Produksi Sampah Aceh Barat Naik 31,94 Ton: Panduan Kebersihan Ramadan

Table of Contents
RRI.co.id - Produksi Sampah di Aceh Barat Naik Jadi 31,94 Ton Selama Ramadan
Produksi Sampah Aceh Barat Naik 31,94 Ton: Panduan Kebersihan Ramadan

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Memasuki momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2025 Masehi, volume timbulan sampah di Kabupaten Aceh Barat mencatatkan angka pertumbuhan yang cukup signifikan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat melaporkan adanya lonjakan produksi limbah domestik yang terkumpul dari berbagai titik konsentrasi massa di wilayah Meulaboh dan sekitarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat, Dr. Kurdi, ST, MT, mengungkapkan bahwa kenaikan ini terlihat jelas dalam pemantauan intensif selama empat hari pertama menjalankan ibadah puasa. Berdasarkan data statistik yang dihimpun, angka timbulan sampah harian yang biasanya stabil di angka 26 ton, kini melonjak drastis hingga menyentuh angka 31,94 ton per hari.

Analisis Statistik dan Tren Peningkatan Sampah Harian

Kenaikan volume sebesar 5,94 ton per hari ini merepresentasikan perubahan pola konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat secara masif selama bulan suci. Fenomena ini bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan dari tingginya aktivitas rumah tangga dan sektor informal yang bergerak di bidang penyediaan konsumsi buka puasa.

Lonjakan sampah ini diidentifikasi berasal dari sisa makanan, kemasan plastik sekali pakai, serta limbah organik dari persiapan menu sahur maupun berbuka. Dr. Kurdi menekankan bahwa peningkatan intensitas aktivitas masyarakat pada waktu-waktu krusial tersebut menjadi pemicu utama di balik angka 31,94 ton tersebut.

Strategi Optimalisasi Armada dan Manajemen Logistik DLH

Guna mengantisipasi potensi penumpukan di titik-titik pembuangan sementara, DLH Aceh Barat telah melakukan rekayasa jadwal dan optimalisasi seluruh armada pengangkut yang tersedia. Manajemen operasional dibagi menjadi dua sesi utama untuk memastikan seluruh wilayah pemukiman dan pasar takjil tetap terjaga estetikanya.

Pada sesi pertama yang dimulai sejak sebelum waktu sahur hingga siang hari, dinas mengerahkan sebanyak 11 unit truk sampah untuk menyisir jalan-jalan protokol. Langkah proaktif ini dilakukan agar residu aktivitas rumah tangga di malam hari dapat segera diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa menyisakan aroma tidak sedap.

Memasuki sesi kedua pada sore hari hingga setelah pelaksanaan salat Tarawih, sebanyak 10 armada kembali diterjunkan ke lapangan secara simultan. Fokus utama pada sesi malam ini adalah menangani tumpukan sampah yang dihasilkan oleh para pedagang musiman dan aktivitas pasar tradisional di jantung kota Meulaboh.

Kekuatan Personel dan Sarana Pendukung Operasional

Secara keseluruhan, kekuatan armada yang dimiliki DLH Aceh Barat mencapai 12 unit truk sampah dengan intensitas ritasi atau pengulangan pengangkutan sebanyak 21 kali dalam sehari. Operasional ini didukung penuh oleh 33 tenaga sopir profesional yang bekerja secara bergantian untuk menjamin kelancaran sistem sanitasi kota.

Analisis Statistik dan Tren Peningkatan Sampah Harian

Selain mengandalkan truk berkapasitas besar, otoritas setempat juga mengerahkan lima unit arm roll (amrol) untuk mengangkut kontainer sampah di titik-titik strategis. Fasilitas ini sangat krusial untuk menampung volume besar di area pasar dan pusat perbelanjaan yang memiliki tingkat kepadatan tinggi.

