Kaji Manajemen Perhajian 1950–1980, Abdul Basir Raih Doktor di Unusia

Table of Contents

Kaji Manajemen Perhajian 1950–1980, Abdul Basir Raih Doktor Islam Nusantara di Unusia
Kaji Manajemen Perhajian 1950–1980, Abdul Basir Raih Doktor di Unusia


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) secara resmi melahirkan doktor baru dalam bidang Sejarah Peradaban Islam. Abdul Basir berhasil meraih gelar tersebut setelah mempertahankan disertasi mendalam pada Ujian Terbuka Promosi Doktor di Jakarta Pusat.

Sidang akademik ini berlangsung khidmat di Aula Jakob Oetama Unusia pada Sabtu, 14 Februari 2026. Keberhasilan ini menandai kontribusi penting bagi perkembangan kajian akademik mengenai tata kelola keagamaan di Indonesia.

Abdul Basir mempresentasikan penelitian bertajuk "Manajemen Perhajian di Indonesia 1950–1980: Rekrutmen, Pengangkutan, dan Perjalanan". Fokus utama kajian ini adalah transisi sistem penyelenggaraan haji dari periode awal kemerdekaan hingga era modernisasi administrasi negara.

Ketua sidang dipimpin oleh Fariz Alnizar dengan Siti Nabilah bertindak sebagai sekretaris sidang. Jajaran dewan penguji melibatkan pakar kenamaan seperti Prof. Abd Wahid Hasyim, Ayatullah, Maria Ulfah Anshor, dan Moh Hasan Basri.

Transformasi Administrasi Haji di Indonesia

Penelitian Basir menyoroti periode 1950–1980 sebagai fase krusial dalam pembentukan sistem administrasi haji yang sistematis. Pada masa tersebut, negara mulai mengambil peran lebih besar dalam menata layanan publik keagamaan secara institusional.

Metodologi yang digunakan adalah pendekatan sejarah sosial dengan menelusuri arsip kebijakan dan laporan perjalanan pemerintah. Melalui sumber-sumber primer tersebut, ia memetakan dinamika lembaga-lembaga yang terlibat dalam pengelolaan jamaah haji.

Transformasi Administrasi Haji di Indonesia

Salah satu temuan signifikan adalah dampak pergeseran moda transportasi dari kapal laut ke pesawat terbang. Perubahan teknis ini ternyata memicu transformasi struktural dalam regulasi keberangkatan dan efisiensi waktu tempuh jamaah.

Peningkatan jumlah jamaah yang cukup drastis memerlukan pengaturan administratif yang jauh lebih rapi dan terkoordinasi. Transisi ini bukan sekadar persoalan logistik, melainkan evolusi kapasitas kelembagaan negara dalam melayani warganya.

Dimensi Sosial dan Legitimasi Moral Gelar Haji

Selain aspek teknis, disertasi ini juga membedah implikasi sosial dari praktik ibadah haji di tengah masyarakat. Gelar haji pada periode 1950-an hingga 1980-an kerap menjadi simbol legitimasi moral yang kuat di komunitas lokal.

Peran negara dalam mengatur biaya dan pendataan jamaah secara bertahap menghapus dominasi jaringan perantara nonformal. Hal ini menciptakan ekosistem penyelenggaraan haji yang lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Abdul Basir menjelaskan bahwa risetnya berupaya memetakan perubahan sistem mulai dari rekrutmen hingga pola perjalanan masyarakat. "Penelitian ini mencoba membaca manajemen haji sebagai bagian dari kebijakan publik yang dinamis," ungkapnya dalam forum tersebut.

Fariz Alnizar selaku Ketua Sidang memberikan apresiasi serta catatan untuk menyempurnakan konsistensi istilah akademik dalam naskah tersebut. Beliau menekankan bahwa penguatan konseptual akan membuat bangunan argumentasi penelitian ini semakin kokoh dan relevan.

Dengan kelulusan ini, Abdul Basir diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan studi manajemen haji di Indonesia. Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen Unusia dalam membangun tradisi riset historis yang kritis dan kontekstual.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa fokus utama disertasi Abdul Basir?

Fokus utamanya adalah manajemen perhajian di Indonesia periode 1950–1980, mencakup aspek rekrutmen, sistem pengangkutan, dan dinamika perjalanan jamaah.

Mengapa periode 1950–1980 dianggap penting dalam sejarah haji?

Karena periode tersebut merupakan fase pembentukan administrasi negara di mana penyelenggaraan haji mulai ditata secara sistematis melalui regulasi pemerintah.

Apa dampak perubahan moda transportasi dari kapal laut ke pesawat?

Perubahan ini mempercepat waktu tempuh dan meningkatkan jumlah jamaah, yang kemudian memaksa negara untuk merapikan sistem administrasi dan pengawasan biaya.

Bagaimana pendekatan penelitian yang digunakan?

Abdul Basir menggunakan pendekatan sejarah sosial dengan meneliti arsip kebijakan, regulasi, dan laporan perjalanan dari lembaga terkait.



Ditulis oleh: Siti Aminah

Baca Juga

Loading...