Sejarah Vihara Dharma Rahayu: Kelenteng Tertua di Indramayu Sejak 1848
/data/photo/2026/02/08/6988736e9b3aa.jpeg)
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - INDRAMAYU – Berdiri kokoh di tepi Sungai Cimanuk, Vihara Dharma Rahayu atau An Tjeng Bio menjadi saksi bisu perjalanan panjang etnis Tionghoa di Kabupaten Indramayu. Rumah ibadah ini merupakan kelenteng tertua di wilayah berjuluk Kota Mangga tersebut dan telah berusia lebih dari satu setengah abad.
Secara administratif, bangunan bersejarah ini terletak di Jalan Cimanuk, Kelurahan Lemahmekar, Indramayu, Jawa Barat. Keberadaannya menjadi simbol kerukunan serta inklusivitas masyarakat setempat yang terjaga hingga generasi saat ini.
Jejak Migrasi dan Pendirian Awal
Berdasarkan catatan sejarah yang tertera di dinding bangunan, vihara ini pertama kali didirikan pada tahun 1848. Sosok kunci di balik pembangunan tempat ibadah umat Khonghucu ini adalah seorang tokoh bernama Tn Poey Soen Kam.
Pendirian vihara ini berkaitan erat dengan gelombang migrasi warga Tionghoa yang mencari penghidupan baru di Nusantara. Pada masa itu, vihara ini berfungsi sebagai pusat spiritual bagi ratusan warga Tionghoa yang bermukim di Indramayu.
Data historis mencatat bahwa komunitas ini terdiri dari 219 laki-laki dewasa dan anak-anak. Selain itu, terdapat pula 302 perempuan dewasa dan anak-anak yang terdaftar sebagai jemaat aktif pada periode awal tersebut.
Perpindahan Lokasi ke Bantaran Sungai Cimanuk
Meskipun sudah berdiri sejak 1848, lokasi gedung yang saat ini dilihat publik merupakan hasil pemindahan besar-besaran. Pada tahun 1880, seorang tokoh bernama Tn Tan Liong Siang memutuskan untuk menggeser letak kelenteng tersebut.
Bangunan dipindahkan ke area depan jalan raya yang berbatasan langsung dengan bantaran Sungai Cimanuk. Lokasi strategis ini memudahkan akses transportasi air yang kala itu menjadi urat nadi perdagangan di Jawa Barat.
"Wihara ini memang sudah ada sejak tahun 1848 dibangunnya oleh Tn Poey Soen Kam," ujar Ketua Yayasan Dharma Rahayu, Kardjoh Dhamma Sukho. Ia menambahkan bahwa pemindahan oleh Tn Tan Liong Siang dilakukan demi kenyamanan umat dalam beribadah.
Keunikan Arsitektur dan Sosok Lak Kwa Ya
Arsitektur asli khas Tionghoa masih dipertahankan dengan sangat baik hingga saat ini tanpa banyak perubahan struktur primer. Berbagai ornamen klasik serta patung dewa tersusun rapi, menciptakan atmosfer religius yang kental bagi setiap pengunjung.
Vihara Dharma Rahayu memiliki dewa utama atau "tuan rumah" yang dikenal dengan julukan Lak Kwa Ya. Sosok ini diyakini sebagai seorang kapitan atau pemimpin komunitas Tionghoa yang berjasa besar selama masa migrasi.
Kardjoh menegaskan bahwa Lak Kwa Ya hanyalah sebuah julukan kehormatan bagi sang pemimpin. Hingga kini, nama asli dari sosok yang dihormati tersebut tetap menjadi rahasia sejarah yang tidak diketahui secara pasti.
Dengan usia yang sangat tua, An Tjeng Bio kini tidak hanya menjadi tempat ibadah yang sakral. Bangunan ini telah bertransformasi menjadi destinasi wisata sejarah favorit bagi masyarakat lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Indramayu.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan Vihara Dharma Rahayu An Tjeng Bio didirikan?
Vihara ini didirikan pertama kali pada tahun 1848 oleh Tn Poey Soen Kam.
Di mana lokasi kelenteng tertua di Indramayu ini?
Lokasinya berada di Jalan Cimanuk, Kelurahan Lemahmekar, Kabupaten Indramayu, tepat di pinggir Sungai Cimanuk.
Siapa dewa utama di Vihara Dharma Rahayu?
Dewa utama atau tuan rumah di vihara ini adalah Lak Kwa Ya, yang merupakan sosok pemimpin atau kapitan komunitas Tionghoa di masa lalu.
Kapan bangunan vihara dipindahkan ke lokasinya yang sekarang?
Bangunan vihara dipindahkan ke lokasi saat ini di tepi jalan raya pada tahun 1880 oleh Tn Tan Liong Siang.
Ditulis oleh: Rudi Hartono