Donald Trump Ubah Haluan: Strategi Penggantian Rezim Iran dan Risiko Perang Baru
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Presiden Donald Trump secara mengejutkan meluncurkan operasi militer baru terhadap Iran langsung dari resor Mar-a-Lago miliknya di Florida pada Sabtu malam. Langkah ini menandai pergeseran drastis dari janji kampanyenya yang sebelumnya menolak keterlibatan Amerika Serikat dalam perang baru yang tidak berkesudahan.
Melalui sebuah video berdurasi delapan menit di media sosial, Trump mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran untuk menghentikan diktator radikal di Teheran. Ia menegaskan bahwa tujuan utama serangan ini adalah menghancurkan kapasitas nuklir Iran serta kemampuan pengembangan rudal jarak jauh mereka.
Target Militer dan Ambisi Penggantian Rezim
Selain target nuklir, Trump juga memerintahkan penghancuran Angkatan Laut Iran dan netralisasi seluruh kelompok proksi regional yang didukung oleh Teheran. Ambisi strategisnya kini bahkan mencakup penggantian rezim secara total melalui tekanan militer yang sangat intensif.
Dalam pidato tersebut, Trump menyerukan rakyat Iran untuk bangkit menggulingkan penguasa mereka demi masa depan negara yang lebih cerah. Ia secara terbuka mengakui bahwa operasi militer ini kemungkinan besar akan memakan korban jiwa dari pihak tentara Amerika Serikat.
"Kita mungkin akan jatuh korban, itu sering terjadi dalam perang, tetapi kita melakukan ini bukan untuk sekarang melainkan untuk masa depan," ujar Trump. Pernyataan ini menunjukkan kesiapan sang presiden berusia 79 tahun tersebut untuk mengambil risiko militer paling berbahaya dalam karier politiknya.
Respons Iran dan Dampak Geopolitik Global
Serangan ini memicu respons cepat dari pihak Iran yang langsung meluncurkan rudal balistik ke berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah. Pangkalan di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, hingga Kuwait dilaporkan menjadi sasaran pembalasan dari rezim Teheran.
Gedung Putih mengkalkulasi bahwa penggantian rezim dapat dilakukan tanpa memicu ketidakstabilan luas di kawasan Timur Tengah yang sudah rapuh. Namun, langkah ini mencerminkan peningkatan kemauan Trump untuk meluncurkan operasi mematikan di berbagai negara, termasuk sejarah operasinya di Yaman dan Suriah.
Trump juga telah mengusulkan kenaikan anggaran pertahanan sebesar 50 persen dari total satu triliun dolar per tahun. Dalam pidato State of the Union, ia membenarkan serangan tersebut dengan menuduh Iran menyembunyikan ambisi nuklir yang sangat berbahaya bagi dunia.
Risiko Ekonomi dan Penolakan Publik Amerika
Ketegangan ini memunculkan risiko domestik yang signifikan, terutama terkait potensi kenaikan harga bahan bakar menjelang pemilihan umum paruh waktu. William Jackson dari Capital Economics memperingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan dapat mendorong harga minyak mentah dunia melampaui angka 80 dolar per barel.
Sebagian besar basis pendukung MAGA menyatakan keberatan karena operasi ini dianggap mengkhianati janji Trump untuk menghindari konflik luar negeri yang baru. Mereka khawatir fokus Gedung Putih akan teralihkan dari isu ekonomi domestik yang mendesak seperti tingginya biaya hidup.
Data jajak pendapat dari Universitas Quinnipiac menunjukkan bahwa 70 persen warga Amerika Serikat tidak setuju militer dilibatkan dalam membantu demonstran Iran. Selain itu, mayoritas masyarakat menuntut agar Trump mendapatkan persetujuan Kongres sebelum meluncurkan operasi militer berskala besar terhadap negara lain.
Wakil Presiden JD Vance membela kebijakan tersebut dengan menyatakan bahwa AS tidak boleh terlalu terbebani oleh kegagalan operasi militer di masa lalu. Ia menekankan bahwa meskipun kesalahan pernah terjadi, Amerika tidak boleh ragu untuk bertindak jika menghadapi ancaman keamanan yang nyata.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tujuan utama serangan militer Donald Trump terhadap Iran?
Tujuan utamanya adalah menghancurkan kapasitas pengembangan senjata nuklir dan rudal jarak jauh Iran, serta melakukan penggantian rezim di Teheran.
Di mana Donald Trump mengumumkan operasi militer tersebut?
Donald Trump mengumumkan operasi militer besar-besaran tersebut melalui video dari resor Mar-a-Lago di Florida pada Sabtu malam.
Bagaimana reaksi Iran terhadap serangan Amerika Serikat?
Iran dengan cepat membalas dengan menembakkan rudal ke pangkalan militer AS yang berlokasi di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Kuwait.
Berapa kenaikan anggaran pertahanan yang diminta oleh Trump?
Trump meminta kenaikan sebesar 50 persen dari total anggaran pertahanan tahunan AS yang mencapai satu triliun dolar.
Berapa banyak warga Amerika yang mendukung serangan militer ke Iran?
Berdasarkan jajak pendapat Universitas Quinnipiac, hanya sekitar 18 persen warga Amerika yang mendukung dilakukannya serangan militer terhadap Iran.
Ditulis oleh: Siti Aminah
