Eskalasi Konflik Timur Tengah: Maskapai Tangguhkan Penerbangan ke Iran
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu gangguan besar pada jadwal penerbangan komersial global pada hari Sabtu. Berbagai maskapai internasional memutuskan untuk menangguhkan operasional mereka demi keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Penangguhan ini menyusul serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. Sejumlah negara segera memberlakukan penutupan ruang udara, memaksa maskapai untuk melakukan pembatalan atau mencari rute alternatif yang lebih jauh.
Daftar Maskapai yang Menghentikan Operasional di Wilayah Konflik
Turkish Airlines menjadi salah satu maskapai yang paling terdampak dengan menangguhkan penerbangan ke sepuluh negara di Timur Tengah. Langkah ini mencakup layanan ke Lebanon, Suriah, Irak, Iran, dan Yordania yang akan dihentikan hingga 2 Maret mendatang.
Juru bicara maskapai, Yahya Ustun, menyatakan bahwa penerbangan ke Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Oman juga ditangguhkan selama satu hari. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan cepat terhadap situasi keamanan yang tidak menentu.
Otoritas transportasi udara Rusia, Rosaviatsia, mengumumkan penghentian seluruh penerbangan dari Rusia menuju Iran dan Israel. Kebijakan ini berlaku secara mendadak dan akan terus berlanjut hingga pemberitahuan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Agensi tersebut menginstruksikan maskapai Rusia untuk menggunakan rute alternatif menuju kawasan Teluk guna menghindari risiko. Hal ini dipicu oleh penutupan ruang udara di Qatar, Irak, Kuwait, Bahrain, serta pembatasan parsial di Uni Emirat Arab.
Dampak Terhadap Maskapai Eropa dan Asia
Maskapai berbiaya rendah Norwegian turut mengumumkan penangguhan layanan dari dan menuju Dubai setidaknya hingga 4 Maret. Charlotte Holmbergh, kepala komunikasi Norwegian, menyatakan perusahaan akan melakukan penilaian ulang setelah memantau perkembangan ruang udara.
Dari wilayah Asia, dua maskapai raksasa India, IndiGo dan Air India, telah menangguhkan seluruh penerbangan ke destinasi Timur Tengah. Penutupan rute ini mulai berlaku sejak Sabtu menyusul laporan intelijen mengenai serangan udara di wilayah tersebut.
Pihak Air India menyebutkan bahwa "situasi yang terus berkembang" di kawasan tersebut menjadi alasan utama penghentian layanan. Sementara itu, IndiGo secara tegas menekankan bahwa keselamatan penumpang dan kru merupakan prioritas yang tidak bisa dikompromikan.
Otoritas penerbangan sipil Qatar sempat menutup ruang udara nasional secara total sebagai langkah kewaspadaan dini. Qatar Airways mengonfirmasi penangguhan seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju Doha segera setelah serangan udara terjadi.
Penutupan Koridor Udara dan Estimasi Pemulihan Layanan
Suriah melaporkan penutupan koridor udara bagian selatan di sepanjang perbatasan dengan Israel selama 12 jam. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada Sabtu tengah hari waktu setempat menurut laporan Otoritas Penerbangan Sipil Suriah.
Swiss International Air Lines membatalkan penerbangan menuju Tel Aviv hingga 7 Maret yang berdampak pada 14 jadwal penerbangan. Maskapai tersebut juga terpaksa membatalkan rute Zurich–Dubai akibat penutupan ruang udara yang meluas di kawasan sekitarnya.
Lufthansa beserta anak perusahaannya membatalkan layanan ke Tel Aviv, Beirut, Amman, Erbil, dan Teheran hingga awal Maret. Mereka memprediksi bahwa normalisasi jadwal baru bisa dipertimbangkan setelah kondisi geopolitik dianggap stabil oleh otoritas penerbangan internasional.
Layanan Lufthansa menuju Dubai dan Abu Dhabi juga mengalami penangguhan sementara hingga hari Minggu. Pihak maskapai merujuk pada situasi keamanan yang kritis di Timur Tengah sebagai faktor penentu utama di balik kebijakan drastis ini.
Ditulis oleh: Sri Wahyuni
