Wulan Guritno Pukau NTT: Pesona Busana Etnik Kain Songke Manggarai

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Aktris Wulan Guritno baru-baru ini menyita perhatian publik saat kunjungannya ke Kampung Ruteng Pu'u, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari aksi sosial sekaligus upaya apresiasi terhadap kekayaan budaya masyarakat setempat.
Berbeda dari penampilan glamornya yang biasa, Wulan Guritno tampil memukau dengan balutan busana adat lokal, menunjukkan sisi yang lebih membumi dan menghargai tradisi.
Jejak Sosial dan Kehangatan di Ruteng Pu'u
Momen kedatangan Wulan Guritno di Kampung Ruteng Pu'u disambut antusiasme hangat oleh warga lokal. Ia terlihat berbaur akrab dan penuh keceriaan bersama anak-anak desa, menciptakan suasana kebersamaan yang tak terlupakan.
Interaksi tersebut memperlihatkan komitmen sang aktris dalam mendekatkan diri dengan komunitas serta memahami lebih dalam nilai-nilai luhur budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat Ruteng Pu'u.
Transformasi Gaya yang Menginspirasi
Penampilan Wulan Guritno selama di NTT memang menjadi sorotan utama, mengubah persepsi publik tentang gaya sang bintang. Perempuan berusia 44 tahun ini tampil beda drastis dari citra kekinian dan mewahnya yang sering terlihat di media sosial maupun layar kaca.
Pilihan untuk "melokal" dengan busana khas adat NTT menunjukkan keseriusannya dalam menghormati dan mengadopsi identitas budaya setempat.
Detail Busana: Elegansi Kain Songke dan Ikat Kepala
Dalam kunjungannya, Wulan Guritno terlihat mengenakan kain Songke Manggarai yang kaya nuansa etnik. Kain tenun tradisional ini dikenal dengan warna dasar hitam yang elegan, dihiasi motif-motif cerah penuh makna filosofis khas Manggarai.
Kombinasi warna dan motif pada kain Songke tersebut tidak hanya menampilkan kesan tradisional, tetapi juga memberikan aura elegan sekaligus mewah pada diri Wulan Guritno.
Melengkapi busana etniknya, ia juga memakai aksesoris tradisional berupa ikat kepala. Ikat kepala berwarna merah dan emas tersebut semakin mempertegas keanggunan penampilannya, menyelaraskan keseluruhan gaya dengan identitas budaya lokal.
Kehadiran Wulan Guritno dengan busana adat ini tidak hanya mempromosikan keindahan kain Songke Manggarai, tetapi juga menginspirasi banyak pihak untuk lebih mengenal dan melestarikan warisan budaya Indonesia.
Penampilannya di Ruteng Pu'u menjadi bukti nyata bagaimana figur publik dapat berperan aktif dalam memajukan pariwisata dan kebudayaan daerah.
Ditulis oleh: Dewi Lestari