Penyebab Banjir Indramayu Setinggi Pinggang: Bupati Lucky Hakim Ungkap Solusinya
/data/photo/2026/02/12/698d5e2c4a9e6.jpeg)
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Bupati Indramayu Lucky Hakim mengungkap sejumlah faktor utama penyebab banjir yang merendam kawasan perumahan di pusat kota Indramayu hingga setinggi pinggang. Kondisi memprihatinkan ini merendam pemukiman warga setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Hal ini terungkap setelah Lucky melakukan dialog bersama warga dan pengembang perumahan guna mencari solusi penanganan banjir yang kian meresahkan. Pertemuan strategis tersebut dilaksanakan di Aula Ki Tinggil Setda Indramayu pada Jumat (13/2/2026) siang.
Faktor Utama Penyebab Banjir di Pusat Kota
"Faktor-faktor penyebab banjir tersebut didapat dari hasil dialog bersama warga, pengembang perumahan, dan lainnya," kata Lucky Hakim di hadapan awak media. Ia menjelaskan bahwa hambatan pada saluran pembuangan air menjadi pemicu utama air merendam permukiman.
Salah satu kendala teknis yang paling krusial di lapangan adalah banyaknya bangunan yang berdiri secara ilegal di atas saluran air. Keberadaan bangunan-bangunan tersebut membuat aliran air tersumbat dan meluap ke kompleks perumahan saat debit hujan meningkat.
Selain masalah drainase, keberadaan embung atau kolam retensi sebagai infrastruktur pengendali banjir dinilai belum berfungsi secara optimal. Padahal, infrastruktur ini sangat vital untuk menampung sementara limpasan air permukaan sebelum dialirkan ke sungai besar.
"Kolam retensi juga turut mendukung konservasi air melalui proses peresapan ke dalam tanah," ujar Lucky Hakim menekankan pentingnya fungsi ekologis embung. Menurutnya, penanganan banjir di Indramayu harus mengedepankan pendekatan kolaboratif tanpa harus saling menyalahkan antarpihak.
Langkah Penanganan dan Kolaborasi Pengembang
Dalam pertemuan tersebut, warga dan pengembang mendesak Pemkab Indramayu segera melakukan pengerukan sedimentasi pada sungai dan sistem drainase. Pengerukan ini diharapkan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pusat kota hingga ke arah muara sungai.
Mengingat secara geografis Indramayu berada di dataran rendah, penanganan masalah air ini harus dilakukan secara sistematis dan humanis. Lucky mengakui bahwa proyek penanganan banjir yang menyeluruh memerlukan biaya yang tidak sedikit dari anggaran daerah.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kontribusi dari pihak swasta, khususnya pengembang perumahan, untuk membenahi sistem drainase di wilayah mereka. Sinergi antara pemerintah dan swasta dianggap sebagai kunci keberhasilan penanganan banjir di wilayah pusat kota.
"Keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat kontribusi dari pengembang perumahan sangat membantu untuk menangani permasalahan banjir," tegas Lucky. Ia berharap para pengembang memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan sistem pembuangan air di perumahan mereka berfungsi baik.
Rencana Jangka Pendek Pemkab Indramayu
Pemkab Indramayu kini telah menyusun langkah jangka pendek untuk mengantisipasi banjir susulan di kawasan terdampak. Fokus utama saat ini adalah melakukan normalisasi drainase dan pembersihan saluran dari berbagai sumbatan bangunan liar.
Selain normalisasi, pemerintah akan mempercepat pembangunan kolam retensi tambahan di titik-titik yang dinilai paling rawan genangan. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi ketinggian air saat puncak musim hujan tiba di Indramayu.
Lucky berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan proyek perbaikan infrastruktur berjalan sesuai jadwal. Partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga diharapkan meningkat demi kelancaran aliran air di drainase kota.
Dengan langkah-langkah terukur ini, diharapkan masalah banjir setinggi pinggang di pusat kota Indramayu tidak lagi berulang di masa depan. Pemerintah daerah berjanji akan terus transparan dalam mengelola anggaran penanggulangan bencana demi kepentingan masyarakat luas.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa penyebab utama banjir di perumahan pusat kota Indramayu menurut Bupati Lucky Hakim?
Penyebab utamanya adalah hambatan pada saluran pembuangan air akibat banyaknya bangunan di atas drainase dan fungsi kolam retensi yang belum optimal.
Kapan Bupati Lucky Hakim melakukan dialog terkait penanganan banjir tersebut?
Dialog bersama warga dan pengembang perumahan dilakukan pada Jumat, 13 Februari 2026, di Aula Ki Tinggil Setda Indramayu.
Apa langkah jangka pendek yang akan diambil Pemkab Indramayu?
Langkah jangka pendek meliputi normalisasi drainase, pembersihan saluran dari bangunan liar, dan percepatan pembangunan kolam retensi tambahan.
Mengapa Bupati meminta kontribusi dari pengembang perumahan?
Karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah, sehingga kontribusi swasta sangat diperlukan untuk membenahi sistem drainase di wilayah perumahan.
Ditulis oleh: Sri Wahyuni