Rahasia Kata Ore Goku di Dragon Ball yang Ditemukan Utada Hikaru
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Musisi legendaris Jepang, Utada Hikaru, baru-baru ini memicu diskusi hangat di kalangan penggemar Dragon Ball setelah menemukan detail linguistik langka pada karakter Son Goku. Penemuan ini bermula saat pelantun "First Love" tersebut membaca manga karya Akira Toriyama bersama putranya.
Melalui unggahan di media sosial X pada Minggu (15/2), Utada menceritakan momen terkejut sang putra saat mendapati Goku menggunakan kata ganti orang pertama "ore". Kejadian unik ini ditemukan dalam Dragon Ball volume 21, tepatnya pada akhir pertarungan sengit antara Goku melawan Vegeta.
Temuan Langka dalam Edisi Cetak 1990 dan 2024
Utada Hikaru mencatat bahwa putranya, yang saat itu berperan sebagai Goku saat membaca dialog, mendadak berhenti karena merasa asing dengan pilihan kata tersebut. "Goku mengatakan 'ore'!" ujar sang anak yang kemudian memicu rasa penasaran Utada untuk melakukan investigasi lebih lanjut.
Untuk memastikan fakta tersebut, Utada membandingkan edisi cetak lawas tahun 1990 dengan edisi terbaru tahun 2024 yang ia miliki. Hasilnya, penggunaan kata "ore" tetap konsisten di kedua edisi tersebut, membuktikan bahwa dialog itu bukanlah sebuah kesalahan cetak semata.
"Kami memeriksa volume sebelumnya dan selanjutnya dan menemukan bahwa selain bagian ini, dia hanya mengatakan 'ore'," tulis Utada dalam unggahannya. Penemuan sederhana ini segera menjadi viral dan menarik perhatian ribuan penggemar waralaba Dragon Ball di seluruh dunia.
Perbedaan Linguistik Antara Ora dan Ore
Secara linguistik, karakter Goku sangat identik dengan penggunaan kata ganti "ora" dalam versi asli Jepang. Pilihan kata "ora" mencerminkan identitas Goku sebagai karakter yang polos, rendah hati, dan berasal dari lingkungan pedesaan.
Sebaliknya, kata "ore" adalah bentuk kata ganti orang pertama yang sangat maskulin, santai, dan terkadang terkesan kasar atau dominan. Penggunaan "ore" biasanya diasosiasikan dengan laki-laki yang ingin menunjukkan ketegasan atau posisi sosial yang lebih tinggi di hadapan lawan bicaranya.
Beberapa penggemar setia menambahkan bahwa volume 21 bukan satu-satunya momen langka di mana Goku menggunakan identitas bahasa yang berbeda. Goku diketahui kembali menggunakan kata "ore" pada volume 27, sesaat setelah ia berhasil bertransformasi menjadi Super Saiyan untuk pertama kalinya.
Makna Emosional di Balik Pilihan Kata
Para pengamat manga menilai bahwa perubahan dialog dari "ora" menjadi "ore" merupakan teknik narasi Akira Toriyama untuk menunjukkan pergeseran emosi. Saat Goku berada dalam puncak kemarahan atau keseriusan ekstrem, sisi lembutnya menghilang dan digantikan oleh intensitas petarung yang dingin.
Munculnya diskusi ini membuktikan bahwa detail sekecil apa pun dalam Dragon Ball masih sangat relevan untuk dibahas hingga saat ini. Penemuan dari Utada Hikaru dan putranya menunjukkan betapa kuatnya pengaruh karya Toriyama dalam menghubungkan berbagai generasi melalui diskusi yang mendalam.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa Goku biasanya menggunakan kata 'ora'?
Goku menggunakan 'ora' untuk mencerminkan kepribadiannya yang polos, rendah hati, dan memiliki aksen khas pedesaan, sesuai dengan latar belakang pertumbuhannya di Gunung Paozu.
Kapan Goku menggunakan kata 'ore' di manga?
Goku tercatat menggunakan 'ore' pada volume 21 saat akhir pertarungan melawan Vegeta dan volume 27 setelah berubah menjadi Super Saiyan.
Apa arti kata 'ore' dalam bahasa Jepang?
'Ore' adalah kata ganti orang pertama (saya/aku) yang bersifat informal, sangat maskulin, dan sering digunakan untuk menunjukkan ketegasan atau rasa percaya diri yang tinggi.
Siapa yang pertama kali mempopulerkan temuan ini baru-baru ini?
Penyanyi ternama Jepang, Utada Hikaru, yang membagikan pengalamannya saat membaca manga Dragon Ball bersama putranya melalui media sosial X.
Ditulis oleh: Rudi Hartono