Potensi Ekspor Rajungan Ujunggebang Indramayu Tembus Pasar Internasional

Table of Contents

Dari Muara Kali Sewo Indramayu Menuju Pasar Ekspor, Rajungan Ujunggebang Mendunia - westjavatoday.com


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Aktivitas ekonomi di muara Kali Sewo, Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, kini semakin menggeliat berkat pengolahan komoditas laut. Puluhan warga setempat setiap harinya sibuk mengolah rajungan hasil tangkapan nelayan pesisir untuk dijadikan produk ekspor bernilai tinggi.

Di sebuah bangunan pengolahan sederhana, para pekerja dengan terampil memisahkan daging rajungan dari cangkangnya. Proses ini dilakukan dengan penuh ketelitian demi menjaga kualitas daging tetap segar sebelum dikemas dan dikirim ke luar negeri.

Proses Pengolahan Berstandar Internasional

Kegiatan pengolahan dimulai sejak pagi hari saat rajungan segar baru saja mendarat dari kapal nelayan. Petugas segera membersihkan rajungan tersebut untuk kemudian masuk ke tahap perebusan dan pemisahan daging secara manual.

Setelah daging terpisah, proses sortir ketat dilakukan untuk memastikan produk memenuhi standar mutu internasional. Hal ini menjadi syarat mutlak mengingat permintaan pasar luar negeri yang sangat mengutamakan aspek kebersihan dan kualitas bahan baku.

Permintaan yang terus mengalir dari mancanegara membuat aktivitas di tempat pengolahan ini hampir tidak pernah berhenti. Rajungan dari Ujunggebang kini dikenal memiliki harga jual yang cukup fantastis di pasar global dibandingkan penjualan lokal.

Dampak Positif bagi Ekonomi Kerakyatan

Kehadiran unit pengolahan rajungan ini secara nyata memberikan dampak positif bagi lapangan pekerjaan di wilayah Kecamatan Sukra. Sedikitnya terdapat 30 karyawan yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga dan warga sekitar yang kini memiliki penghasilan tetap.

Bagi masyarakat setempat, rajungan bukan lagi sekadar hasil laut biasa, melainkan tumpuan ekonomi keluarga. Proses kerja yang dilakukan secara gotong royong ini mampu menggerakkan roda perekonomian di tingkat desa pesisir.

Camat Sukra, Sigit Widiyanto, atau yang akrab disapa Bang Joey, mengapresiasi keberhasilan potensi lokal ini. Menurutnya, kesuksesan rajungan Ujunggebang membuktikan bahwa produk desa mampu bersaing secara kompetitif di kancah dunia.

Dukungan Pemerintah dan Pengembangan Produk

“Produk rajungan dari Ujunggebang sudah diminati pasar luar negeri dengan harga yang sangat baik. Usaha ini nyata menggerakkan ekonomi desa dan menghidupi banyak warga,” ungkap Sigit pada Sabtu (14/2/2026).

Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar skala usaha ini semakin berkembang luas. Harapannya, sektor perikanan ini dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indramayu secara umum.

Kepala UPTD Bina Usaha dan Produksi Perikanan Kecamatan Sukra, Yuningsih, menyatakan pentingnya pembinaan berkelanjutan. Sektor pengolahan hasil laut dipandang sebagai kekuatan ekonomi lokal yang harus terus didorong melalui peningkatan kualitas produksi.

Visi Menuju Produk Olahan Jadi

Meskipun saat ini produksi utama masih berpusat di Desa Ujunggebang, kontribusinya terhadap ekonomi masyarakat sangat signifikan. Pihak UPTD terus berupaya meningkatkan variasi produk olahan perikanan agar memiliki nilai tambah yang lebih besar.

Pemerintah daerah menargetkan agar produk perikanan dari Indramayu tidak lagi dikirim dalam bentuk bahan baku mentah saja. Ke depannya, diharapkan muncul produk-produk jadi yang siap dikonsumsi langsung oleh pasar domestik maupun internasional.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat sektor perikanan sebagai tulang punggung ekonomi Indramayu. Dengan inovasi dan standarisasi, rajungan Ujunggebang diproyeksikan akan terus mendunia dan mengharumkan nama daerah.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Di mana lokasi pusat pengolahan rajungan ekspor di Indramayu?

Lokasi pengolahan berada di Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, tepatnya di sekitar muara Kali Sewo.

Siapa yang banyak terlibat dalam proses pengolahan rajungan tersebut?

Sekitar 30 karyawan yang mayoritas terdiri dari ibu rumah tangga dan warga sekitar Desa Ujunggebang.

Bagaimana standar kualitas yang diterapkan pada rajungan Ujunggebang?

Produk melewati proses sortir ketat dan pengolahan bersih untuk memenuhi standar mutu internasional pasar ekspor.

Apa target pemerintah Kabupaten Indramayu terkait produk perikanan ini?

Pemerintah ingin meningkatkan produksi dari sekadar bahan baku menjadi produk olahan jadi untuk meningkatkan nilai jual.



Ditulis oleh: Rudi Hartono

Baca Juga

Loading...