Jumlah Pekerja Migran Indramayu Melonjak Drastis pada 2025: Simak Datanya

Table of Contents

Jumlah Pekerja Migran Indramayu Melonjak Drastis pada 20


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mencatatkan lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025. Data terbaru menunjukkan sebanyak 21.182 warga telah berangkat ke luar negeri untuk mencari nafkah di berbagai sektor.

Angka penempatan ini dinilai hampir menyamai level keberangkatan sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Tren kenaikan tersebut mencerminkan pulihnya mobilitas tenaga kerja internasional pasca-krisis kesehatan global beberapa tahun silam.

Data Resmi Penempatan Tenaga Kerja

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, mengonfirmasi data tersebut pada Rabu (11/2/2026). Ia menyebutkan angka tersebut mencakup skema formal melalui P3MI, penempatan mandiri, serta perpanjangan kontrak.

"Jumlah tahun 2025 hampir sama seperti sebelum Covid-19," ungkap Asep dalam pernyataan resminya kepada awak media. Ia menambahkan bahwa angka penempatan sempat turun drastis selama pandemi dan kini kembali naik secara tajam.

Meskipun angka resmi cukup tinggi, jumlah riil di lapangan diperkirakan jauh lebih besar dari data administratif. Banyak warga yang berangkat melalui jalur pemagangan atau secara mandiri ke negara-negara tujuan seperti Jepang.

Negara Tujuan dan Motivasi Utama

Taiwan masih menduduki posisi pertama sebagai negara tujuan paling diminati bagi warga Indramayu yang mencari kerja. Selain Taiwan, negara-negara seperti Hong Kong dan Singapura juga menjadi destinasi utama para pekerja migran tersebut.

Faktor ekonomi menjadi pendorong utama di balik tingginya minat masyarakat untuk bekerja di mancanegara. Besarnya potensi pendapatan dan minimnya lapangan kerja di daerah asal memaksa warga mencari peluang di negeri orang.

Namun, tren positif peningkatan jumlah pekerja ini dibarengi dengan munculnya sejumlah masalah kesehatan hingga kasus kematian. Masalah tersebut mayoritas menimpa pekerja yang menempuh jalur keberangkatan ilegal yang tidak terdata resmi.

Upaya Perlindungan dan Regulasi Desa

"Hal ini yang harus kita berantas karena jumlah mereka yang ilegal tidak tercatat oleh pemerintah," tegas Asep Kurniawan. Ia mengingatkan risiko besar bagi warga yang tidak mengikuti prosedur perlindungan negara saat berangkat.

Untuk menekan risiko tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu kini memperketat mekanisme keberangkatan melalui regulasi di tingkat desa. Calon pekerja wajib melapor ke pemerintah desa serta memperoleh izin tertulis dari pihak keluarga sebelum berangkat.

Di sisi lain, kerja sama internasional terus diperkuat, termasuk sinergi antara Jepang dan Pemerintah Indramayu. Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu, menyatakan komitmennya dalam mendukung kolaborasi ketenagakerjaan yang aman.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) juga mengambil tindakan tegas terhadap agen nakal yang menyalahi aturan. Upaya penyegelan terhadap Perusahaan Penempatan Pekerja Migran ilegal terus dilakukan guna menjamin keselamatan para pahlawan devisa.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa jumlah pekerja migran asal Indramayu pada tahun 2025?

Berdasarkan data resmi Disnaker Indramayu, jumlah pekerja migran yang berangkat pada tahun 2025 mencapai 21.182 orang.

Negara mana yang menjadi tujuan utama PMI asal Indramayu?

Taiwan menjadi negara tujuan paling diminati, diikuti oleh Hong Kong, Singapura, dan Jepang.

Apa syarat terbaru untuk warga Indramayu yang ingin bekerja di luar negeri?

Calon pekerja wajib melapor ke pemerintah desa, mendapatkan izin dari desa, serta memperoleh persetujuan resmi dari pihak keluarga.



Ditulis oleh: Sri Wahyuni

Baca Juga

Loading...