Drainase Burujul–Sanca Dikebut, Akses Sumedang–Indramayu Segera Lancar

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mempercepat proyek infrastruktur di wilayah perbatasan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah. Fokus utama saat ini menyasar pembangunan saluran drainase di ruas Jalan Burujul–Sanca, Kecamatan Buahdua, yang menjadi urat nadi penghubung Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Indramayu.
Camat Buahdua, Kiki Hakiki, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan monitoring intensif terhadap pengerjaan di lapangan, khususnya di titik kritis seperti Desa Gendereh dan Ciawitali. Pembangunan ini merupakan bagian integral dari program peningkatan jalan daerah yang mengedepankan kualitas ketahanan infrastruktur jalan.
Progres Pengerjaan Fisik di Lapangan
Hingga Jumat (13/2/2026), pengerjaan drainase di sisi kanan jalan dari arah Burujul telah mencapai progres yang signifikan. Saluran ini direncanakan memiliki total panjang mencapai 50 meter dengan ketinggian dinding sekitar 1,2 meter untuk memastikan debit air terakomodasi dengan baik.
“Saat ini pengerjaan sedang dilakukan sepanjang 10 meter awal dari arah Burujul,” ujar Kiki Hakiki saat dikonfirmasi. Sementara itu, pekerjaan dari arah Sanca juga sudah memasuki tahap penggalian lahan, yang sebagian areanya bersinggungan dengan kawasan milik Perhutani.
Kiki menekankan bahwa keberadaan drainase sangat krusial untuk menjaga usia pakai badan jalan. Tanpa saluran pembuangan yang optimal, genangan air hujan kerap menjadi pemicu utama kerusakan aspal yang memperlambat mobilitas warga dan kendaraan logistik di wilayah perbatasan tersebut.
Anggaran IJD Senilai Rp 36 Miliar
Proyek strategis ini merupakan tindak lanjut dari peninjauan lapangan yang dilakukan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, pada pertengahan Januari lalu. Perbaikan jalan sepanjang 4 kilometer ini dibiayai melalui anggaran Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dengan nilai pagu mencapai Rp 36 miliar.
Bupati Dony Ahmad Munir menjelaskan bahwa lebar badan jalan direncanakan mencapai 4,5 meter. Titik nol pembangunan dimulai dari wilayah Gendereh, yang selama ini dikenal sebagai titik dengan tingkat kerusakan paling parah sehingga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“Sinergi antara pembangunan jalan dan drainase ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah. Kami ingin memastikan arus orang dan barang, terutama pendidikan dan ekonomi di perbatasan Sumedang-Indramayu, dapat berjalan lebih lancar dan aman,” pungkas Dony.
Pihak kecamatan berkomitmen untuk terus mengawal kualitas pekerjaan di bawah pengawasan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat. Dengan kualitas pengerjaan yang baik, jalan alternatif Burujul-Sanca diharapkan memiliki daya tahan lama dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa panjang total jalan yang diperbaiki dalam proyek Burujul-Sanca?
Ruas jalan yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 4 kilometer dengan lebar badan jalan 4,5 meter.
Berapa nilai anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan ini?
Proyek ini dibiayai melalui dana Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dengan nilai mencapai Rp 36 miliar.
Apa fungsi utama pembangunan drainase di sisi jalan tersebut?
Drainase dibangun untuk mengantisipasi genangan air yang sering merusak badan jalan, sehingga infrastruktur jalan lebih awet dan tahan lama.
Kapan proyek pembangunan jalan ini mulai dikerjakan?
Pembangunan fisik di ruas Jalan Burujul–Sanca sudah mulai dilaksanakan sejak akhir Januari 2026.
Ditulis oleh: Doni Saputra