Gen Z Indramayu Sukses Jualan Gorengan, Raup Omzet Rp 700 Ribu Sehari

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Seorang pemuda asal Indramayu bernama Andri (23) membuktikan bahwa gengsi bukan halangan untuk meraih kesuksesan di usia muda. Ia kini sukses menjalankan usaha gorengan di pinggir jalan dengan omzet mencapai ratusan ribu rupiah setiap harinya.
Andri menjajakan aneka kudapan seperti cakwe, cimol, hingga tahu walik di depan Mall Indramayu, Jalan Gatot Subroto. Usaha ini ia jalani setiap hari dengan penuh ketekunan meski harus bergelut dengan panasnya wajan dan minyak di jalanan.
Dalam sehari, pemuda tersebut mampu meraup omzet hingga Rp 700.000 pada hari-hari biasa saat kondisi pembeli sedang ramai. Hasil penjualan tersebut kemudian ia putar kembali sebagai modal usaha serta disisihkan untuk ditabung demi masa depan.
"Alhamdulillah saja Mas, penghasilan enggak tentu kalau puasa begini insya Allah dapat mungkin sekitar Rp 500 ribu," ujar Andri pada Selasa (24/2/2025). Ia menambahkan bahwa pada hari biasa, omzetnya seringkali melonjak lebih tinggi dibandingkan saat bulan Ramadan.
Penyesuaian Jam Operasional Selama Ramadan
Selama bulan suci Ramadan, Andri melakukan penyesuaian terhadap jam operasional gerobak dorong sederhana miliknya tersebut. Jika pada hari biasa ia mulai berjualan pukul 10.00 WIB, kini ia baru membuka lapaknya mulai pukul 14.00 WIB.
Aktivitas berjualannya berakhir hingga pukul 23.00 WIB untuk melayani pelanggan yang mencari camilan di malam hari. Penyesuaian waktu ini dilakukan untuk menyasar momentum warga yang sedang mencari menu takjil menjelang waktu berbuka puasa.
Menjadi penjual gorengan di pinggir jalan dianggap Andri sebagai peluang bisnis yang sangat menjanjikan dan cukup realistis. Lokasi di depan pusat perbelanjaan dipilih secara strategis karena memiliki arus lalu lintas calon pembeli yang sangat tinggi.
Motivasi utamanya adalah ingin hidup mandiri dan tidak ingin terus-menerus bergantung pada bantuan finansial dari kedua orang tuanya. Ia memandang pekerjaan ini sebagai sarana belajar bisnis serta melatih mental entrepreneurship secara langsung di lapangan.
Membangun Kemandirian dan Jiwa Entrepreneur
"Saya ingin mencari uang saku sendiri sekaligus melatih keterampilan sosial saat menghadapi berbagai karakter pembeli," ungkap Andri dengan penuh semangat. Baginya, interaksi langsung dengan konsumen memberikan pelajaran berharga yang tidak didapatkan hanya dari sekadar teori.
Keterampilan meracik adonan gorengan ternyata sudah dimiliki pemuda ini sejak dirinya masih berusia sangat belia. Hal ini dikarenakan ayahnya juga berprofesi sebagai penjual gorengan, sehingga Andri sudah terbiasa membantu pekerjaan tersebut.
Sebagai anak tunggal, ia menyadari betul bahwa dirinya merupakan tumpuan harapan utama bagi masa depan keluarganya. Pengalaman melihat sang ayah banting tulang setiap hari telah membentuk mental pantang menyerah dalam diri Andri sejak kecil.
Di tengah tren gaya hidup modern, kisah Andri menjadi pengingat pentingnya kerja keras dan keberanian untuk merintis usaha dari nol. Kesuksesannya membuktikan bahwa sektor UMKM kaki lima tetap memiliki potensi ekonomi besar jika dikelola dengan serius.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa omzet harian Andri dari berjualan gorengan?
Andri bisa meraup omzet hingga Rp 700.000 pada hari biasa dan sekitar Rp 500.000 selama bulan Ramadan.
Apa saja jenis gorengan yang dijual?
Andri menjual aneka gorengan seperti cakwe, cimol, hingga tahu walik menggunakan gerobak dorong.
Di mana lokasi Andri berjualan?
Lapak gorengan Andri berlokasi di depan Mall Indramayu, tepatnya di Jalan Gatot Subroto.
Mengapa Andri memilih berjualan gorengan dibanding mencari pekerjaan lain?
Andri ingin hidup mandiri, melatih jiwa entrepreneur, dan meneruskan keterampilan meracik adonan yang dipelajari dari ayahnya.