Konferwil XV NU Aceh 2026: Membangun Kesadaran Ekologis di Serambi Makkah
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh resmi menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) XV pada Ahad hingga Senin, 15-16 Februari 2026. Perhelatan akbar lima tahunan ini dipusatkan di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Banda Aceh.
Agenda utama forum ini adalah menentukan arah kebijakan organisasi serta memilih kepemimpinan NU Aceh periode 2026–2031. Konferwil kali ini mengusung tema strategis, yakni "Melalui Konferwil NU Aceh XV Membangun Kesadaran Ekologis Umat."
Komitmen Lingkungan dan Peran Strategis Ulama
Isu lingkungan hidup sengaja diangkat untuk menegaskan tanggung jawab keagamaan Nahdlatul Ulama dalam menjaga kelestarian alam. Hal ini dipandang krusial mengingat berbagai persoalan ekologis dan bencana alam yang kerap melanda wilayah Aceh.
Peran ulama dinilai sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif umat untuk menjaga keseimbangan ekosistem demi masa depan. Melalui forum ini, NU Aceh berupaya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Ketua Panitia, Tgk H Amirullah Ja’far, mengonfirmasi bahwa seluruh persiapan teknis dan administratif telah rampung dikerjakan. Beliau berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian musyawarah dengan penuh khidmat demi menjaga kebersamaan organisasi.
“Konferwil ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum musyawarah untuk merumuskan arah perjuangan lima tahun ke depan,” ujar Tgk H Amirullah. Suasana menjelang pembukaan pun mulai menghangat seiring munculnya bursa calon anggota Ahlul Halli wal ‘Aqdi (Ahwa).
Mekanisme Pemilihan dan Evaluasi Program Kerja
Mekanisme pemilihan kepemimpinan akan melibatkan tujuh anggota Ahwa terpilih untuk menetapkan posisi Rais Syuriyah PWNU Aceh. Selanjutnya, tim Ahwa tersebut akan bermusyawarah guna memilih Ketua Tanfidziyah yang akan memimpin selama satu periode ke depan.
Selain suksesi kepemimpinan, Konferwil XV menjadi wadah evaluasi program kerja di bidang pendidikan, dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi. Agenda Bahtsul Masail yang dikoordinasikan LBM PWNU Aceh turut menjadi bagian penting dalam merespons persoalan keagamaan kontemporer.
Delegasi PCNU Aceh Utara, Abati Mukhtar, menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan gelaran akbar di Bumi Serambi Makkah ini. Pihaknya datang dengan semangat memperkuat konsolidasi organisasi serta mempererat ukhuwah nahdliyah di tingkat wilayah.
“Momentum ini harus melahirkan kepemimpinan yang amanah, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” tegas Abati Mukhtar. Senada dengan itu, anggota DPR Aceh, Tgk T Zulfadli atau Waled Landeng, menilai Konferwil ini sebagai tonggak sejarah penting.
Waled Landeng menekankan bahwa NU harus terus hadir sebagai penyejuk sekaligus penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah dinamika sosial. Kepemimpinan baru diharapkan mampu merawat tradisi keulamaan sambil tetap responsif terhadap isu modern seperti ekonomi umat.
“NU Aceh memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing umat dan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat,” pungkas Waled Landeng. Dengan dukungan berbagai cabang, Konferwil XV diharapkan mempertegas komitmen NU dalam membangun peradaban religius yang berwawasan ekologis.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan Konferwil XV NU Aceh dilaksanakan?
Konferwil XV PWNU Aceh dijadwalkan berlangsung pada Ahad-Senin, 15-16 Februari 2026.
Di mana lokasi pelaksanaan Konferwil XV NU Aceh?
Acara ini dipusatkan di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Kota Banda Aceh.
Apa tema utama yang diangkat dalam konferensi ini?
Tema yang diusung adalah 'Melalui Konferwil NU Aceh XV Membangun Kesadaran Ekologis Umat'.
Bagaimana mekanisme pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah?
Pemilihan menggunakan sistem Ahlul Halli wal ‘Aqdi (Ahwa) yang terdiri dari tujuh orang terpilih untuk bermusyawarah menetapkan pimpinan baru.
Ditulis oleh: Dewi Lestari