AS dan Israel Bela Serangan di PBB Saat Iran Tuduh Kejahatan Perang
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Amerika Serikat dan Israel secara resmi membela rangkaian serangan militer mereka terhadap Iran dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada Sabtu waktu setempat. Langkah ini diambil setelah Iran menuduh serangan tersebut sebagai kejahatan perang karena menyebabkan jatuhnya korban sipil.
Duta Besar AS, Mike Waltz, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan global dan mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Ia menyatakan bahwa prinsip tersebut bukan sekadar masalah politik, melainkan mandat keamanan yang didasarkan pada resolusi PBB yang selama ini diabaikan oleh Teheran.
Pembelaan AS dan Israel Atas Tindakan Militer
Waltz juga melontarkan kritik keras terhadap kehadiran Iran di markas PBB New York dengan mengungkit tindakan keras Iran terhadap pengunjuk rasa di dalam negeri. Menurutnya, kehadiran Iran di forum tersebut justru memperolok lembaga internasional tersebut di tengah krisis moral yang terjadi.
Di sisi lain, Duta Besar Israel Danny Danon mengecam apa yang disebutnya sebagai hipokrisi dari sejumlah anggota Dewan Keamanan. Ia menekankan bahwa serangan gabungan tersebut bukanlah bentuk agresi melainkan tindakan darurat karena rezim Iran tidak meninggalkan alternatif lain yang masuk akal.
Iran Kecam Kematian Warga Sipil di Sekolah Minab
Perwakilan Iran, Amir Saeid Iravani, membalas dengan mengecam keras apa yang ia sebut sebagai kejahatan perang, terutama terkait kematian lebih dari 100 anak-anak di Sekolah Minab. Iravani menuding adanya standar ganda dari anggota dewan yang mengabaikan agresi AS dan Israel sambil menyalahkan hak pertahanan diri Iran.
Hal yang menarik perhatian adalah Iravani tidak memberikan komentar atau konfirmasi mengenai kabar kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Kabar tersebut sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump sesaat sebelum pertemuan dimulai, namun tetap tidak ditanggapi oleh pihak Iran.
Keterbelahan Dewan Keamanan dan Sikap Negara Teluk
Dewan Keamanan PBB terpantau terbelah, di mana Rusia dan China hanya fokus mengecam serangan AS-Israel. Sementara itu, negara-negara lain lebih menekankan perlunya deeskalasi segera untuk mencegah konflik regional yang lebih luas dan tidak terkendali.
Negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar, merilis pernyataan bersama yang mengutuk serangan Iran sebelumnya sebagai tindakan pengecut. Mereka menyatakan Iran bertanggung jawab penuh atas perilaku permusuhan yang memanipulasi aturan hukum internasional di wilayah tersebut.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menutup dengan peringatan keras mengenai risiko aksi militer di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan bersenjata membawa risiko memicu rantai peristiwa yang tidak dapat dikendalikan oleh siapa pun di kawasan paling bergejolak di dunia tersebut.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran?
AS dan Israel menyatakan serangan dilakukan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan sebagai respons atas tindakan rezim Iran yang dianggap mengancam keamanan global.
Apa tuduhan Iran terhadap serangan tersebut?
Iran menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang, mengklaim jatuhnya korban sipil termasuk kematian lebih dari 100 anak di Sekolah Minab, Iran Selatan.
Bagaimana sikap negara-negara Teluk dalam konflik ini?
Negara-negara seperti Arab Saudi, UEA, dan Kuwait mengutuk serangan Iran sebagai tindakan pengecut dan menolak segala pembenaran atas perilaku agresif Iran di kawasan.
Ditulis oleh: Eko Kurniawan
