Kontroversi Handuk Final AFCON 2025: Gana Gueye Buka Suara

Table of Contents

AFCON 2025: Towel incident in the final, Gana Gueye shares his side of the story


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Gelandang Everton dan juara Piala Afrika 2025, Idrissa Gana Gueye, baru-baru ini memecah keheningan mengenai salah satu insiden paling aneh dalam final turnamen tersebut. Dalam wawancara eksklusifnya dengan majalah olahraga Onze Mondial, pemain berpengalaman ini menyoroti "insiden handuk" yang memicu kebingungan di tengah laga.

Ia mengungkapkan perspektifnya tentang momen-momen penuh ketegangan dan kekacauan yang terjadi selama pertandingan puncak tersebut. Final Piala Afrika 2025, yang diselenggarakan di Maroko, rupanya menyimpan cerita di balik layar yang jauh lebih "gila" dari yang terlihat di televisi.

Perspektif Idrissa Gana Gueye tentang Insiden Handuk

Idrissa Gana Gueye mengakui bahwa ia hampir melupakan insiden handuk, namun kenangan akan kebingungannya masih jelas. "Saya sempat berkata: 'Apa yang mereka lakukan?'" ujarnya, menggambarkan reaksinya saat itu.

Ia menekankan bahwa setiap penjaga gawang biasanya memiliki handuk mereka sendiri di dekat gawang untuk berbagai keperluan, sehingga masalah yang timbul terasa tidak masuk akal baginya. Kebingungan akan alasan di balik "masalah handuk" tersebut masih menjadi misteri yang belum terpecahkan dalam benaknya.

Momen Panas di Lapangan: Interaksi dengan Achraf Hakimi

Di tengah kekacauan, Gana Gueye juga mengingat momen spesifik terkait rekan setimnya, Achraf Hakimi. Ia menyaksikan Hakimi mengambil handuk dan melemparnya, sebuah tindakan yang langsung menarik perhatiannya.

"Achraf, bukan kamu, siapa pun kecuali kamu," kenang Gueye ia berujar kepada Hakimi, mencoba mencegah tindakan lebih lanjut. Hakimi kemudian menjawab, "Tidak, saya tidak tahu," mengindikasikan ketidaktahuannya tentang potensi masalah atau aturan yang dilanggar terkait handuk tersebut.

Perspektif Idrissa Gana Gueye tentang Insiden Handuk

Final AFCON 2025: Lebih dari Sekadar Pertandingan

Gueye menggambarkan final AFCON 2025 sebagai pertandingan yang "gila" dan penuh drama yang tidak bisa diceritakan dalam satu atau dua hari saja. Selain insiden handuk, ia juga menyinggung adanya "perkelahian di tribun penonton" yang menambah panasnya suasana.

Di tengah semua gangguan tersebut, para pemain dituntut untuk tetap fokus dan menjaga konsentrasi penuh pada pertandingan. Kondisi ini menunjukkan tekanan mental yang luar biasa yang harus dihadapi oleh kedua tim di lapangan.

Seremoni Trofi di Stadion Kosong dan Pandangan Pemain

Meskipun ada narasi tentang seremoni penyerahan trofi yang dilakukan di stadion yang "kosong", Gana Gueye memiliki pengalaman yang berbeda. Ia menegaskan bahwa dirinya bahkan tidak menyadari tribun penonton yang tidak terisi penuh.

"Kami berada di dunia kami sendiri, hanya melihat keluarga kami—itulah yang terpenting," jelasnya, menyoroti bagaimana fokus utama mereka adalah perayaan bersama orang-orang terdekat. Hal ini menunjukkan bahwa emosi kemenangan dan kebersamaan dengan keluarga lebih mendominasi daripada kondisi eksternal stadion.

Pujian untuk Organisasi Turnamen oleh Maroko

Terlepas dari berbagai insiden dan drama di lapangan, Gana Gueye tidak lupa menyampaikan apresiasinya terhadap tuan rumah turnamen. Ia memuji Maroko atas penyelenggaraan AFCON yang "luar biasa magnifik".

Menurutnya, Maroko telah menyediakan "stadion-stadion hebat, lapangan yang indah, dan kondisi yang fantastis" bagi para peserta. Pengakuan ini menekankan kualitas infrastruktur dan fasilitas yang disiapkan oleh Maroko, yang berhasil menciptakan pengalaman turnamen yang positif bagi para pemain dan penggemar sepak bola di seluruh benua.



Ditulis oleh: Siti Aminah

Baca Juga

Loading...