Komandan IRGC Mohammad Pakpour Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel dan AS
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Pakpour, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat pada hari Sabtu. Laporan ini pertama kali disiarkan oleh media Israel, N12, yang menyebutkan bahwa sang jenderal menjadi target dalam operasi militer tersebut.
Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kabar kematian tokoh militer paling berpengaruh tersebut. Situasi di ibu kota Iran dilaporkan masih sangat tegang menyusul serangkaian serangan yang terjadi di beberapa titik strategis.
Profil Mohammad Pakpour dan Kenaikan Pangkatnya
Mohammad Pakpour baru menjabat sebagai komandan tertinggi IRGC selama 260 hari sebelum insiden ini terjadi. Ia merupakan salah satu orang paling berkuasa di Iran yang memegang kendali penuh atas struktur keamanan negara.
Pada tahun 2025, ia dipromosikan ke pangkat Mayor Jenderal oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kenaikan pangkat ini dilakukan segera setelah eliminasi komandan sebelumnya, Hussein Salami, guna memperkuat stabilitas militer.
Pakpour secara khusus ditugaskan oleh Khamenei untuk meningkatkan kemampuan, kesiapan, dan kohesi internal di dalam tubuh IRGC. Hal ini dianggap krusial mengingat tekanan geopolitik yang terus meningkat terhadap Republik Islam tersebut.
Bulan lalu, Mohammad Pakpour sempat memberikan peringatan keras kepada Israel dan Amerika Serikat untuk tidak melakukan kesalahan perhitungan. Ia menegaskan bahwa Iran berada dalam posisi paling siap dengan "jari di atas pelatuk" untuk menghadapi ancaman luar.
Dampak Serangan dan Keamanan Pemimpin Tertinggi
Serangan udara tersebut dilaporkan terjadi di lokasi yang berdekatan dengan kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Laporan intelijen menyebutkan bahwa Khamenei yang kini berusia 86 tahun telah dipindahkan ke lokasi yang sangat aman sebelum serangan dimulai.
Khamenei sendiri dilaporkan belum terlihat di hadapan publik selama beberapa hari terakhir di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington. Ketidakhadiran sang pemimpin tertinggi ini memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi keamanan internal pemerintah Iran.
Status Pejabat Tinggi Iran Pasca Serangan
Meskipun ada laporan tewasnya Pakpour, kantor berita Farshas melaporkan bahwa sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya berada dalam kondisi aman. Presiden Masoud Pezeshkian dikonfirmasi tidak terluka dan tetap menjalankan tugas pemerintahan seperti biasa.
Nama-nama besar lainnya seperti Ali Larijani, Mohammad Bagher Qalibaf, dan Gholamhossein Mohseni Eje'i juga dilaporkan selamat. Panglima Angkatan Darat Abdolrahim Mousavi Hatami juga termasuk dalam daftar pejabat yang dipastikan dalam kondisi baik.
IRGC merupakan institusi paling berpengaruh di Iran yang bertugas melindungi sistem politik Republik Islam. Lembaga ini memiliki otoritas luas, mulai dari pengawasan kemampuan rudal hingga jaringan kelompok bersenjata di luar perbatasan Iran.
Komunitas internasional kini terus memantau perkembangan terkini di Timur Tengah pasca berita kematian Pakpour ini. Eskalasi konflik antara Iran dan aliansi Israel-AS dikhawatirkan akan memicu ketidakstabilan kawasan yang lebih luas.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa Mohammad Pakpour?
Mohammad Pakpour adalah komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang baru menjabat selama 260 hari sebelum dilaporkan tewas dalam serangan udara.
Siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut?
Menurut laporan media Israel N12, serangan tersebut dilakukan oleh kekuatan militer Israel dan Amerika Serikat pada hari Sabtu.
Bagaimana kondisi Ayatollah Ali Khamenei?
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan telah dipindahkan ke lokasi yang aman dan tidak terluka dalam serangan tersebut.
Apakah Iran sudah mengonfirmasi kematian Pakpour?
Hingga saat ini, belum ada pernyataan atau konfirmasi resmi dari pemerintah Teheran mengenai status kematian Mohammad Pakpour.
Ditulis oleh: Dewi Lestari
