Golongan Darah Biru: Siapa Saja yang Termasuk di Indonesia?

Table of Contents

Siapakah yang termasuk golongan darah biru?


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pernahkah kamu mendengar istilah 'golongan darah biru'? Mungkin kamu mengira ini berhubungan dengan jenis darah tertentu, tapi ternyata maknanya jauh berbeda, lho. Istilah ini sebenarnya merujuk pada orang-orang yang memiliki garis keturunan bangsawan atau kerajaan. Jadi, ini bukan tentang urusan medis sama sekali.

Di Indonesia, konsep 'golongan darah biru' ini punya cerita sejarah yang menarik. Negara kita memang kaya akan kerajaan-kerajaan masa lalu yang meninggalkan jejak hingga kini. Nah, keturunan dari raja-raja dan keluarga kerajaan inilah yang sering diidentikkan dengan istilah tersebut.

Asal Usul Istilah 'Golongan Darah Biru'

Jauh sebelum Indonesia merdeka, berbagai kerajaan besar pernah berjaya di Nusantara. Sebut saja Kerajaan Majapahit, Sriwijaya, Mataram, hingga kesultanan-kesultanan di berbagai daerah. Para penguasanya, yang memegang tampuk kekuasaan, seringkali memiliki standar hidup yang sangat berbeda dari rakyat jelata.

Konon, para bangsawan ini sangat menjaga kemurnian garis keturunan mereka. Mereka jarang sekali menikah dengan orang di luar kalangan mereka sendiri. Hal ini dimaksudkan agar darah keturunan bangsawan tetap terjaga dan tidak tercampur dengan 'darah biasa'.

Kenapa Disebut 'Biru'?

Nah, lalu kenapa warnanya jadi biru? Ada beberapa teori yang beredar, tapi yang paling populer adalah karena para bangsawan di Eropa pada masa lampau memiliki kulit yang sangat pucat. Saking pucatnya, ketika mereka memiliki pembuluh darah vena yang terlihat, warnanya tampak kebiruan.

Karena mereka sangat menjaga garis keturunannya, konon orang-orang Eropa yang berkulit pucat dan memiliki vena kebiruan ini diyakini memiliki darah bangsawan. Dari sinilah istilah 'blue blood' atau golongan darah biru itu berasal dan kemudian menyebar ke berbagai budaya, termasuk Indonesia.

Siapa Saja yang Termasuk Golongan Darah Biru di Indonesia?

Di Indonesia, 'golongan darah biru' ini identik dengan keturunan raja-raja atau sultan dari kerajaan-kerajaan nusantara. Mereka adalah orang-orang yang memiliki hubungan darah langsung dengan para pemimpin kerajaan di masa lalu.

Contohnya, keturunan dari keluarga Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta, atau Kesultanan Cirebon. Mereka secara turun-temurun mewarisi gelar dan seringkali juga peran adat yang penting.

Gelar dan Peran Adat

Asal Usul Istilah 'Golongan Darah Biru'

Biasanya, para keturunan bangsawan ini masih memegang gelar kehormatan seperti Raden, Raden Ajeng, Gusti, Pangeran, atau Sultan (bagi yang masih memimpin). Mereka juga seringkali masih memiliki peran penting dalam menjaga tradisi dan budaya daerah asal mereka.

Peran ini bisa beragam, mulai dari menjadi penasihat, pelestari budaya, hingga memimpin upacara-upacara adat. Keberadaan mereka menjadi pengingat sejarah dan kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa.

Perbedaan dengan Bangsawan Eropa

Meskipun konsepnya mirip, ada sedikit perbedaan antara 'golongan darah biru' di Indonesia dan di Eropa. Di Eropa, istilah ini lebih sering dikaitkan dengan monarki yang masih berkuasa atau memiliki pengaruh politik yang signifikan.

Sementara di Indonesia, meskipun kerajaan-kerajaan besar sudah tidak berkuasa secara politik seperti dulu, keturunan bangsawan mereka tetap dihormati karena sejarah dan peran budayanya. Mereka lebih sebagai penjaga warisan daripada penguasa.

Bagaimana dengan Kasus Jeffrey Epstein?

Meskipun kita sedang membahas soal 'golongan darah biru', ada baiknya kita juga sedikit menyinggung informasi terbaru yang beredar. Baru-baru ini, dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein dibuka ke publik, menyeret nama-nama tokoh dunia.

Kasus ini memang sangat kompleks dan melibatkan banyak pihak. Namun, penting untuk diingat bahwa skandal ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan konsep 'golongan darah biru' yang kita bahas tadi. Ini murni urusan hukum dan etika personal.

Mengapa Konsep Ini Masih Relevan?

Meskipun zaman sudah berubah, konsep 'golongan darah biru' masih sering dibicarakan. Ini karena mereka mewakili jejak sejarah penting di Indonesia. Mereka adalah bagian dari narasi panjang tentang bagaimana negeri ini terbentuk.

Mempelajari tentang siapa saja yang termasuk golongan darah biru berarti kita juga belajar tentang sejarah kerajaan-kerajaan kita, nilai-nilai tradisional, dan bagaimana budaya itu terus hidup hingga kini.

Kesimpulan

Jadi, kalau ada yang bertanya siapakah yang termasuk golongan darah biru di Indonesia, jawabannya adalah keturunan dari raja-raja dan keluarga kerajaan di masa lalu. Mereka bukan hanya pewaris gelar, tapi juga penjaga warisan budaya yang berharga.

Istilah ini mengingatkan kita pada kekayaan sejarah kerajaan Nusantara dan pentingnya menjaga akar budaya. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.



Ditulis oleh: Doni Saputra

Baca Juga

Loading...