Sejarah Sidoarjo: Mengenal Nama Sidokare Sebelum Resmi Menjadi Kabupaten Sidoarjo
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kabupaten Sidoarjo yang kini dikenal sebagai pusat industri penyangga Surabaya ternyata memiliki sejarah penamaan yang panjang. Sebelum menyandang nama Sidoarjo, wilayah ini secara resmi dikenal dengan nama Kabupaten Sidokare.
Nama Sidokare tercatat dalam dokumen sejarah sebagai identitas awal sebelum adanya perubahan status administratif yang lebih luas. Penggunaan nama tersebut berlangsung hingga pertengahan abad ke-19 di bawah kendali pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Asal-usul Nama Sidokare dan Pembagian Wilayah
Pada awalnya, wilayah Sidokare merupakan bagian integral dari Keresidenan Surabaya yang sangat luas. Seiring meningkatnya beban administrasi, pemerintah kolonial merasa perlu melakukan pemekaran wilayah demi efisiensi birokrasi.
Melalui Keputusan Pemerintah Hindia Belanda Nomor 9 tertanggal 31 Januari 1859, wilayah Surabaya resmi dibagi menjadi dua bagian. Salah satu bagian tersebut ditetapkan sebagai Kabupaten Sidokare yang berdiri secara mandiri.
Raden Tumenggung Pandji (R.T.P.) Tjokronegoro I diangkat sebagai pemimpin pertama atau Bupati Sidokare pada masa transisi tersebut. Beliau memegang peranan penting dalam menata fondasi pemerintahan awal di daerah ini.
Namun, identitas sebagai Sidokare tidak bertahan lama karena adanya pertimbangan sosiologis dan filosofis dari para pemimpin saat itu. Pada tanggal 28 Mei 1859, nama kabupaten ini resmi diubah dari Sidokare menjadi Sidoarjo.
Transisi Pusat Pemerintahan dan Perkembangan Kota
Strategi penempatan pusat kekuasaan juga mengalami dinamika yang cukup signifikan selama masa pendudukan kolonial. Pada waktu menduduki Gedangan, Pemerintah memandang perlu untuk memindahkan pusat pemerintahan Kabupaten Sidoarjo ke Porong.
Langkah ini diambil untuk memastikan kendali atas jalur perdagangan dan aksesibilitas wilayah yang lebih strategis. Perpindahan tersebut memicu pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan raya dan fasilitas publik lainnya.
Tata Ruang Masa Lalu Sidoarjo
Berdasarkan bukti sejarah, tata ruang pusat kota Sidoarjo mulai dibentuk dengan mengadopsi pola tradisional Jawa yang dipadukan dengan gaya kolonial. Foto udara pendopo Kab. Sidoarjo dan alun-alun tahun silam menunjukkan adanya perencanaan yang matang pada masa tersebut.
Alun-alun berfungsi sebagai ruang publik sekaligus pusat orientasi bagi bangunan penting seperti masjid dan kantor pemerintahan. Hingga saat ini, struktur dasar pusat kota tersebut masih dapat dijumpai sebagai warisan sejarah yang berharga.
Keberadaan Sidoarjo sebagai Kota Delta terus berkembang pesat dari sebuah wilayah agraris menjadi kawasan industri modern. Transformasi ini tidak lepas dari peran strategis geografisnya yang terletak di antara kota-kota besar di Jawa Timur.
Memahami bahwa Sidoarjo dulu bernama Sidokare memberikan perspektif baru bagi masyarakat mengenai akar identitas lokal mereka. Pengetahuan sejarah ini penting untuk menjaga nilai-nilai luhur di tengah arus modernisasi yang semakin cepat.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Sidoarjo dulu namanya apa?
Sebelum resmi bernama Sidoarjo, kabupaten ini bernama Kabupaten Sidokare.
Kapan nama Sidoarjo mulai digunakan secara resmi?
Nama Sidoarjo resmi digunakan sejak tanggal 28 Mei 1859 berdasarkan keputusan pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Siapa bupati pertama Sidoarjo?
Bupati pertama Sidoarjo adalah Raden Tumenggung Pandji (R.T.P.) Tjokronegoro I.
Mengapa pusat pemerintahan pernah dipindahkan?
Pusat pemerintahan sempat dipindahkan ke Porong saat pemerintah menduduki Gedangan demi alasan strategis administrasi.
Ditulis oleh: Budi Santoso