Taiwan Jadi Favorit, 21 Ribu Warga Indramayu Adu Nasib ke Luar Negeri

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Sebanyak 21.182 warga Kabupaten Indramayu tercatat berangkat bekerja ke luar negeri sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan tren migrasi tenaga kerja yang kembali menguat signifikan setelah sempat menurun selama pandemi.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, mengonfirmasi bahwa data ini dihimpun dari berbagai skema penempatan resmi. Skema tersebut mencakup penempatan melalui perusahaan (P3MI), jalur mandiri, hingga perpanjangan kontrak kerja di negara tujuan.
Lonjakan Signifikan Menuju Angka Pra-Pandemi
"Jumlah tahun 2025 hampir sama kayak sebelum COVID-19," ujar Asep saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026). Ia menjelaskan bahwa sebelum pandemi, rata-rata warga Indramayu yang merantau mencapai 22 ribu hingga 23 ribu orang per tahun.
Data administratif ini disinyalir belum mencerminkan kondisi riil sepenuhnya di lapangan. Hal ini dikarenakan belum mencakup keberangkatan melalui skema pemagangan serta jalur mandiri ke negara-negara seperti Jepang.
Taiwan masih menduduki posisi pertama sebagai negara tujuan yang paling diminati oleh para pencari kerja asal Indramayu. Selain Taiwan, negara-negara seperti Hong Kong dan Singapura juga tetap menjadi pilihan utama bagi mereka.
Faktor Ekonomi dan Regulasi Pelindungan Desa
Perbedaan upah yang signifikan dan keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri menjadi pendorong utama fenomena ini. Banyak warga memandang bekerja di luar negeri sebagai solusi cepat untuk memperbaiki taraf hidup keluarga mereka.
Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten Indramayu kini memperketat aturan melalui Peraturan Desa tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Calon pekerja migran (PMI) kini diwajibkan melapor dan mengantongi izin dari pemerintah desa serta keluarga sebelum berangkat.
"Calon PMI harus dapat izin dahulu dari pemerintah desa, mereka juga mesti mendapat izin dari keluarganya," tegas Asep. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan pekerja dan mencegah pemberangkatan secara ilegal yang berisiko tinggi.
Indramayu Sebagai Pengirim PMI Tertinggi Nasional
Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitasi Kementerian P2MI, Ramadhan, menyebut Indramayu sebagai daerah penempatan PMI tertinggi secara nasional. Ia menekankan pentingnya migrasi yang aman dengan status hukum yang jelas bagi setiap warga.
"Aman dalam arti kata dia berangkatnya dengan status yang jelas, bekerja di sana jelas," kata Ramadhan saat dihubungi pada Kamis (12/2/2026). Kepastian status tersebut dinilai sangat krusial guna memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan di tanah air.
Pemerintah terus berupaya memberantas jalur ilegal yang kerap memicu kasus pekerja sakit hingga meninggal dunia di luar negeri. Dengan prosedur yang benar, diharapkan ribuan warga Indramayu dapat meraih masa depan yang lebih baik tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa jumlah warga Indramayu yang bekerja ke luar negeri pada tahun 2025?
Tercatat sebanyak 21.182 orang warga Indramayu yang berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi pada tahun 2025.
Negara mana yang menjadi tujuan favorit PMI asal Indramayu?
Taiwan menjadi negara tujuan paling diminati, diikuti oleh Hong Kong dan Singapura.
Apa syarat utama bagi warga Indramayu sebelum berangkat menjadi PMI?
Calon pekerja wajib mengantongi izin dari pemerintah desa sesuai Peraturan Desa yang berlaku serta mendapatkan izin dari pihak keluarga.
Mengapa minat warga Indramayu untuk bekerja di luar negeri meningkat?
Faktor ekonomi, perbedaan pendapatan yang signifikan dibanding dalam negeri, dan terbatasnya lapangan pekerjaan lokal menjadi alasan utama.
Ditulis oleh: Agus Pratama