Panduan Lengkap Zikir Petang Jelang Buka Puasa di Waktu Mustajab Ramadan

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Momen menjelang berbuka puasa merupakan salah satu waktu yang paling dinanti oleh umat Muslim di seluruh penjuru Indonesia selama bulan suci Ramadan. Selain menandai berakhirnya waktu menahan lapar dan dahaga, detik-detik sebelum azan Magrib berkumandang ternyata menyimpan keutamaan spiritual yang sangat besar.
Para ulama dan pakar agama menekankan bahwa waktu petang di bulan Ramadan adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa dan berzikir kepada Allah SWT. Memanfaatkan waktu ini dengan memperbanyak amalan zikir diyakini dapat memberikan ketenangan batin sekaligus menjadi sarana efektif untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Landasan Dalil Mengenai Doa yang Tidak Tertolak
Keutamaan berdoa menjelang berbuka puasa bukan tanpa alasan, melainkan memiliki landasan kuat dalam tradisi Islam yang diriwayatkan melalui hadits sahih. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa orang yang sedang berpuasa memiliki kedudukan istimewa di hadapan Allah SWT.
Berdasarkan Hadits Riwayat (HR) Tirmidzi, disebutkan bahwa ada tiga kelompok orang yang doanya tidak akan tertolak oleh Allah SWT. Kelompok tersebut meliputi pemimpin yang adil, orang yang terzalimi, serta orang yang berpuasa hingga ia memasuki waktu berbuka.
Hadits ini menjadi motivasi utama bagi banyak umat Islam untuk tidak sekadar menunggu waktu makan, tetapi justru meningkatkan intensitas ibadah lisan. Dengan memperbanyak zikir petang, seorang hamba dapat mengoptimalkan peluang diterimanya permohonan yang dipanjatkan di saat-saat paling krusial tersebut.
Perintah Berzikir dalam Al-Qur'an dan Literatur Islam
Mengutip buku Panduan Dzikir Harian karya Baharuddin, Allah SWT secara eksplisit memerintahkan hambanya untuk senantiasa mengingat-Nya, terutama pada waktu pagi dan petang. Perintah ini merupakan bentuk pemeliharaan iman agar hati tetap terpaut pada nilai-nilai ketuhanan di tengah kesibukan duniawi.
Dasar hukum mengenai zikir petang ini termaktub dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab ayat 41-42 yang berbunyi: "Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang."
Ayat tersebut menegaskan bahwa zikir petang adalah amalan rutin yang dianjurkan setiap hari, namun nilainya menjadi lebih istimewa ketika dilaksanakan di bulan Ramadan. Kombinasi antara perintah Al-Qur'an dan momentum puasa menjadikan zikir petang sebagai aktivitas yang sangat krusial bagi peningkatan spiritualitas individu.
Bacaan Zikir Petang Berdasarkan Panduan Sunnah
Dalam buku Koleksi Lengkap Dzikir Pagi Petang oleh Ustaz Abdul Wahhab, terdapat beberapa rangkaian bacaan yang dapat diamalkan oleh umat Muslim. Berikut adalah daftar bacaan zikir petang yang disusun secara sistematis untuk mempermudah umat dalam mengamalkannya menjelang berbuka.
1. Membaca Ayat Kursi
Ayat Kursi merupakan ayat yang memiliki keagungan luar biasa karena mengandung sifat-sifat keesaan dan kekuasaan Allah yang mutlak atas alam semesta. Membaca ayat ini di waktu petang memberikan perlindungan spiritual bagi setiap hamba yang melantunkannya dengan penuh keikhlasan.
Teks Arab:
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Arab Latin:
Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyūm, lā ta`khużuhū sinatuw wa lā na`ūm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS Al-Baqarah: 255).
2. Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
Setelah membaca Ayat Kursi, umat Muslim disunnahkan membaca tiga surah pendek yang sering disebut sebagai Mu'awwidhatayn untuk memohon perlindungan. Ketiga surah ini merupakan benteng dari segala gangguan setan, sihir, maupun penyakit hati seperti iri dan dengki.
Surah Al-Ikhlas:
Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya: "Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
Surah Al-Falaq:
Qul a'ūżu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri gāsiqin iżā waqab, wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad, wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."
Surah An-Naas:
Qul a'ūżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
Doa Khusus Memasuki Waktu Petang
Selain ayat-ayat Al-Qur'an, terdapat doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk menyambut datangnya malam hari. Doa ini berisi pengakuan atas kekuasaan Allah serta permohonan kebaikan untuk waktu-waktu yang akan datang.
Teks Arab:
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Arab Latin:
Amsaynā wa amsal mulku lillāh walḥamdulillāh, lā ilāha illallāh waḥdahū lā syarīka lah, lahul mulku walahul ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai-in qadīr. Rabbi as-aluka khaira mā fī hāżihil lailah wa khaira mā ba'dahā, wa a'ūżu bika min syarri mā fī hāżihil lailah wa syarri mā ba'dahā. Rabbi a'ūżu bika minal kasali wa sū-il kibar. Rabbi a'ūżu bika min 'ażābin fin nāri wa 'ażābin fil qabri.
Artinya: "Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur."
Istighfar dan Pengagungan kepada Allah
Sebagai penutup rangkaian zikir sebelum berbuka, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar atau memohon ampunan. Hal ini penting untuk membersihkan diri dari khilaf yang mungkin dilakukan selama menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Istighfar & Tasbih:
Astaghfirullāh (3x), Allāhuma anta salām wa minka salām tabārakta Yā Dżal jalāli wal ikrām. Lā ilāha illallāh waḥdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu wahuwa 'alā kulli syai-in qadīr.
Melantunkan zikir-zikir di atas secara konsisten dipercaya dapat menjaga kualitas puasa seseorang agar tidak sekadar menjadi kegiatan menahan lapar. Dengan hati yang basah oleh zikir, transisi menuju waktu berbuka akan terasa lebih damai, khidmat, dan penuh dengan keberkahan Ilahi.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa waktu menjelang berbuka puasa disebut sebagai waktu mustajab?
Berdasarkan HR Tirmidzi, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka tidak akan tertolak, sehingga ini menjadi kesempatan emas untuk memohon kepada Allah.
Apakah zikir petang harus dibaca setiap hari di luar bulan Ramadan?
Ya, berzikir di waktu pagi dan petang adalah amalan yang diperintahkan dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab ayat 41-42 sebagai bentuk ibadah harian umat Muslim.
Apa manfaat membaca Ayat Kursi dalam rangkaian zikir petang?
Ayat Kursi mengandung pengakuan atas keagungan Allah dan berfungsi sebagai sarana perlindungan spiritual bagi hamba yang membacanya dengan penuh keyakinan.
Buku apa yang menjadi referensi bacaan zikir petang dalam artikel ini?
Referensi yang digunakan adalah buku 'Panduan Dzikir Harian' karya Baharuddin dan 'Koleksi Lengkap Dzikir Pagi Petang' oleh Ustaz Abdul Wahhab.
Ditulis oleh: Rudi Hartono