Banjir Cirebon Meluas: 3 Desa di Pangenan Terendam Luapan Sungai

Table of Contents

Banjir di Astanajapura Cirebon Meluas Hingga Merendam Sekolah


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Astanajapura kini dilaporkan semakin meluas hingga ke kawasan hilir Kabupaten Cirebon. Kenaikan debit air ini mulai mengancam fasilitas publik, termasuk sejumlah bangunan sekolah di wilayah terdampak.

Sejak Jumat, 13 Februari 2026 dini hari, air mulai memasuki kawasan permukiman warga dengan cepat. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat mengingat intensitas hujan yang masih fluktuatif di wilayah tersebut.

Luapan Sungai Singaraja Rendam Tiga Desa

Penyebab utama meluasnya genangan air ini diketahui berasal dari limpasan air Sungai Singaraja yang tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluap dan mulai menggenangi permukiman warga di tiga desa wilayah Kecamatan Pangenan.

Aliran sungai yang deras sejak dini hari membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak harta benda. Luapan ini merupakan kiriman dari wilayah hulu yang sebelumnya juga telah terendam banjir cukup tinggi.

Kecamatan Pangenan yang berada di posisi geografis lebih rendah menjadi titik kumpul air limpasan tersebut. Hingga saat ini, pemantauan terhadap ketinggian air terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Dampak Banjir pada Sektor Pendidikan dan Pemukiman

Selain merendam rumah warga, banjir kali ini juga berdampak signifikan terhadap sektor pendidikan di wilayah Pangenan. Beberapa gedung sekolah dilaporkan terendam air hingga mengganggu aktivitas belajar mengajar para siswa.

Halaman dan ruang kelas di sekolah-sekolah tersebut kini dipenuhi lumpur akibat material yang dibawa oleh luapan sungai. Pihak sekolah terpaksa mengambil kebijakan khusus untuk menjaga keselamatan seluruh warga sekolah.

Banyak warga di tiga desa tersebut kini mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi secara mandiri. Mereka mengantisipasi adanya kiriman air susulan jika hujan kembali turun di wilayah hulu Cirebon.

Kondisi Terkini di Kawasan Hilir Cirebon

Data sementara menunjukkan bahwa luapan air mulai terjadi sejak pukul 03.00 WIB saat sebagian besar warga masih tertidur. Kecepatan kenaikan air membuat evakuasi barang-barang berharga menjadi sangat terbatas bagi penduduk setempat.

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah melakukan pendataan menyeluruh terkait kerugian materiil. Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan ketersediaan logistik dan tempat pengungsian yang layak.

Sejarah banjir di kawasan Astanajapura dan Pangenan memang kerap berkaitan erat dengan kondisi sungai di wilayah hilir. Normalisasi sungai menjadi salah satu tuntutan warga agar bencana serupa tidak terus berulang setiap tahunnya.

Situasi di lokasi hingga saat ini masih dipantau secara ketat oleh pihak kepolisian dan TNI setempat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika ketinggian air terus meningkat secara signifikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat luapan Sungai Singaraja ini. Tim evakuasi tetap bersiaga di titik-titik rawan banjir untuk memberikan bantuan darurat kepada warga yang membutuhkan.



Ditulis oleh: Agus Pratama

Baca Juga

Loading...