Wisata Imlek Cirebon: Pesona Lampion Merah di Sekitar Stasiun Prujakan

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kota Cirebon mulai bersolek dengan nuansa merah menyala menjelang perayaan Imlek 2577 Kongzili tahun ini. Meskipun cuaca di bulan Februari kerap didominasi mendung dan hujan, semarak persiapan di sudut kota tetap terasa kental.
Kawasan sekitar Stasiun Cirebon Prujakan menjadi salah satu titik sentral yang mencerminkan hiruk-pikuk kedatangan para pengunjung yang ingin menyaksikan momen ini. Suasana khas stasiun kereta api kelas ekonomi tersebut memberikan kesan merakyat bagi siapa saja yang baru menapakkan kaki di Kota Udang.
Gerbang Tradisi di Stasiun Prujakan
Peluit petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) terdengar melengking di sela-sela derit roda kereta yang berhenti sempurna di peron. Penumpang langsung disambut oleh riuh rendah tukang becak yang menawarkan jasa dengan dialek Cirebon yang sangat khas.
Moda transportasi tradisional ini menjadi kunci pembuka untuk menjelajahi petualangan visual di jantung kota, terutama bagi pecinta fotografi. Jarak dari stasiun menuju pusat keramaian di kawasan Pecinan Cirebon tergolong sangat dekat dan mudah dijangkau dengan transportasi lokal.
Hanya dibutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit mengayuh becak untuk sampai ke pusat perayaan tahun baru tersebut. Para pengunjung biasanya langsung diarahkan menuju area yang sudah dipenuhi hiasan bertema naga dan ornamen oriental lainnya.
Menyusuri Jalan Winaon dan Pasar Kanoman
Fokus utama perayaan visual tahun ini terletak di Jalan Winaon dan kawasan bersejarah Pasar Kanoman. Kedua lokasi yang letaknya berdekatan dengan stasiun itu kini telah berubah wajah dengan dekorasi merah yang mencolok.
Ribuan lampion bulat bergelantungan rapi di sepanjang jalan raya layaknya sebuah kanopi raksasa yang menaungi warga. Pemandangan ini menciptakan lorong cahaya yang memukau bagi pejalan kaki maupun pengendara yang melintas di bawahnya.
Keberadaan lampion tersebut bukan sekadar hiasan estetis untuk memenuhi kebutuhan konten media sosial bagi mahasiswa komunikasi. Warna merah yang mendominasi merupakan simbol universal untuk harapan, keberuntungan, dan semangat baru dalam menyongsong tahun baru.
Harmoni Budaya di Kota Udang
Perayaan Imlek di Cirebon juga menjadi cerminan bagaimana keberagaman suku dan agama dapat melebur dalam satu harmoni. Masyarakat dari berbagai latar belakang tampak menikmati keindahan dekorasi kota tanpa mempedulikan perbedaan identitas.
Meskipun sebagian masyarakat hanya bisa memantau kemeriahan ini melalui layar ponsel karena keterbatasan fisik, memori kolektif akan kemeriahan Imlek tetap terjaga. Imajinasi dan bantuan teknologi peta digital kini memudahkan siapapun untuk tetap terhubung dengan jejak budaya di Kota Cirebon.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa jarak dari Stasiun Prujakan ke kawasan Pecinan Cirebon?
Jaraknya sangat dekat, hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit menggunakan jasa becak dari pintu keluar stasiun.
Di mana lokasi terbaik melihat lampion Imlek di Cirebon?
Lokasi terbaik berada di sepanjang Jalan Winaon dan kawasan sekitar Pasar Kanoman yang dihiasi lampion merah.
Kapan perayaan Imlek 2577 Kongzili berlangsung?
Perayaan ini puncaknya terjadi pada bulan Februari, ditandai dengan perubahan dekorasi kota menjadi serba merah.
Ditulis oleh: Agus Pratama