Kisah Inspiratif Purna PMI Indramayu Membangun Desa Melalui Kewirausahaan Mandiri

Table of Contents

Kisah Haru PMI Indramayu Menolak Gaji Besar dan Memilih Membangun Desa


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Sejumlah mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, kini memilih untuk menetap dan membangun ekonomi di kampung halaman. Meski gaji besar di luar negeri sempat menjadi magnet utama, mereka kini lebih mantap menatap masa depan sebagai pengusaha lokal.

Para perempuan tangguh ini tergabung dalam komunitas Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) Ratu Arimbi yang aktif memberdayakan purna PMI. Melalui wadah ini, mereka membuktikan bahwa kemandirian ekonomi dapat dicapai tanpa harus meninggalkan keluarga dan tanah air.

Program INKLUSI dan Pemberdayaan Purna PMI

Pada Rabu (11/2/2026), para anggota Desbumi mengikuti kegiatan Joint Monitoring Field Visit (JMFV) bersama Program INKLUSI di balai desa setempat. Program ini merupakan bentuk kerja sama strategis antara Pemerintah Australia dan Indonesia dalam mendukung kelompok marjinal, termasuk para mantan buruh migran.

Sangadah (43), salah satu anggota Desbumi, menyatakan komitmennya untuk berhenti bekerja ke luar negeri demi fokus pada usaha di rumah. Setelah dua kali bekerja di Arab Saudi selama total lima tahun, ia merasa sudah saatnya memprioritaskan kehadiran untuk keluarganya.

"Kayaknya sudah tidak minat lagi ke luar negeri soalnya sudah ada kegiatan di rumah," ujar Sangadah kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi. Ia mengakui bahwa dahulu faktor ekonomi memaksanya untuk menelan risiko berjauhan dengan suami dan anak-anaknya.

Transformasi Menjadi Pengusaha Lokal

Kini, prioritas hidup Sangadah telah berubah sepenuhnya demi memantau tumbuh kembang anaknya secara langsung. Di bawah binaan organisasi Migrant Care, ia bersama sekitar 20 ibu-ibu lainnya mendapatkan pendampingan intensif dalam berwirausaha.

Kelompok ini berhasil menyulap potensi lokal Desa Segeran menjadi produk bernilai jual tinggi yang mampu bersaing di pasar. Produk andalan mereka meliputi jelly jeruk Segeran, serbuk jeruk, kacang gawir, hingga produk minuman tradisional wedang jahe.

Pendampingan yang diberikan tidak hanya terbatas pada proses produksi, tetapi juga mencakup pengurusan legalitas usaha dan strategi pemasaran. Hal ini membuat para ibu purna PMI menjadi lebih percaya diri dalam menjalankan roda bisnis secara profesional dan mandiri.

Dukungan Keluarga dan Edukasi Migrasi Aman

Cerita serupa dialami oleh Uripah (36), mantan PMI asal Taiwan periode 2013–2017 yang sempat ingin kembali bekerja di luar negeri. Namun, niat tersebut perlahan memudar setelah ia tidak mendapatkan restu dari suami dan menemukan peluang baru melalui komunitas Desbumi.

Uripah kini merintis usaha mandiri pembuatan buket bunga sembari tetap aktif dalam kegiatan kelompok usaha di desanya. Ia merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan berbagai ilmu kewirausahaan secara gratis melalui pelatihan yang disediakan oleh program pendampingan.

Selain aspek ekonomi, Desbumi juga berperan sebagai pusat edukasi bagi masyarakat mengenai tata cara migrasi yang aman. Uripah dan rekan-rekannya aktif membagikan informasi agar warga desa tidak terjebak jalur ilegal atau nonprosedural yang berisiko tinggi.

Keberadaan komunitas ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan masyarakat desa mampu menekan angka keberangkatan PMI secara berkelanjutan. Dengan adanya lapangan kerja di kampung halaman, para perempuan Indramayu kini memiliki pilihan yang lebih baik untuk masa depan keluarga mereka.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu komunitas Desbumi Ratu Arimbi?

Desbumi (Desa Peduli Buruh Migran) Ratu Arimbi adalah komunitas di Desa Segeran, Indramayu, yang mewadahi para purna PMI untuk berdaya secara ekonomi melalui kewirausahaan dan edukasi migrasi aman.

Produk apa saja yang dihasilkan oleh purna PMI di Desa Segeran?

Produk-produk unggulannya meliputi jelly jeruk Segeran, serbuk jeruk, kacang gawir, wedang jahe, hingga usaha mandiri seperti pembuatan buket bunga.

Siapa yang mendampingi para purna PMI dalam berwirausaha?

Para purna PMI di Desa Segeran mendapat pendampingan dari organisasi Migrant Care melalui Program INKLUSI, yang merupakan kerja sama antara Pemerintah Australia dan Indonesia.



Ditulis oleh: Rudi Hartono

Baca Juga

Loading...