AS dan Israel Luncurkan Operasi Militer Besar-Besaran Melawan Wilayah Iran
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Amerika Serikat dan Israel secara resmi memulai operasi militer skala penuh yang menargetkan infrastruktur pertahanan serta kepemimpinan politik di Iran pada hari ini. Presiden AS Donald Trump mengumumkan langkah tersebut melalui unggahan media sosial, yang segera memicu gelombang serangan balasan di seluruh kawasan Timur Tengah.
Operasi ini dilakukan untuk mencegah rezim Iran mengancam kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat dan sekutunya. Trump menegaskan bahwa militer AS akan menghancurkan industri rudal Iran serta melumpuhkan kekuatan angkatan laut negara tersebut hingga sepenuhnya tidak berdaya.
Detail Operasi Militer 'Epic Fury' dan 'Roaring Lion'
Amerika Serikat menjuluki serangan terpadu ini sebagai "Operation Epic Fury" yang diyakini bertujuan untuk melakukan perubahan rezim secara menyeluruh. Laporan awal menunjukkan bahwa serangan udara menargetkan pemimpin politik dan militer, termasuk komandan Garda Revolusi dan Ayatollah Ali Khamenei.
Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merilis video "Operation Roaring Lion" yang menampilkan penghancuran berbagai peluncur rudal di dalam wilayah Iran. Video tersebut beredar luas secara daring sebagai bukti efektivitas serangan udara yang dilancarkan secara sinkron dengan pasukan Amerika.
Presiden Trump juga memberikan pesan langsung kepada rakyat Iran agar tetap berada di dalam rumah demi keselamatan mereka sendiri. Ia menyatakan bahwa momen ini adalah kesempatan bagi warga lokal untuk mengambil alih pemerintahan setelah operasi militer selesai dilakukan.
Eskalasi Konflik dan Dampak Regional di Timur Tengah
Situasi keamanan di kawasan tersebut memburuk dengan cepat setelah Iran meluncurkan tembakan balasan ke sejumlah negara tetangga. Wilayah Bahrain, Qatar, Kuwait, Israel, Yordania, dan Uni Emirat Arab dilaporkan terkena dampak dari serangan balasan yang diluncurkan oleh Teheran.
The New York Times melaporkan bahwa bagian dari Armada Kelima AS yang berpangkalan di Bahrain sempat terkena serangan rudal. Eskalasi ini terjadi setelah AS membangun kekuatan militer besar-besaran di kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Pengerahan kekuatan tempur ini mencakup kapal induk USS Gerald R. Ford (CVN-78) dan kelompok tempur Abraham Lincoln. Selain kapal induk, militer AS juga mengirimkan tambahan jet tempur dan pesawat pendukung untuk memperkuat komando pusat di wilayah tanggung jawab mereka.
Latar Belakang Ketegangan Nuklir dan Upaya Diplomasi
Serangan terbaru ini menyusul kegagalan negosiasi antara pejabat AS dan Iran yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Jenewa pada hari Kamis. Trump menyatakan bahwa pihak Iran menolak setiap kesempatan untuk menghentikan ambisi nuklir mereka dan terus mengembangkan rudal jarak jauh.
Operasi ini juga merupakan kelanjutan dari "Operation Midnight Hammer" pada Juni 2025 yang melibatkan 125 pesawat tempur Amerika. Meskipun serangan terdahulu diklaim telah melumpuhkan program nuklir Iran, intelijen AS mencurigai adanya upaya pembangunan kembali fasilitas tersebut secara diam-diam.
Saat ini, Trump memberikan peringatan keras kepada anggota Garda Revolusi dan kepolisian Iran untuk segera meletakkan senjata mereka. Ia menjanjikan kekebalan penuh bagi mereka yang menyerah, namun mengancam hukuman mati bagi mereka yang terus melakukan perlawanan militer.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa nama operasi militer yang diluncurkan AS dan Israel?
Amerika Serikat menamakan operasi ini 'Operation Epic Fury', sementara Israel menggunakan nama 'Operation Roaring Lion'.
Siapa saja target utama dari serangan ini?
Target utama meliputi infrastruktur nuklir, industri rudal, angkatan laut Iran, serta kepemimpinan politik dan militer termasuk Garda Revolusi.
Negara mana saja yang terdampak serangan balasan Iran?
Negara-negara yang dilaporkan terkena serangan balasan meliputi Bahrain, Qatar, Kuwait, Israel, Yordania, dan Uni Emirat Arab.
Alutsista apa yang dikerahkan AS dalam operasi ini?
AS mengerahkan kapal induk USS Gerald R. Ford dan Abraham Lincoln, jet tempur tambahan, serta pesawat pendukung militer.
Ditulis oleh: Putri Permata
