Trump Umumkan Operasi Militer Besar 'Epic Fury' Terhadap Iran
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Presiden Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah memulai "operasi tempur besar" terhadap Iran pada Sabtu pagi waktu setempat. Operasi militer yang diberi nama "Operation Epic Fury" ini bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur militer dan program nuklir Iran secara total.
Dalam video berdurasi delapan menit yang diunggah melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak bisa lagi menoleransi ambisi nuklir Teheran. Ia menuduh rezim Iran telah menolak setiap kesempatan untuk berdamai dan meninggalkan ambisi senjata nuklir mereka.
Serangan Udara Masif di Wilayah Teheran
Berbeda dengan serangan singkat pada bulan Juni lalu, operasi kali ini dilakukan di siang hari tepat saat warga Iran memulai aktivitas kerja. Sumber militer menyatakan bahwa Pentagon telah merencanakan serangan udara yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Ledakan hebat dilaporkan terdengar di distrik Pasteur, Teheran, yang merupakan lokasi kediaman dan kantor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Media pemerintah Iran mengonfirmasi adanya serangan di beberapa kota besar, meski total kerusakan dan korban jiwa masih dalam pendataan.
Israel juga menyatakan keterlibatan aktif mereka dalam menyerang posisi-posisi strategis di wilayah Iran secara bersamaan. Sinergi militer antara AS dan Israel ini menandai eskalasi konflik paling signifikan di kawasan Timur Tengah dalam dekade terakhir.
Tujuan Strategis Operation Epic Fury
Dalam pernyataannya pukul 02.30 dini hari, Trump menyebutkan tujuan utama operasi ini adalah untuk melindungi rakyat Amerika dari ancaman mendesak. Ia merujuk pada sejarah panjang permusuhan rezim Iran terhadap AS yang telah berlangsung selama 47 tahun.
Presiden Trump berjanji akan menghancurkan industri rudal balistik Iran dan memusnahkan kekuatan angkatan laut negara tersebut hingga tuntas. Langkah drastis ini diambil hanya beberapa jam setelah mediator dari Oman melaporkan adanya kemajuan dalam negosiasi diplomatik.
Trump juga memberikan peringatan keras kepada Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk segera meletakkan senjata atau menghadapi kematian. Ia menawarkan kekebalan penuh bagi anggota militer yang bersedia menyerah selama operasi udara ini berlangsung.
Respons Iran dan Dampak Regional
Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan balik yang belum pernah terjadi sebelumnya ke berbagai wilayah di Timur Tengah. Ledakan dilaporkan terdengar di negara-negara yang menampung pangkalan militer AS, termasuk Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain.
Hingga saat ini, situasi di kawasan masih sangat tegang dengan dentuman rudal yang terdengar dari Dubai hingga jalanan di Doha. Pihak berwenang masih memastikan apakah ledakan tersebut merupakan hantaman langsung atau hasil intersepsi sistem pertahanan udara.
Ditulis oleh: Doni Saputra
