Kontroversi Wasit Candra: Alasan Persita Sebut Anulir Gol Lawan Persib Janggal
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Persita Tangerang secara resmi melayangkan protes dan menyatakan kekecewaan mendalam atas kepemimpinan wasit Candra dalam laga pekan ke-22 BRI Super League. Pertandingan yang mempertemukan Persita dengan tuan rumah Persib Bandung ini berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 22 Februari 2026 malam WIB.
Pihak manajemen tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut menilai adanya keputusan yang sangat merugikan jalannya pertandingan serta integritas kompetisi. Fokus utama keberatan mereka tertuju pada dianulirnya gol yang dicetak oleh penyerang andalan mereka, Matheus Alves, pada fase krusial babak kedua.
Kronologi Kejadian Menit ke-81 di Stadion GBLA
Insiden kontroversial ini bermula pada menit ke-81 ketika Persita Tangerang mendapatkan kesempatan melalui skema situasi bola mati atau sepak pojok. Bola yang melambung ke dalam kotak penalti Persib Bandung berhasil disambut dengan sundulan akurat oleh Matheus Alves yang menggetarkan jala gawang lawan.
Namun, kegembiraan para pemain Persita langsung sirna setelah wasit Candra memutuskan untuk tidak mengesahkan gol tersebut sebagai poin bagi tim tamu. Keputusan ini diambil dengan alasan wasit telah meniup peluit lebih dulu sebelum bola bersarang di gawang, sebuah langkah yang dinilai sangat mendadak.
Keputusan tersebut segera memicu reaksi keras dari para pemain di lapangan serta jajaran ofisial di pinggir lapangan yang merasa tidak ada pelanggaran berarti. Mereka mempertanyakan mengapa peluit dibunyikan padahal situasi sepak pojok masih dianggap hidup dan tidak ada insiden yang mengharuskan laga dihentikan.
Pernyataan Resmi Persita: Keputusan yang Dinilai Janggal
Manajemen Persita Tangerang menyebut keputusan wasit Candra sebagai sesuatu yang "jujur janggal" karena momentum peniupan peluit tidak selaras dengan dinamika permainan. Mereka merasa bahwa gol tersebut seharusnya sah dan bisa mengubah hasil akhir pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi tersebut.
"Kami sangat menyayangkan keputusan wasit yang menghentikan permainan di saat peluang bersih sedang tercipta di depan gawang lawan," ujar salah satu perwakilan ofisial Persita. Baginya, ketidakkonsistenan wasit dalam meniup peluit telah merusak konsentrasi dan kerja keras para pemain yang sudah berjuang selama 80 menit lebih.
Reaksi ini tidak hanya berhenti di dalam stadion, tetapi juga meluas secara cepat ke berbagai platform media sosial oleh para pendukung sepak bola nasional. Video rekaman detik-detik penganuliran gol tersebut menjadi perbincangan hangat dan memicu perdebatan mengenai kualitas kepemimpinan wasit di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dampak Terhadap Klasemen BRI Super League
Hasil dari pertandingan pekan ke-22 ini tentunya sangat mempengaruhi posisi kedua tim dalam tabel klasemen sementara BRI Super League musim 2025/2026. Persita Tangerang yang sangat membutuhkan poin untuk merangkak naik ke papan tengah harus merasa puas dengan hasil yang dianggap tidak adil bagi mereka.
Di sisi lain, Persib Bandung sebagai tuan rumah mendapatkan tekanan dari pendukungnya sendiri untuk tetap memberikan performa terbaik meski diuntungkan oleh keputusan wasit. Pertandingan ini pun tercatat sebagai salah satu laga paling kontroversial dalam paruh kedua musim kompetisi tahun ini.
Pihak Persita dikabarkan akan mengumpulkan bukti-bukti rekaman video untuk dilaporkan kepada Komite Wasit PSSI agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja wasit Candra. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk mengubah hasil, melainkan untuk meningkatkan standar perwasitan di masa depan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Prestasi Lain: Timnas Hoki Indonesia Kembali Berjaya
Di tengah riuhnya kontroversi sepak bola tanah air, kabar membanggakan datang dari cabang olahraga hoki pada ajang SEA Games 2026 yang berlangsung bersamaan. Timnas Hoki Indonesia berhasil mencatatkan sejarah dengan kembali mengalahkan Malaysia dalam laga yang berlangsung dramatis dan penuh taktik.
Kemenangan berturut-turut atau back-to-back atas rival abadi tersebut membuktikan bahwa pembinaan atlet hoki di Indonesia telah berada di jalur yang benar. Keberhasilan ini menjadi oase di tengah dinamika olahraga nasional yang seringkali diwarnai oleh drama di atas lapangan hijau.
Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj, mengekspresikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa yang ditunjukkan oleh anak asuhnya selama turnamen. "Saya merasa spesial karena tim ini menunjukkan mental juara yang luar biasa saat menghadapi tekanan dari tim sekuat Malaysia," tegasnya pada Selasa, 24 Februari 2026.
Kesuksesan tim hoki ini diharapkan dapat memotivasi federasi olahraga lain untuk terus menjunjung tinggi profesionalisme dan sportivitas. Baik dalam kemenangan maupun saat menghadapi keputusan wasit yang kontroversial, sportivitas harus tetap menjadi nilai utama bagi setiap atlet dan ofisial.
Kini, publik menanti bagaimana respon lanjutan dari penyelenggara liga terkait protes keras yang dilayangkan oleh Persita Tangerang. Evaluasi yang transparan sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap integritas jalannya kompetisi BRI Super League ke depannya.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan pertandingan antara Persita vs Persib berlangsung?
Pertandingan tersebut berlangsung pada Minggu malam, 22 Februari 2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Mengapa gol Matheus Alves dianulir oleh wasit Candra?
Wasit Candra menganulir gol tersebut karena ia menganggap peluit sudah dibunyikan lebih dulu sebelum bola masuk ke gawang, meskipun situasi sepak pojok dinilai masih hidup oleh pihak Persita.
Apa respons resmi dari pihak Persita Tangerang?
Persita menilai keputusan tersebut sangat janggal dan merugikan tim, serta berencana melaporkan kinerja wasit kepada komite terkait.
Siapa pencetak gol Persita yang dianulir tersebut?
Gol tersebut dicetak melalui sundulan oleh pemain asing Persita Tangerang, Matheus Alves, pada menit ke-81.
Bagaimana hasil prestasi Timnas Hoki Indonesia di SEA Games 2026?
Timnas Hoki Indonesia berhasil mencetak kemenangan back-to-back atas Malaysia, sebuah pencapaian yang disebut pelatih Dharma Raj sebagai momen spesial.
Ditulis oleh: Doni Saputra