Pertemuan Tertutup Forum Rektor Kuningan: 7 Poin Strategis Jadi Misteri

Table of Contents

Forum Rektor Kuningan Lakukan Pertemuan Tertutup, Ada Apa? – Kuningan Mass


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - KUNINGAN – Forum Rektor Kuningan menggelar pertemuan tertutup di kampus Politeknik Kesehatan (Poltekes) KMC Kuningan pada Jumat (13/2/2026). Agenda yang berlangsung tanpa publikasi ini memicu spekulasi publik terkait arah kebijakan pendidikan tinggi di daerah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak tujuh dari delapan pimpinan perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan hadir dalam pertemuan ini. Para peserta meliputi pimpinan Universitas Kuningan (UNIKU), Universitas Islam Al Ihya (UNISA), Universitas Muhammadiyah Kuningan (UMK), dan Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI).

Daftar Kehadiran dan Absensi Lembaga

Selain universitas, turut hadir pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Khusnul Khatimah (STISHK), Sekolah Tinggi Ilmu al-Qur’an (STIQ) Al Multazam, serta Poltekes KMC sebagai tuan rumah. Namun, Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU) tercatat sebagai satu-satunya lembaga yang tidak menghadiri pertemuan tersebut.

Pertemuan ini dilaksanakan secara tertutup tanpa melibatkan kehadiran media maupun penyampaian rilis resmi mengenai hasil diskusi. Situasi tersebut memicu berbagai interpretasi, mengingat Forum Rektor dikenal jarang mengadakan pertemuan formal secara kolektif di ruang publik.

Konfirmasi Tuan Rumah Terkait 7 Poin Bahasan

Direktur Poltekes KMC Kuningan, Dr. Eman Sulaeman, selaku tuan rumah membenarkan bahwa agenda tersebut telah terlaksana sesuai jadwal. Ia menjelaskan bahwa pertemuan bertujuan untuk membina keakraban sekaligus menjadi ruang diskusi strategis antar-pimpinan kampus.

“Memang benar bahwa pertemuan Forum Rektor Kuningan telah berlangsung, dihadiri oleh delapan pemimpin Perguruan Tinggi. Selain keakraban, ada tujuh poin yang dibahas, tetapi kami belum dapat memberikan detailnya saat ini,” ujar Dr. Eman memberikan klarifikasi.

Pernyataan singkat ini justru menimbulkan pertanyaan baru di tengah kalangan akademisi mengenai transparansi isi diskusi. Ketiadaan rincian detail memicu kecurigaan adanya agenda strategis terkait isu kebijakan lokal yang berdampak langsung pada sektor pendidikan tinggi.

Spekulasi Kebijakan dan Konsolidasi Kelembagaan

Beberapa pengamat menilai bahwa pertemuan semacam ini biasanya dilakukan ketika terdapat kepentingan bersama yang membutuhkan konsolidasi kuat. Forum rektor memegang posisi strategis dalam menyelaraskan persepsi terhadap peraturan pemerintah serta memperkuat sinergi lintas universitas.

Muncul dugaan bahwa forum tersebut membahas potensi dampak regulasi daerah terhadap operasional kampus, masalah pendanaan, hingga pola kolaborasi antarlembaga. Informasi strategis ini masih bersifat konseptual sehingga pihak forum belum bersedia memberikan pernyataan kolektif secara resmi.

Hingga laporan ini diturunkan, publik masih menantikan apakah hasil pertemuan tersebut akan dipublikasikan atau ditindaklanjuti dalam bentuk rekomendasi kebijakan. Transparansi informasi dinilai sangat penting guna mencegah spekulasi berlebihan di tengah dinamika tata kelola pendidikan di Kuningan.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan dan di mana pertemuan Forum Rektor Kuningan berlangsung?

Pertemuan berlangsung pada hari Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di kampus Politeknik Kesehatan (Poltekes) KMC Kuningan.

Berapa banyak perguruan tinggi yang hadir dalam pertemuan tersebut?

Sebanyak 7 dari 8 pimpinan perguruan tinggi hadir, yaitu UNIKU, UNISA, UMK, UBHI, STISHK, STIQ Al Multazam, dan Poltekes KMC.

Apa yang dibahas dalam pertemuan tertutup tersebut?

Menurut Dr. Eman Sulaeman, terdapat 7 poin strategis yang dibahas beserta agenda pembinaan keakraban, namun detail poin tersebut belum dirinci ke publik.

Lembaga mana yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut?

Satu-satunya perguruan tinggi yang tidak ikut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU).



Ditulis oleh: Agus Pratama

Baca Juga

Loading...