Ketua NU Aceh Ajak Warga Ikuti Penetapan Ramadhan Pemerintah

Table of Contents

Ketua NU Aceh Ajak Warga Ikuti Penetapan Awal Ramadhan Pemerintah, Saling Menghargai jika Terjadi Perbedaan


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, mengimbau seluruh masyarakat Aceh untuk mengikuti keputusan resmi pemerintah terkait penetapan awal Ramadhan 1447 H. Ajakan ini disampaikan guna menjaga persatuan dan ketertiban umat Islam di Indonesia.

Pria yang akrab disapa Abu Sibreh tersebut menegaskan bahwa keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama RI didasarkan pada mekanisme sidang isbat yang akuntabel. Proses ini melibatkan para ulama, ahli falak, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dari seluruh penjuru tanah air.

Mekanisme Sidang Isbat dan Kedewasaan Beragama

Abu Sibreh menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan perpaduan antara metode rukyatul hilal (observasi lapangan) dan hisab (perhitungan astronomis). Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menentukan dimulainya bulan suci Hijriah.

"Sebagai warga negara dan bagian dari umat Islam, sudah sepatutnya kita mengikuti keputusan pemerintah. Hal ini demi menjaga kemaslahatan, persatuan, dan ketertiban bersama," ujar Abu Sibreh pada Sabtu (14/2/2026).

Ia juga menyadari adanya potensi perbedaan dalam penentuan awal puasa di tengah masyarakat. Namun, Faisal Ali mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak dijadikan alasan untuk berpecah belah atau menimbulkan gesekan sosial.

Mekanisme Sidang Isbat dan Kedewasaan Beragama

Menjaga Ukhuwah Islamiyah di Tengah Perbedaan

Menurut Faisal Ali, perbedaan dalam hukum Islam (fiqh) adalah hal yang lumrah dan telah terjadi sejak lama. Ia meminta umat Islam untuk menyikapi perbedaan furu’iyah atau masalah cabang agama ini dengan sikap yang dewasa dan penuh rasa hormat.

"Jika ada kelompok yang memulai puasa lebih awal atau berbeda sehari, mari kita saling menghargai. Jangan sampai perbedaan ini merusak ukhuwah Islamiyah yang telah kita bangun," tegasnya secara langsung.

Ia mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada persiapan spiritual dan mempererat silaturahmi menjelang bulan suci. Menurutnya, esensi Ramadhan adalah bulan rahmat yang seharusnya disambut dengan kedamaian, bukan perdebatan kusir.

Peran Tokoh Masyarakat dan Pemimpin Dayah

Selain imbauan kepada warga, Ketua PWNU Aceh ini mengajak para tokoh masyarakat, imam masjid, dan pimpinan dayah untuk memberikan edukasi yang menyejukkan. Edukasi yang baik dari para pemimpin lokal dinilai efektif mencegah polemik yang tidak perlu di akar rumput.

Secara prinsip, Nahdlatul Ulama tetap berkomitmen mengikuti keputusan pemerintah pusat sebagai bentuk ketaatan terhadap kepemimpinan yang sah (ulil amri) demi kepentingan umat yang lebih luas. Persatuan umat dianggap jauh lebih mulia dibanding mempertahankan ego kelompok.

Menutup pernyataannya, Abu Sibreh berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat ikatan persaudaraan. Ia menegaskan bahwa kualitas ibadah dan keikhlasan dalam menjalankan puasa jauh lebih penting daripada sekadar memperdebatkan perbedaan tanggal mulai.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan penetapan awal Ramadhan 2026 dilakukan?

Penetapan awal Ramadhan dilakukan melalui Sidang Isbat Kementerian Agama RI yang biasanya digelar pada akhir bulan Sya'ban.

Metode apa yang digunakan pemerintah untuk menentukan awal puasa?

Pemerintah Indonesia menggunakan perpaduan antara metode Rukyatul Hilal (melihat bulan secara langsung) dan Hisab (perhitungan astronomis).

Bagaimana sikap NU Aceh jika terjadi perbedaan tanggal mulai puasa?

Ketua PWNU Aceh mengajak masyarakat untuk tetap saling menghargai, tidak saling menyalahkan, dan menjaga ukhuwah Islamiyah.

Siapa yang memberikan imbauan ini di Aceh?

Imbauan ini disampaikan oleh Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali, atau yang akrab disapa Abu Sibreh.



Ditulis oleh: Doni Saputra

Baca Juga

Loading...