Menteri PKP Ungkap 2 Kebijakan Bersejarah di Sumedang bagi Rakyat Kecil

Table of Contents

Menteri PKP Ungkap 2 Kebijakan Bersejarah di Sumedang: Bunga PNM Mekar Turun, KUR Perumahan Bergulir


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkap dua kebijakan besar saat berkunjung ke Sumedang pada Jumat (13/2/2026). Langkah strategis ini disebut sebagai tonggak sejarah baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berpihak pada rakyat.

Kebijakan pertama adalah pemangkasan suku bunga pinjaman bagi nasabah PNM Mekar di seluruh penjuru Indonesia. Sedangkan kebijakan kedua mencakup peluncuran skema KUR Perumahan yang untuk pertama kalinya hadir di tanah air.

Maruarar menyampaikan pengumuman penting ini usai menghadiri sebuah acara di Asia Plaza Sumedang pada waktu petang. Ia menegaskan bahwa seluruh program kerja ini dirancang khusus guna meringankan beban finansial masyarakat ekonomi lemah.

Penurunan Bunga PNM Mekar untuk Jutaan Ibu Rumah Tangga

Bunga pinjaman bagi nasabah PNM Mekar dipastikan turun sekitar 5 persen guna mendorong produktivitas usaha mikro. Penurunan bunga ini menyasar sekitar 16,2 juta nasabah yang mayoritas merupakan kaum perempuan pelaku usaha rumahan.

Maruarar menyebut banyak nasabah tersebut adalah ibu-ibu yang berjuang menjadi tulang punggung utama bagi keluarga mereka. Dengan beban cicilan yang kini berkurang, para pelaku usaha diharapkan memiliki ruang lebih untuk memutar modal.

"Negara hadir memberikan manfaat nyata bagi ibu-ibu yang berjuang dari rumah dan daerahnya," ujar Maruarar kepada awak media. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan bukti konkret kehadiran pemerintah dalam mendukung kemandirian ekonomi keluarga.

Inovasi KUR Perumahan Tanpa Agunan Tambahan

Inovasi kedua yakni KUR Perumahan secara khusus menyasar UMKM sektor kontraktor, pengembang, hingga pemilik toko bangunan. Sebelumnya, belum pernah ada skema Kredit Usaha Rakyat yang fokus memberikan bantuan modal pada industri perumahan.

Pemerintah memberikan subsidi bunga secara signifikan agar beban suku bunga yang ditanggung para pengembang menjadi lebih ringan. Hal ini diharapkan dapat memacu percepatan pembangunan hunian rakyat yang layak dengan harga yang lebih terjangkau.

Menariknya, para pelaku usaha yang mengajukan pinjaman di bawah Rp 100 juta tidak diwajibkan memberikan agunan tambahan. Kemudahan administratif ini bertujuan agar akses permodalan bagi pengusaha kecil di daerah menjadi semakin terbuka lebar.

Sinergi Lintas Sektor untuk Percepatan Ekonomi

Implementasi program besar ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Kementerian PKP, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan pihak PNM. Sinergi tersebut didukung penuh oleh berbagai kementerian terkait serta jajaran pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Maruarar optimis bahwa kebijakan ini akan menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat bagi para pelaku usaha di tingkat tapak. Pemerintah berkomitmen terus memantau efektivitas program agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa dua kebijakan utama yang diumumkan Menteri PKP di Sumedang?

Penurunan suku bunga PNM Mekar sebesar 5 persen dan peluncuran skema KUR Perumahan pertama di Indonesia.

Siapa yang menjadi target utama penurunan bunga PNM Mekar?

Kebijakan ini menargetkan sekitar 16,2 juta nasabah, yang mayoritas adalah ibu-ibu pelaku usaha rumahan atau UMKM.

Siapa saja yang bisa mengajukan KUR Perumahan?

KUR Perumahan ditujukan bagi pelaku UMKM di bidang kontraktor, pengembang (developer), hingga pemilik toko bangunan.

Apakah ada syarat agunan untuk KUR Perumahan?

Untuk pinjaman dengan nilai di bawah Rp 100 juta, pelaku usaha tidak diwajibkan memberikan agunan tambahan.



Ditulis oleh: Siti Aminah

Baca Juga

Loading...