RSUD Karawang Ungkap Kondisi Balita Korban Siksaan Tang: Lidah Robek dan Trauma Mata

Table of Contents

Lidah Robek dan Mata Trauma, RSUD Karawang Ungkap Kondisi Memprihatinkan Balita Korban Siksaan Tang


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Manajemen RSUD Karawang memberikan penjelasan resmi mengenai kondisi kesehatan terkini seorang balita yang menjadi korban penganiayaan sadis oleh pacar ibunya. Hingga Sabtu (14/2/2026), bocah malang tersebut masih mendapatkan perawatan intensif dan pengawasan ketat dari tim medis rumah sakit.

Kondisi korban sangat memprihatinkan dengan sejumlah luka fisik yang membutuhkan penanganan spesialis secara berkelanjutan. Tim dokter fokus pada pemulihan trauma fisik serta pemantauan fungsi organ yang terdampak akibat kekerasan benda tumpul dan alat penjepit.

Detail Luka Serius pada Lidah dan Mata Korban

Perwakilan manajemen RSUD Karawang, Uung Susangka, mengonfirmasi bahwa korban mengalami luka robek yang signifikan pada bagian lidah. Luka tersebut muncul akibat tindakan pelaku yang menarik lidah korban secara paksa menggunakan alat bantu berupa tang.

"Pertama karena bekas ditarik paksa menggunakan tang, jadi lidahnya robek dan fungsinya terganggu karena memang ada luka," ujar Uung dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026). Tim medis telah melakukan tindakan penjahitan pada area robekan yang terletak di bagian tengah lidah tersebut.

Detail Luka Serius pada Lidah dan Mata Korban

Selain luka pada indra perasa, balita ini juga menderita trauma hebat pada bagian mata kiri akibat benturan keras. Kondisi mata korban saat ini masih mengalami pembengkakan hebat sehingga pemeriksaan fungsi penglihatan belum dapat dilakukan secara maksimal.

Pihak rumah sakit menjadwalkan pemeriksaan komprehensif oleh dokter spesialis mata pada hari Rabu mendatang untuk memastikan kondisi visual korban. "Untuk memastikan penglihatannya masih berfungsi atau tidak, nanti akan dikonsultasikan secara mendalam," tambah Uung menjelaskan prosedur medis selanjutnya.

Prosedur Perawatan Medis dan Nutrisi Korban

Saat ini, pasien balita tersebut terpaksa harus menggunakan dua jalur infus sekaligus untuk menopang daya tahan tubuhnya. Hal ini dilakukan karena luka pada lidah membuat korban kesulitan untuk menerima asupan makanan dan nutrisi secara oral atau melalui mulut.

Pemberian nutrisi cair melalui infus menjadi langkah krusial agar kondisi fisik korban tidak semakin menurun selama masa kritis. Selain penanganan infeksi, tim medis juga memberikan obat kumur khusus untuk mempercepat proses penyembuhan luka jahitan di area mulut.

Kondisi psikologis korban juga menjadi perhatian tersendiri bagi pihak rumah sakit mengingat trauma kekerasan yang dialaminya sangat berat. Pengawasan medis dilakukan selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi adanya komplikasi dari luka-luka permanen yang mungkin timbul.

Kasus ini telah memicu keprihatinan publik di Karawang setelah detail kekejaman pelaku terungkap ke media massa. Saat ini, kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut sementara pihak medis fokus sepenuhnya pada keselamatan dan pemulihan jangka panjang sang balita.



Ditulis oleh: Rudi Hartono

Baca Juga

Loading...