Pasar Global Siaga: Dampak Serangan Militer AS ke Iran Terhadap Ekonomi

Table of Contents
Markets brace for impact following U.S. military strikes against Iran
Pasar Global Siaga: Dampak Serangan Militer AS ke Iran Terhadap Ekonomi

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengonfirmasi dimulainya "operasi tempur besar" terhadap Iran, sebuah langkah yang memicu kekhawatiran akan konflik regional yang meluas. Serangan ini dilaporkan menargetkan beberapa kantor kementerian di wilayah selatan Teheran, sebagaimana dikonfirmasi oleh sumber resmi kepada Reuters.

Para pelaku pasar saat ini tengah bersiap menghadapi turbulensi hebat akibat eskalasi militer yang dianggap lebih berisiko dibanding ketegangan geopolitik sebelumnya. Investor memprediksi lonjakan harga minyak mentah dan penguatan aset aman (safe-haven) seperti emas dan dolar AS di tengah ketidakpastian ini.

Ramifikasi Ekonomi yang Lebih Luas

Florian Weidinger dari Santa Lucia Asset Management menyatakan bahwa serangan ke Iran memiliki ramifikasi yang jauh lebih besar dibandingkan krisis Venezuela sebelumnya. Meskipun minyak berat Venezuela berharga bagi kilang tertentu, peran Iran dalam stabilitas energi global jauh lebih krusial dan berdampak luas.

Sebagai perbandingan, produksi minyak Venezuela saat ini hanya berada di angka 800.000 barel per hari, jauh di bawah puncaknya pada era 1990-an. Sebaliknya, Iran bukan sekadar produsen minyak, melainkan pengendali utama jalur distribusi energi internasional melalui Selat Hormuz.

Ancaman Jalur Distribusi Selat Hormuz

Kenneth Goh dari UOB Kay Hian Singapura menekankan bahwa isu utama Iran adalah masalah titik hambat (chokepoint) distribusi minyak dunia. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menghubungkan produsen minyak Timur Tengah dengan pasar global di Asia, Eropa, dan Amerika.

Ramifikasi Ekonomi yang Lebih Luas

Berdasarkan data firma Kpler, sekitar 13 juta barel minyak mentah melintasi Selat Hormuz per hari pada tahun 2025, mencakup 31% dari total aliran minyak laut global. Penutupan atau gangguan pada jalur ini dipastikan akan memicu lonjakan harga energi yang drastis di seluruh dunia.

Prediksi Reaksi Pasar Modal

Alicia García-Herrero dari Natixis memperkirakan pembukaan pasar pada hari Senin akan diwarnai oleh aksi jual besar-besaran atau kondisi "risk-off". Ekuitas global berpotensi melemah hingga 2%, sementara harga minyak diprediksi melonjak antara 5% hingga 10% dalam waktu singkat.

Aset aman seperti Yen Jepang dan obligasi Treasury AS diperkirakan akan mengalami peningkatan permintaan secara signifikan. Namun, para analis menyarankan investor untuk tetap waspada dan menunggu respons balasan dari pihak Iran sebelum mengambil keputusan investasi besar.

Proyeksi Konflik Jangka Panjang

David Roche dari Quantum Strategy mencatat bahwa dampak pasar sangat bergantung pada durasi konflik dan potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Jika operasi ini berlangsung singkat, volatilitas pasar mungkin hanya terjadi sementara sebelum akhirnya kembali stabil.

Namun, jika militer AS melakukan upaya perubahan rezim yang berkepanjangan, pasar modal Asia kemungkinan akan menjadi yang paling terdampak. Ketergantungan Asia pada pasokan energi yang stabil membuat kawasan ini sangat rentan terhadap gangguan di jalur perdagangan Timur Tengah.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa serangan AS ke Iran berdampak besar pada harga minyak?

Iran mengendalikan Selat Hormuz, jalur distribusi bagi 31% pasokan minyak mentah global lewat laut, sehingga konflik di area ini mengancam pasokan energi dunia.

Apa itu kondisi pasar 'risk-off'?

Risk-off adalah situasi di mana investor menghindari aset berisiko seperti saham dan beralih ke aset aman seperti emas, dolar AS, dan obligasi pemerintah karena ketidakpastian geopolitik.

Bagaimana pengaruh konflik ini terhadap pasar saham Asia?

Pasar Asia sangat rentan karena ketergantungan yang tinggi pada impor energi dari Timur Tengah, sehingga gangguan pasokan dapat memicu inflasi dan penurunan kinerja emiten.



Ditulis oleh: Sri Wahyuni

Baca Juga

Loading...