festival Ekonomi Semesta (FESTA). Inisiatif ini diharapkan dapat menghidupkan kembali Pasar Lembursitu dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM setempat.
Pemberdayaan ekonomi desa juga menjadi fokus melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang menggandeng ritel modern. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat perekonomian di tingkat desa dan memperluas akses pasar bagi produk lokal.
Untuk menekan harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar Bazar Ramadhan di empat titik. Kegiatan ini membantu masyarakat mendapatkan barang dengan harga terjangkau, terutama menjelang hari raya.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar (Kanwil DJP WPB/ Kanwil LTO) terus berkomitmen dalam mengedukasi dan meningkatkan kepatuhan pajak. Mereka melakukan kampanye simpatik tahunan "Ngabuburit Spectaxcular" untuk mendekatkan diri dengan wajib pajak.
Penanganan Isu Sosial Ekonomi
Meskipun Perda Kumuh telah terbit, Kota Sukabumi masih menyisakan sekitar 160 hektare pemukiman tidak layak huni. Penanganan masalah ini memerlukan kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ditulis oleh: Agus Pratama