Bisnis Hotel di Kuningan Tunjukkan Tren Pemulihan Signifikan

Table of Contents

Bisnis Hotel di Kuningan Tunjukkan Tren Pemulihan


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mencatatkan perbaikan performa yang signifikan pada akhir tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan ini didorong oleh lonjakan kunjungan wisatawan selama periode libur panjang.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan mencatat TPK gabungan hotel berbintang dan nonbintang mencapai angka 37,64 persen. Capaian tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 5,12 poin dibandingkan dengan kondisi pada November 2025.

Lonjakan Okupansi di Hotel Berbintang

Kepala BPS Kuningan, Urip Sugeng Santoso, menyatakan bahwa hotel berbintang menjadi penopang utama kenaikan TPK di wilayah tersebut. Sektor ini mencatat lonjakan tajam yang mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap akomodasi premium.

“Hotel berbintang mencatat TPK sebesar 49,94 persen pada Desember 2025, atau meningkat 8,15 poin dibanding November,” ujar Urip pada Kamis (12/2/2026). Performa ini dinilai sebagai faktor kunci yang menggerakkan total rata-rata penghunian kamar secara keseluruhan.

Meskipun tren bulanan menunjukkan arah positif, Urip mengakui angka tersebut masih di bawah pencapaian tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada Desember 2024, okupansi hotel berbintang di Kuningan mampu menyentuh angka 54,37 persen.

Pemulihan Kuat di Segmen Hotel Nonbintang

Segmen hotel nonbintang juga tidak ketinggalan menunjukkan tren perbaikan performa pada periode yang sama. Pada Desember 2025, TPK hotel nonbintang berada di level 26,58 persen atau naik 2,40 poin secara bulanan.

Secara tahunan, kelompok hotel nonbintang menunjukkan proses pemulihan yang jauh lebih solid dibandingkan segmen lainnya. Angka ini meningkat 9,44 poin jika disandingkan dengan Desember 2024 yang saat itu tercatat sebesar 29,16 persen.

Dampak Event Pariwisata dan Libur Akhir Tahun

Peningkatan okupansi ini erat kaitannya dengan beragam aktivitas masyarakat dan agenda daerah di penghujung tahun. Festival budaya serta pertunjukan hiburan rakyat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang ke Kuningan.

“Rangkaian event pariwisata dan kegiatan komunitas di akhir tahun berkontribusi besar terhadap arus kunjungan,” jelas Urip menambahkan. Hotel berbintang banyak dimanfaatkan untuk agenda instansi, kegiatan gathering, hingga acara terorganisir lainnya.

Selain festival, pelaksanaan ajang olahraga dan pertemuan komunitas turut memicu kebutuhan akomodasi di berbagai titik. Wisatawan kini cenderung memilih untuk menginap agar dapat menikmati perayaan tahun baru di ruang-ruang publik.

Efek berganda dari keramaian ini juga dirasakan oleh pelaku UMKM dan sektor kuliner lokal di sekitar destinasi wisata. Hal ini memperkuat posisi Kabupaten Kuningan sebagai destinasi liburan akhir tahun yang kompetitif di Jawa Barat.

Stabilitas Rata-Rata Lama Menginap Tamu

Dari sisi durasi kunjungan, BPS melaporkan bahwa Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) berada pada kondisi yang relatif stabil. Gabungan hotel berbintang dan nonbintang mencatat RLMT sebesar 1,10 malam pada Desember 2025.

Durasi menginap ini mengalami sedikit penguatan jika dibandingkan dengan data pada bulan November sebelumnya. Urip menyebutkan bahwa pola kunjungan jangka pendek masih mendominasi perilaku wisatawan di Kabupaten Kuningan.

Khusus di hotel berbintang, tamu asing menunjukkan durasi tinggal yang sangat lama hingga mencapai 6,52 malam. Sementara itu, tamu domestik di kategori hotel yang sama mencatatkan rata-rata menginap selama 1,14 malam.

Untuk hotel nonbintang, RLMT tercatat konsisten pada angka 1,00 malam, serupa dengan capaian bulan-bulan sebelumnya. Angka ini mencerminkan karakter wisatawan lokal yang umumnya melakukan perjalanan singkat yang telah terencana dengan baik.

Tantangan dan Optimisme Industri Perhotelan

Urip menilai data akhir tahun 2025 menunjukkan peningkatan kualitas kunjungan di samping sekadar jumlah tamu secara kuantitas. Perbaikan frekuensi kunjungan dan konsistensi lama tinggal menjadi sinyal positif bagi masa depan pariwisata daerah.

Namun demikian, tantangan untuk melampaui rekor okupansi tahun-tahun sebelumnya masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Penguatan promosi wisata dan pengembangan event berkelanjutan dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga tren positif ini.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa kenaikan TPK hotel di Kuningan pada Desember 2025?

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) gabungan di Kuningan mencapai 37,64%, naik 5,12 poin dibandingkan November 2025.

Sektor hotel mana yang mengalami kenaikan tertinggi?

Hotel berbintang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 8,15 poin dengan total okupansi mencapai 49,94%.

Apa faktor utama penyebab naiknya okupansi hotel di Kuningan?

Faktor utamanya adalah libur akhir tahun, festival budaya, acara komunitas, serta kegiatan gathering instansi.

Berapa rata-rata lama menginap tamu di hotel Kuningan?

Rata-rata lama menginap gabungan adalah 1,10 malam, dengan tamu asing di hotel berbintang menginap rata-rata hingga 6,52 malam.



Ditulis oleh: Rudi Hartono

Baca Juga

Loading...