Kunjungan Isaac Herzog ke Australia: Polisi Sydney Bela Tindakan Tegas Saat Protes Ricuh

Table of Contents

Herzog visit: Australian police defend actions after protest violence


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kepolisian New South Wales (NSW) secara resmi membela tindakan personelnya setelah bentrokan keras pecah dalam demonstrasi menentang kunjungan Presiden Israel, Isaac Herzog. Insiden yang terjadi di Sydney pada Senin malam ini memicu kecaman publik setelah video kekerasan polisi beredar luas di media sosial.

Pihak kepolisian melaporkan bahwa sebanyak 27 orang telah ditangkap, dengan sembilan di antaranya menghadapi tuntutan hukum yang serius. Selain itu, otoritas mengonfirmasi bahwa sepuluh petugas kepolisian mengalami penyerangan fisik selama upaya pembubaran massa di pusat kota.

Komisaris Polisi NSW, Mal Lanyon, menyatakan pada hari Selasa bahwa para petugas di lapangan telah menunjukkan pengendalian diri yang luar biasa. Ia menegaskan bahwa tindakan tegas tersebut merupakan langkah yang perlu diambil untuk mengendalikan situasi yang mulai tidak kondusif.

Ketegangan meningkat setelah penyelenggara aksi gagal memenangkan gugatan di pengadilan untuk membatalkan pembatasan hak berdemonstrasi selama kunjungan Herzog. Polisi diberikan kekuasaan khusus untuk melarang massa melakukan longmarch dari Balai Kota menuju parlemen negara bagian atau Hyde Park.

Konteks Undangan dan Penolakan Massa

Pemerintah Australia mengundang Presiden Isaac Herzog dengan tujuan membantu pemulihan komunitas Yahudi setelah serangan antisemit di Bondi Beach beberapa waktu lalu. Namun, kelompok pro-Palestina memprotes keras undangan tersebut karena menganggap Herzog terlibat dalam retorika yang memicu genosida di Gaza.

Sebanyak 15 orang, termasuk seorang anak perempuan berusia sepuluh tahun, tewas pada 14 Desember dalam penembakan massal di acara perayaan Hanukkah. Tragedi berdarah inilah yang menjadi alasan utama pemerintah federal untuk menghadirkan dukungan diplomatik bagi komunitas Yahudi di Australia.

Terdapat perbedaan data yang signifikan terkait jumlah massa, di mana polisi menyebut angka 6.000 peserta sementara penyelenggara mengeklaim mencapai 50.000 orang. Rekaman video menunjukkan konfrontasi fisik yang intens, termasuk momen polisi menyeret pria Muslim yang sedang melaksanakan ibadah salat.

Josh Lees dari Palestine Action Group menyebut kekerasan pada Senin malam tersebut sebagai yang terburuk yang pernah ia saksikan dalam beberapa tahun terakhir. Ia berpendapat bahwa bentrokan ini dapat dihindari jika pemerintah NSW memberikan izin bagi massa untuk melakukan aksi berjalan kaki.

Respon Pejabat dan Dampak Politik

Premier NSW, Chris Minns, membela respon kepolisian dengan menyatakan bahwa petugas ditempatkan dalam situasi yang sangat mustahil untuk dikelola dengan tenang. Ia mengimbau masyarakat agar tidak langsung menghakimi melalui potongan video singkat tanpa memahami konteks kejadian secara utuh.

Asisten Komisaris Peter McKenna menambahkan bahwa pihak berwenang kalah jumlah secara signifikan oleh pengunjuk rasa yang bertindak agresif. Ia menggambarkan suasana malam itu sebagai rangkaian perkelahian yang terus berulang dan sangat mengancam keselamatan petugas di lapangan.

Anggota parlemen Partai Greens NSW, Abigail Boyd, ikut menjadi korban setelah didorong dengan keras oleh petugas hingga menderita cedera leher. Boyd menyatakan sangat kecewa karena identitasnya sebagai anggota parlemen tidak digubris oleh polisi yang melakukan tindakan represif tersebut.

Dewan Imam Nasional Australia turut mengeluarkan pernyataan yang mengutuk tindakan penyeretan pria Muslim saat sedang berdoa sebagai aksi yang tidak dapat diterima. Mereka mendesak adanya penyelidikan menyeluruh terhadap penggunaan kekuatan fisik yang dianggap berlebihan oleh personel kepolisian Sydney.

Kontroversi Internasional Terkait Presiden Herzog

Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan dirinya merasa hancur melihat pemandangan kekerasan tersebut namun tetap mempertahankan keputusannya mengundang Herzog. Albanese menekankan bahwa tindakan anarkis dari beberapa pengunjuk rasa justru merusak pesan damai yang ingin mereka sampaikan.

Penolakan terhadap kunjungan ini berakar pada laporan komisi PBB yang menyebut Isaac Herzog termasuk dalam jajaran pemimpin yang menghasut genosida. Komentar Herzog yang menyatakan seluruh bangsa Palestina bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober menjadi bukti krusial dalam kasus hukum di Mahkamah Internasional.

Meskipun demikian, Herzog telah membantah laporan PBB tersebut dan mengeklaim bahwa pernyataan-pernyataannya telah dikutip di luar konteks yang sebenarnya. Menteri Luar Negeri Israel bahkan menyebut tuduhan tersebut sebagai distorsi fakta yang salah dan bertujuan untuk menyudutkan negaranya.

Saat ini, aksi protes lanjutan telah direncanakan di depan kantor polisi Sydney untuk menuntut pembatalan dakwaan terhadap para demonstran. Massa juga menuntut dilakukannya investigasi independen terhadap setiap petugas yang terbukti menggunakan kekerasan fisik yang tidak proporsional.



Ditulis oleh: Rudi Hartono

Baca Juga

Loading...