Arti Setan Besar: Mengapa Iran Menyematkan Julukan Ini pada Amerika Serikat?
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali mencapai titik didih setelah militer Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara masif ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). Agresi militer yang diberi tajuk "Operation Epic Fury" ini semakin mempertegas narasi panjang Teheran yang menjuluki Washington sebagai Shaytan-e Bozorgh atau "Setan Besar".
Serangan tersebut memicu reaksi keras dari otoritas setempat, di mana IRCS melaporkan adanya korban jiwa dari kalangan warga sipil akibat gempuran udara tersebut. Ketegangan ini menjadi babak baru dalam permusuhan dekade yang kian meruncing antara kekuatan Barat dan Republik Islam Iran.
Sejarah dan Pencetusan Istilah Shaytan-e Bozorgh
Istilah fenomenal "Setan Besar" pertama kali dicetuskan oleh pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Khomeini, dalam pidato politiknya pada November 1979 silam. Bagi Iran, label ini bukan sekadar retorika kebencian, melainkan sebuah definisi ideologis terhadap negara yang dianggap sebagai sumber utama imperialisme di dunia.
Khomeini menggunakan metafora "Setan" untuk menggambarkan kekuatan global yang menggunakan tipu daya serta tekanan ekonomi demi memperluas pengaruh mereka secara global. Amerika Serikat dipandang sebagai provokator utama yang merusak nilai-nilai kemanusiaan dan keselamatan bangsa lain demi ambisi hegemoninya di kawasan.
Dendam Sejarah: Kudeta 1953 dan Kepentingan Minyak
Dendam sejarah ini berakar kuat pada keterlibatan CIA dalam peristiwa kudeta tahun 1953 yang menggulingkan Perdana Menteri Mohammad Mosaddegh yang nasionalis. Peristiwa itu dianggap sebagai bukti nyata bahwa Amerika Serikat tidak ragu menghancurkan demokrasi negara lain demi menjaga stabilitas pasokan minyak mereka.
Bagi rakyat Iran, intervensi tersebut merupakan luka permanen yang membuktikan bahwa kedaulatan mereka sering kali dikorbankan untuk kepentingan ekonomi Barat. Sejak saat itu, ketidakpercayaan terhadap kebijakan luar negeri Washington menjadi fondasi utama dalam diplomasi Teheran.
Peran Dukungan terhadap Israel dan Keamanan Teluk
Selain faktor sejarah, dukungan militer dan politik tanpa batas dari Washington terhadap Israel menjadi pemicu utama langgengnya narasi "Setan Besar" di Teheran. Iran menilai bahwa aliansi tersebut merupakan ancaman langsung bagi eksistensi negara-negara muslim di kawasan Timur Tengah.
Otoritas Iran juga memandang keberadaan armada perang Amerika di Teluk Persia sebagai representasi nyata dari gangguan stabilitas regional. Kehadiran militer asing di dekat perairan mereka dianggap sebagai intimidasi yang memicu Iran untuk sempat mengancam penutupan Selat Hormuz.
Simbol Perlawanan terhadap Sanksi Ekonomi
Hingga era modern saat ini, retorika "Setan Besar" masih sering bergema dalam pernyataan resmi pemerintah sebagai simbol perlawanan terhadap tekanan sanksi ekonomi. Julukan ini tetap menjadi pilar identitas politik Iran dalam menegaskan posisi mereka yang menolak tunduk pada dikte kekuatan Barat.
Melalui narasi ini, Iran berupaya menyatukan sentimen domestik dan regional untuk tetap konsisten dalam jalur kemandirian nasional. Dengan meletusnya Operation Epic Fury, istilah ini diprediksi akan terus menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan konfrontatif Iran terhadap Amerika Serikat.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa arti istilah 'Setan Besar' yang digunakan Iran?
Istilah ini (Shaytan-e Bozorgh) merujuk pada pandangan ideologis Iran terhadap Amerika Serikat yang dianggap sebagai sumber utama imperialisme, penindasan ekonomi, dan gangguan stabilitas global.
Siapa yang pertama kali mencetuskan julukan Setan Besar?
Julukan ini pertama kali dicetuskan oleh Ayatollah Khomeini, pemimpin Revolusi Islam Iran, dalam pidatonya pada November 1979.
Mengapa Iran menganggap Amerika Serikat sebagai ancaman sejarah?
Hal ini berakar pada kudeta tahun 1953 yang didalangi CIA untuk menggulingkan PM Mohammad Mosaddegh, serta dukungan militer AS yang tidak terbatas terhadap Israel.
Apa itu Operation Epic Fury?
Operation Epic Fury adalah tajuk serangan udara yang diluncurkan oleh militer Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026.
Ditulis oleh: Rudi Hartono
