Smriti Mandhana Pimpin RCB Juara WPL, Kejar Rekor 204 Spektakuler

Table of Contents

Smriti special eclipses Jemi's gem: Mandhana’s 87 powers RCB to record 204 chase, second WPL glory


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Royal Challengers Bengaluru (RCB) berhasil meraih trofi WPL kedua mereka setelah mengejar target 204 run yang menantang melawan Delhi Capitals. Kemenangan dramatis ini terjadi di Vadodara pada Kamis malam, menandai puncak performa luar biasa dari kapten Smriti Mandhana.

Ini adalah kali keempat Delhi Capitals harus menelan kekalahan di final WPL dalam sejarah liga lima musim tersebut. Keberhasilan RCB mengejar target 204/4 juga mencatatkan rekor sebagai pengejaran tertinggi dalam sejarah WPL.

Kegemilangan Smriti Mandhana dan Pengejaran Sejarah

Kapten Smriti Mandhana dan Georgia Voll tampil memukau saat mengejar target tertinggi dalam sejarah WPL tersebut. Smriti menunjukkan performa agresif dengan 87 run dari hanya 41 bola, secara signifikan meruntuhkan pertahanan bowling Capitals di awal pengejaran.

Bersatu di over kedua, Smriti dan Georgia membentuk kemitraan yang menggebu-gebu, dengan Georgia Voll menyumbang 79 run dari 54 bola. Sejak over kelima, tingkat lari tidak pernah turun di bawah sembilan, membongkar serangan Capitals melalui stand 165 run dari 92 bola.

Penampilan gemilang Smriti ini menaungi penampilan apik Jemimah Rodrigues, sahabat dan rekan sejawatnya di tim lawan, yang sebelumnya mencetak 57 run dari 37 bola. Duo RCB tersebut bermain dalam zona yang menentang tekanan skor, menemukan batas lapangan dengan mudah.

Momen Ketegangan Menuju Kemenangan

Meskipun Minnu Mani berhasil memecahkan kemitraan dengan memecat Georgia Voll di over ke-17, RCB tetap berada di posisi menguntungkan, hanya membutuhkan 27 run dari 18 bola. Namun, pengejaran menjadi tegang di over ke-18 ketika Nandani Sharma menyingkirkan Richa Ghosh, menyisakan 18 run dari 12 bola.

Kegemilangan Smriti Mandhana dan Pengejaran Sejarah

Tekanan semakin memuncak saat kapten Smriti Mandhana sendiri dipecat oleh Chinelle Henry, dengan 13 run masih dibutuhkan dari delapan bola terakhir. Akan tetapi, Radha Yadav (12 run tak terkalahkan dari 5 bola) berhasil menjaga ketenangannya, melesakkan dua batas beruntun melalui extra-cover untuk melewati garis finis.

Penampilan Jemimah Rodrigues yang Tak Cukup

Sebelumnya, kapten Delhi Capitals Jemimah Rodrigues menunjukkan kelas dan ketenangan luar biasa, mencetak setengah abad yang indah untuk mendorong timnya ke skor 203/4. Namun, semua upaya itu pada akhirnya tidak cukup menghadapi serangan balasan Smriti Mandhana.

Jemimah segera menunjukkan niatnya saat bergabung dengan Laura Wolvaardt di tengah pada skor 72/2 di over kedelapan, membentuk kemitraan 76 run. Kemitraan ini pecah di over ke-16 ketika Jemimah menyapu bola penuh lurus ke Nadine de Klerk di deep backward square-leg.

Dari sana, Wolvaardt (44 run; 25b; 3x4; 2x6) dan Chinelle Henry (35* run; 15b; 4x4; 2x6) mengambil alih, membentuk stand 54 run dari 24 bola. Mereka dengan tenang melewati Lauren Bell yang berbahaya di over ke-17, namun meledak di tiga over terakhir, menghantam 49 run untuk melukai ego RCB.

Terlepas dari penampilan Lauren Bell (4-0-19-0), bowler utama RCB lainnya kesulitan menahan serangan Capitals. Sebagian besar bowler kebobolan dengan tingkat ekonomi di atas 10 run per over, menunjukkan dominasi pemukul Capitals di awal.

Rekor-Rekor yang Tercipta dalam Final WPL

Skor 204/4 yang dicetak RCB adalah pengejaran sukses tertinggi dalam sejarah WPL, melampaui rekor mereka sendiri 202/4 melawan Gujarat Giants pada 14 Februari 2025 di Vadodara. Smriti Mandhana mencatat rekor skor individu tertinggi di final WPL dengan 87 run.

Sementara itu, Jemimah Rodrigues menjadi pemukul pertama dari Delhi Capitals yang mencetak setengah abad di final WPL, dan secara keseluruhan menjadi pemukul ketiga yang mencapai angka lima puluh di pertandingan perebutan gelar liga. Final ini akan dikenang sebagai pertarungan yang penuh rekor dan drama.



Ditulis oleh: Siti Aminah

Baca Juga

Loading...