Pemimpin Eropa Desak Perdamaian Usai Serangan AS dan Israel ke Iran
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pemimpin negara-negara Eropa bergerak cepat untuk melindungi warga negara mereka di Timur Tengah menyusul serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu. Situasi ini memicu kekhawatiran global akan eskalasi konflik yang semakin tidak terkendali di wilayah tersebut.
Uni Eropa dilaporkan mulai mengevakuasi sebagian staf diplomatik mereka demi menjamin keamanan personel dari ancaman serangan balasan. Sementara itu, pemerintah Jerman menjadwalkan pertemuan darurat untuk membahas langkah antisipasi terhadap perkembangan cepat di Teheran.
Seruan Donald Trump dan Reaksi Diplomasi Internasional
Dalam serangan besar yang menargetkan berbagai titik di Iran tersebut, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan luar biasa kepada rakyat Iran. Ia menyerukan agar masyarakat setempat mengambil alih pemerintahan mereka guna mengakhiri sistem teokrasi yang telah berlangsung puluhan tahun.
Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah sekutu Amerika Serikat menerima peringatan dini mengenai waktu pasti serangan tersebut. Pemerintah Jerman mengaku baru menerima pemberitahuan pada Sabtu pagi, sementara Prancis menyatakan hanya mengetahui akan adanya aksi militer tanpa jadwal yang jelas.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menggambarkan konflik yang terjadi di Timur Tengah saat ini sebagai situasi yang sangat berbahaya. Ia menegaskan pihaknya sedang bekerja sama dengan pejabat Israel dan Arab untuk mengupayakan jalur negosiasi damai.
"Rezim Iran telah membunuh ribuan orang, serta program nuklir dan rudal balistiknya menjadi ancaman serius bagi keamanan global," tulis Kallas melalui media sosialnya. Ia menambahkan bahwa Uni Eropa terus berkoordinasi erat dengan mitra Arab untuk mengeksplorasi solusi diplomatik yang memungkinkan.
Langkah Perlindungan Warga dan Kesiagaan Militer
Kanselir Jerman Friedrich Merz saat ini tengah berkonsultasi intensif dengan para menteri keamanan dan mitra strategis di tingkat Eropa. Tim manajemen krisis Jerman dijadwalkan bertemu untuk memantau situasi secara mendalam di Iran, Israel, dan wilayah sekitarnya.
Berlin juga mendesak seluruh warga Jerman di wilayah konflik untuk segera mendaftarkan diri pada sistem registrasi resmi warga negara di luar negeri. Instruksi ini bertujuan agar otoritas dapat memberikan perlindungan maksimal dan arahan evakuasi jika situasi memburuk.
Prancis, yang memiliki pangkalan militer di Timur Tengah, menyerukan warga negaranya untuk menerapkan kewaspadaan ekstrem di tengah eskalasi yang sedang berlangsung. Menteri Pertahanan Junior Prancis, Alice Rufo, menyatakan bahwa kondisi saat ini sudah memasuki situasi perang yang menyulitkan negosiasi.
Juru bicara militer Prancis, Kolonel Guillaume Vernet, menegaskan bahwa pasukan mereka terus mengadaptasi postur pertahanan terhadap segala bentuk ancaman. Kehadiran militer Prancis di wilayah tersebut dimaksudkan untuk menjamin penilaian situasi yang independen bagi pemerintah Paris.
Dukungan bagi Warga Sipil dan Penegakan Hukum Internasional
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan akan terus berkomunikasi dengan para pemimpin dunia untuk mendukung inisiatif de-eskalasi ketegangan. Italia juga menegaskan dukungan terhadap warga sipil Iran yang sedang memperjuangkan hak sipil dan politik mereka secara berani.
Pemerintah Swiss turut mengeluarkan pernyataan yang menuntut penghormatan penuh terhadap hukum internasional oleh semua pihak yang terlibat konflik. Mereka mendesak pengendalian diri yang maksimal guna melindungi nyawa warga sipil serta infrastruktur penting dari kehancuran lebih lanjut.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa respons utama Uni Eropa terhadap serangan ke Iran?
Uni Eropa mengevakuasi sebagian staf diplomatik dan menyerukan jalur negosiasi damai melalui kerja sama dengan mitra Arab dan Israel.
Bagaimana posisi Jerman dalam menghadapi situasi ini?
Jerman mengadakan pertemuan darurat tim manajemen krisis dan mendesak warganya di Timur Tengah untuk segera mendaftar di sistem perlindungan resmi.
Apa imbauan Swiss terkait konflik di Iran?
Swiss mendesak semua pihak untuk menghormati hukum internasional dan menahan diri demi melindungi warga sipil serta infrastruktur.
Ditulis oleh: Dewi Lestari