Untuk menjangkau kawasan gang sempit atau permukiman yang sulit dilalui kendaraan roda enam, DLH menyiapkan empat unit becak motor pengangkut sampah. Strategi penjemputan bola ini memastikan tidak ada titik buta (blind spot) dalam sistem pengelolaan limbah di wilayah Kabupaten Aceh Barat.

Faktor Eksternal: Ekonomi dan Pasar Takjil Musiman

Peningkatan sampah ini selaras dengan geliat ekonomi musiman seperti penjualan semangka dan timun suri yang melimpah di sepanjang jalan Meulaboh. Sisa kulit buah dan kemasan dari pedagang buah musiman ini berkontribusi besar terhadap penambahan berat total timbulan sampah harian.

Selain itu, fenomena pembagian paket makanan gratis seperti target 6.000 paket kanji rumbi oleh relawan turut memberikan dinamika tersendiri bagi petugas kebersihan. Meskipun kegiatan sosial ini sangat positif, residu kemasan yang dihasilkan memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari saluran drainase kota.

Pola Konsumsi dan Kenaikan Harga Pangan

Data lapangan menunjukkan bahwa permintaan komoditas seperti daging sapi yang bertahan di harga Rp150.000 per kilogram serta kenaikan harga ikan segar hingga 60 persen menunjukkan daya beli yang tetap tinggi. Aktivitas memasak yang lebih intensif di dapur-dapur warga secara otomatis menghasilkan limbah organik yang jauh lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa.

Permintaan akan kelapa muda bakar dan minuman dingin juga memicu penumpukan limbah tempurung kelapa yang memiliki volume cukup berat. Oleh karena itu, DLH Aceh Barat terus memantau titik-titik sentra kuliner agar limbah berat seperti ini tidak menghambat proses pembuangan di tempat sampah umum.

Edukasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah

Dalam rangka menekan laju pertumbuhan sampah, pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran yang mengatur jadwal pembuangan dan pemilahan limbah. Dr. Kurdi menghimbau agar masyarakat mematuhi jam operasional armada agar sampah tidak berserakan akibat ulah hewan liar sebelum petugas datang menjemput.

Langkah preventif lainnya adalah ajakan untuk meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai dan styrofoam saat membeli hidangan berbuka puasa. Penggunaan wadah makanan yang dapat digunakan kembali dianggap sebagai solusi jangka panjang yang paling efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan di Aceh Barat.

Dengan kerja sama yang sinergis antara petugas DLH, Satpol PP yang melakukan patroli rutin, serta kesadaran masyarakat, diharapkan volume 31,94 ton tersebut dapat terkelola dengan baik. Kebersihan lingkungan selama bulan suci merupakan bagian dari cerminan kualitas ibadah yang dijalankan oleh seluruh umat muslim di Bumi Teuku Umar.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa kenaikan timbulan sampah di Aceh Barat selama Ramadan 2025?

Terdapat kenaikan sebesar 5,94 ton per hari, dari rata-rata normal 26 ton menjadi 31,94 ton per hari selama empat hari pertama Ramadan.

Apa penyebab utama peningkatan sampah tersebut?

Peningkatan dipicu oleh aktivitas rumah tangga yang lebih tinggi, maraknya pasar takjil, serta penggunaan bahan sekali pakai selama waktu berbuka dan sahur.

Berapa banyak armada yang dikerahkan DLH Aceh Barat?

DLH mengoperasikan 12 unit truk sampah (dengan 21 ritasi), 5 unit arm roll (amrol), dan 4 unit becak motor untuk menjangkau area permukiman.

Kapan jadwal operasional pengangkutan sampah dilakukan?

Operasional dibagi dua sesi: sebelum sahur hingga siang hari (11 unit) dan sesi sore hingga setelah salat Tarawih (10 unit).

Bagaimana cara masyarakat membantu mengurangi timbulan sampah?

Masyarakat diimbau membuang sampah sesuai jadwal, mematuhi surat edaran pemerintah, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.



Ditulis oleh: Sri Wahyuni

Baca Juga

Loading...