Pasar Global Guncang Akibat Operasi Militer AS di Iran, Investor Siaga
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pasar keuangan global kini berada dalam kondisi siaga tinggi setelah Amerika Serikat mengonfirmasi peluncuran operasi tempur besar-besaran di Iran. Langkah militer ini memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik regional yang lebih luas serta gangguan signifikan pada rantai pasok energi dunia.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa militer Amerika Serikat telah memulai operasi tempur tersebut dengan menargetkan sejumlah titik strategis. Laporan Reuters menyebutkan beberapa kementerian di bagian selatan ibukota Iran, Tehran, menjadi sasaran utama dalam serangan udara ini.
Dampak Strategis pada Harga Minyak Dunia
Para pengamat pasar memperkirakan lonjakan harga minyak yang tajam seiring meningkatnya ancaman di Selat Hormuz. Jalur perairan ini merupakan titik krusial yang dilewati sekitar 13 juta barel minyak mentah per hari pada tahun 2025.
Florian Weidinger, Co-Chief Investment Officer di Santa Lucia Asset Management, menekankan bahwa situasi Iran memiliki dampak yang jauh lebih besar dibandingkan krisis Venezuela sebelumnya. Menurutnya, pasar harus bersiap menghadapi kenaikan harga minyak yang lebih volatil pada pekan mendatang akibat risiko geopolitik ini.
Kenneth Goh dari UOB Kay Hian Singapura menambahkan bahwa jika Venezuela adalah masalah produksi, maka Iran adalah masalah jalur distribusi utama. Data Kpler menunjukkan bahwa Selat Hormuz mencakup sekitar 31% dari total aliran minyak mentah melalui laut secara global.
Sentimen Risk-Off dan Pelarian ke Aset Aman
Investor kini mulai beralih ke perdagangan aman atau "risk-off trade" sebagai bentuk perlindungan nilai terhadap ketidakpastian. Penguatan diprediksi akan terjadi pada dolar AS, yen Jepang, serta komoditas emas yang selama ini dianggap sebagai lindung nilai utama.
Alicia GarcÃa-Herrero, kepala ekonom Natixis, memproyeksikan pembukaan pasar yang kasar dengan potensi penurunan ekuitas global sebesar 1 hingga 2 persen. Ia juga memperkirakan harga minyak bisa melonjak antara 5 hingga 10 persen segera setelah perdagangan dimulai secara resmi.
David Roche dari Quantum Strategy mencatat bahwa dampak jangka panjang akan sangat bergantung pada durasi konflik tersebut. Jika operasi militer berubah menjadi kampanye jangka panjang untuk perubahan rezim, pasar diperkirakan akan bereaksi sangat buruk terhadap gangguan pasokan minyak.
Proyeksi Pasar Asia dan Sektor Siklikal
Pasar Asia dianggap sebagai wilayah yang paling rentan terhadap eskalasi ini mengingat ketergantungan yang tinggi pada rute perdagangan energi. Strategis investasi Global X ETFs, Billy Leung, memperingatkan adanya volatilitas tinggi terutama pada sektor-sektor sensitif dan siklikal.
Meskipun beberapa manajer investasi telah mengantisipasi risiko ini dalam beberapa pekan terakhir, fokus utama saat ini tetap pada respons balasan Iran. Keputusan investor untuk tetap bertahan atau keluar dari pasar akan sangat ditentukan oleh apakah konflik ini tetap terlokalisasi atau meluas ke seluruh wilayah Timur Tengah.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa dampak utama serangan AS ke Iran terhadap pasar global?
Dampak utamanya mencakup lonjakan harga minyak dunia, penguatan aset aman (gold/USD), dan potensi penurunan indeks harga saham global (equities).
Mengapa Selat Hormuz dianggap sangat penting bagi ekonomi dunia?
Selat Hormuz adalah jalur distribusi minyak paling kritis di dunia yang mengalirkan sekitar 31% pasokan minyak mentah global melalui laut.
Bagaimana reaksi investor dalam menghadapi situasi 'risk-off'?
Investor biasanya akan menjual aset berisiko seperti saham dan mengalihkan dana mereka ke aset aman seperti emas, Dolar AS, dan Yen Jepang.
Ditulis oleh: Rina Wulandari
