Penemuan Jasad Pendaki Yazid di Jalur Ekstrem Bukit Mongkrang Lawu
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar mengonfirmasi penemuan jasad pendaki Yazid Ahmad Firdaus di aliran sungai kawasan Bukit Mongkrang, Gunung Lawu. Penemuan pada Selasa (10/2/2026) ini mengakhiri masa pencarian korban yang dilaporkan hilang sejak pertengahan Januari lalu.
Tim relawan gabungan berhasil mengidentifikasi lokasi korban tepat pada pukul 08.45 WIB di area yang sangat terpencil. Jasad Yazid ditemukan di titik dengan karakteristik medan ekstrem yang selama ini sulit dijangkau oleh tim pencari darat.
Medan Terjal di Aliran Sungai Bukit Mongkrang
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa jasad ditemukan di lokasi dengan tingkat risiko tinggi. Medan di sekitar aliran sungai tersebut dikenal sangat terjal, licin, dan memiliki sudut kemiringan yang membahayakan bagi personel evakuasi.
"Jalurnya memang ekstrem, di aliran sungai, jadi butuh kehati-hatian,” ujar Hendro saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa lokasi penemuan tersebut memang menjadi salah satu tantangan geografis terbesar selama masa pencarian berlangsung.
Tim gabungan harus bekerja ekstra keras dengan menyusuri lembah-lembah curam hingga aliran sungai terdalam di kawasan tersebut. Strategi penyisiran mendalam ini dilakukan guna memastikan tidak ada satupun area potensial yang terlewatkan dari jangkauan petugas.
Kondisi Jasad dan Proses Identifikasi Korban
Saat ditemukan oleh tim relawan, kondisi jenazah Yazid Ahmad Firdaus dilaporkan masih dalam keadaan yang relatif utuh. Petugas juga menemukan sejumlah barang milik korban seperti sepatu, kaos kaki, dan identitas pribadi di sekitar titik penemuan tersebut.
Keberadaan barang-barang pribadi ini sangat membantu petugas dalam mempercepat proses identifikasi awal sebelum dilakukan evakuasi. Setelah identitas dipastikan, tim segera berkoordinasi dengan pos pendakian atas untuk merancang langkah pengangkutan jasad secara aman.
Proses evakuasi dari lokasi menuju titik bawah dilakukan secara bertahap oleh tim SAR dan personel BPBD Karanganyar. Mengingat medan yang sangat sulit, koordinasi antar-regu menjadi kunci utama agar proses pemindahan jenazah berjalan lancar tanpa kendala teknis.
Kronologi Hilangnya Yazid Ahmad Firdaus
Yazid, yang merupakan warga Perum Angsana, Desa Gawanan, Colomadu, sebelumnya dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Lawu pada Minggu (18/1/2026). Ia diketahui melakukan pendakian melalui jalur Bukit Mongkrang yang berbatasan langsung antara wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Operasi pencarian besar-besaran sebenarnya telah dilakukan selama 14 hari berturut-turut namun sempat dihentikan karena menemui jalan buntu. Faktor cuaca buruk dan angin kencang di ketinggian menjadi penghambat utama bagi tim SAR dalam melakukan penyisiran udara maupun darat.
Koordinator SAR Pos Mongkrang, Yohan Tri Anggoro, menyebutkan bahwa teknologi drone yang dikerahkan sempat beberapa kali gagal terbang. Angin di atas area pencarian sangat kencang dan tidak stabil sehingga membahayakan perangkat operasional tim di lapangan.
Dedikasi Relawan dan Penantian Pihak Keluarga
Ayah korban, Sapto Mulyono, mengungkapkan bahwa putranya sebenarnya adalah pendaki berpengalaman yang sering melakukan aktivitas trail run. Yazid dikenal memiliki kondisi fisik prima karena rutin berlatih renang dan lari sebelum berangkat mendaki pada Sabtu malam.
Pihak keluarga sempat berusaha melacak posisi korban melalui sinyal GPS pada jam tangan pintar, namun perangkat tersebut tidak memberikan respons. Kini, keluarga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada ratusan relawan yang telah berjuang menemukan keberadaan putra mereka.
Ditulis oleh: Dewi Lestari